• Latest
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

July 30, 2026
Bos Bank Neo Commerce (BBYB) Buka Suara Soal Naik Kelas ke KBMI II

Bos Bank Neo Commerce (BBYB) Buka Suara Soal Naik Kelas ke KBMI II

July 31, 2026
Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling

Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling

July 31, 2026
Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit 2028, Siap Buka Keran Dividen

Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit 2028, Siap Buka Keran Dividen

July 31, 2026
Ada Update dari IFG Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

Ada Update dari IFG Soal Konsolidasi Asuransi BUMN

July 31, 2026
Laba Naik, Nilai Investasi Berbalik Rugi, Ekuitas Maybank Tertekan

Laba Naik, Nilai Investasi Berbalik Rugi, Ekuitas Maybank Tertekan

July 31, 2026
SMBC Indonesia (BTPN) Kantongi Laba Rp1,4 Triliun di Semester 1-2026

SMBC Indonesia (BTPN) Kantongi Laba Rp1,4 Triliun di Semester 1-2026

July 31, 2026
Tunda Bangun Hotel Baru, Ini Strategi POLI Saat Bunga Tinggi

Tunda Bangun Hotel Baru, Ini Strategi POLI Saat Bunga Tinggi

July 31, 2026
Persaingan & Masa Depan Bisnis Kecantikan Era Beauty Tech

Persaingan & Masa Depan Bisnis Kecantikan Era Beauty Tech

July 31, 2026
Investor Bintang Hilang Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan Berujung Petaka

Investor Bintang Hilang Kendali Dana Rp 730 T, Taruhan Berujung Petaka

July 31, 2026
Sampoerna Sukses Jaga Pangsa Pasar di Semester I-2026, Ini Buktinya!

Sampoerna Sukses Jaga Pangsa Pasar di Semester I-2026, Ini Buktinya!

July 31, 2026
Video: Prabowo Bertemu Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah, Sampaikan Ini!

Video: Prabowo Bertemu Pengusaha Kadin Pusat dan Daerah, Sampaikan Ini!

July 31, 2026
IHSG Hari Ini Naik 0,8%, Ditutup Nyaris di Level Tertinggi Harian

IHSG Hari Ini Naik 0,8%, Ditutup Nyaris di Level Tertinggi Harian

July 31, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, July 31, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam

1 day ago
in Lifestyle
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Arab Saudi kembali berada dalam posisi dilematis di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Riyadh selama ini berupaya menghindari keterlibatan langsung sejak perang pecah pada 28 Februari, namun rentetan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok proksi Iran, membuat kerajaan mulai mengambil langkah militer yang lebih tegas.

Melansir BBC International, Kamis (30/7/2026), pekan ini, Arab Saudi melancarkan operasi gabungan bersama AS terhadap milisi pro-Iran di Irak yang dituding bertanggung jawab atas serangkaian serangan drone ke wilayah Saudi. Meski demikian, Riyadh masih dihadapkan pada pilihan sulit antara terus melakukan serangan balasan sebagai efek jera atau kembali meredakan ketegangan demi mencegah konflik regional semakin meluas.

Dilema tersebut muncul karena Saudi selama beberapa tahun terakhir berusaha menjaga stabilitas kawasan demi menopang agenda ekonomi besar Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Melalui program Visi 2030, Riyadh ingin mengurangi ketergantungan pada minyak, menarik investasi asing, sekaligus membangun industri dan infrastruktur modern.

Namun, seluruh agenda itu terancam terganggu. Terutama apabila serangan drone dan rudal terus menghantam wilayah Saudi.

Dua Blok

Sebenarnya konflik yang berlangsung selama lima bulan terakhir memperlihatkan dua blok yang saling berhadapan.

Di satu sisi terdapat Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta kelompok-kelompok sekutunya seperti Houthi di Yaman, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) di Irak, dan Hizbullah di Lebanon. Di sisi lain terdapat AS dengan Komando Pusat (Centcom), yang didukung sejumlah negara Teluk dan Yordania, sementara Israel menjadi sekutu dekat Washington meski tidak terlibat langsung dalam operasi saat ini.

Iran juga disebut meningkatkan tekanan melalui serangan drone dan rudal ke sejumlah negara Teluk seperti Yordania, Kuwait, dan Bahrain, serta mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz di luar aturan yang mereka tetapkan. Sementara itu, keterlibatan milisi Irak dan Houthi dinilai memperbesar risiko konflik berkembang menjadi perang kawasan yang lebih luas.

Ancaman Bukan Hal Baru

Ancaman terhadap Saudi bukan hal baru. Pada September 2019, fasilitas minyak strategis Abqaiq dan Khurais pernah diserang drone yang dikaitkan dengan kelompok proksi Iran. Serangan tersebut sempat memangkas sekitar separuh ekspor minyak Saudi selama beberapa hari dan menjadi peringatan keras mengenai rentannya infrastruktur energi kerajaan terhadap serangan udara.

Kekhawatiran Riyadh kembali meningkat setelah citra satelit pada pekan ini menunjukkan fasilitas minyak Abqaiq kembali menjadi sasaran serangan drone. Di saat bersamaan, Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel, sehingga Saudi mengalihkan ekspor sekitar lima juta barel minyak per hari melalui jaringan pipa timur-barat menuju terminal Yanbu di Laut Merah untuk menjaga pasokan ke pasar Asia tetap berjalan.

Namun jalur alternatif tersebut kini juga menghadapi ancaman. Setelah Saudi menyerang Bandara Sanaa pada pertengahan Juli untuk mencegah pesawat Iran mendarat, kelompok Houthi membalas dengan menyerang bandara Abha dan Jizan serta meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Kondisi tersebut membuat pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb menjadi semakin berisiko dan berpotensi mengganggu ekspor minyak Saudi ke Asia.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Riyadh. Setelah tujuh tahun gagal menaklukkan Houthi melalui operasi militer dan sempat mencapai gencatan senjata yang rapuh pada 2022, Arab Saudi kini kembali menghadapi ancaman serangan dari selatan oleh Houthi dan dari utara oleh milisi Irak.

Tekanan tersebut dinilai bertolak belakang dengan ambisi Visi 2030 yang membutuhkan stabilitas keamanan dan iklim investasi yang kondusif.

(tfa/șef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos Bank Neo Commerce (BBYB) Buka Suara Soal Naik Kelas ke KBMI II

Bos Bank Neo Commerce (BBYB) Buka Suara Soal Naik Kelas ke KBMI II

July 31, 2026
Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling

Investor JELI Kena Prank, Antrean Jual 68 Juta Lot Bikin Panic Selling

July 31, 2026
Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit 2028, Siap Buka Keran Dividen

Bank Neo Commerce Bidik Bebas Defisit 2028, Siap Buka Keran Dividen

July 31, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .