• Latest
Asing Getol Caplok Bisnis MI dan Nasabah Kaya RI, Ini yang Terbaru

Asing Getol Caplok Bisnis MI dan Nasabah Kaya RI, Ini yang Terbaru

October 9, 2026
Pemerintah RI Buka Ruang Terbitkan Surat Utang Global Akhir 2026

Pemerintah RI Buka Ruang Terbitkan Surat Utang Global Akhir 2026

October 9, 2026
Ditinggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

Ditinggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

October 9, 2026
Pemerintah Terbitkan Subsidi Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera

Pemerintah Terbitkan Subsidi Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera

October 9, 2026
Ditinggal Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

Ditinggal Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

October 9, 2026
Jelang Lepas Bisnis Ritel, HSBC Malah Kejar Nasabah Tajir

Jelang Lepas Bisnis Ritel, HSBC Malah Kejar Nasabah Tajir

October 9, 2026
BEI Perketat Syarat IPO Mulai 9 Oktober

BEI Perketat Syarat IPO Mulai 9 Oktober

October 9, 2026
BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US Miliar!

BI Tak Ikut The Fed Naikkan Bunga, Asing Malah Masuk US$8 Miliar!

October 9, 2026
Rahayu Djojohadikusumo Mundur dari Jabatan Komisaris Utama TRIN

Rahayu Djojohadikusumo Mundur dari Jabatan Komisaris Utama TRIN

October 9, 2026
Bank Mandiri Perkuat Bisnis Emas, Dapat Lisensi Bullion dari OJK

Bank Mandiri Perkuat Bisnis Emas, Dapat Lisensi Bullion dari OJK

October 9, 2026
Emiten RI Ini Ganti Pemilik, Rombak Pengurus dan Ubah Haluan Bisnis

Emiten RI Ini Ganti Pemilik, Rombak Pengurus dan Ubah Haluan Bisnis

October 9, 2026
BEI Perketat Aturan IPO Hari, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

BEI Perketat Aturan IPO Hari, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

October 9, 2026
Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Asing Getol Caplok Bisnis MI dan Nasabah Kaya RI, Ini yang Terbaru

2 hours ago
in People & Culture
Asing Getol Caplok Bisnis MI dan Nasabah Kaya RI, Ini yang Terbaru
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Minat investor asing terhadap sektor keuangan Indonesia terus berlanjut di tengah tekanan pasar saham, dengan industri pengelolaan investasi dan wealth management alias pengelolaan nasabah kaya menjadi salah satu sasaran ekspansi investor global.

Sejumlah transaksi sepanjang tahun ini menunjukkan tren tersebut. Manulife Wealth & Asset Management mengakuisisi Schroders Indonesia dan OCBC Indonesia yang juga mengakuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia.

Tren serupa terlihat di Asia Tenggara. Berdasarkan laporan perusahaan konsultan global Ernst & Young (EY), jumlah transaksi wealth dan asset management di kawasan meningkat menjadi delapan transaksi pada semester pertama 2026 dari hanya tiga pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi yang diumumkan melonjak menjadi US$145 juta dari US$0,8 juta.

Indonesia, menurut laporan itu, menjadi salah satu pasar yang menarik perhatian investor seiring pertumbuhan kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan meningkatnya permintaan terhadap produk investasi dan pengelolaan kekayaan.

Di tengah tren tersebut, BlueFive Capital yang berbasis di Abu Dhabi baru saja mengumumkan investasi strategisnya di Majoris Asset Management melalui platform investasi syariahnya, BlueFive786. Sebelumnya, BlueFive juga telah membangun aliansi strategis dengan Sriwijaya Capital, perusahaan investasi yang didirikan pengusaha Arsjad Rasjid untuk menghubungkan modal Timur Tengah dengan peluang investasi di Asia Tenggara, di mana Indonesia menjadi salah satu pasar utama.

Direktur Utama Majoris Asset Management, San Verandy Herveranto mengatakan, minat investor global pada industri pengelolaan investasi mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu didukung tata kelola dan pengelolaan risiko yang kuat agar kepercayaan investor tetap terjaga.

“Kemitraan strategis dapat memperkuat kapasitas manajer investasi dalam mengembangkan produk dan menjangkau sumber modal internasional, termasuk untuk investasi syariah,” ujar San Verandy, Jumat (9/10/2026).

Menanggapi besarnya minat investor global pada industri aset keuangan di Indonesia, Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya menilai Indonesia merupakan pasar yang menarik bagi Investor strategis di tengah menurunnya Index Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring potensi pertumbuhan nasabah, teknologi, dan akses pasar.

“Koreksi IHSG bisa membuka peluang masuk dengan harga yang lebih menarik, walaupun valuasi perusahaan privat belum tentu turun sebesar IHSG,” kata Andrey.

Menurut dia, ruang pertumbuhan layanan pembiayaan, investasi, dan pengelolaan kekayaan masih luas. Bagi investor asing, masuk lewat perusahaan lokal bisa mempercepat akses ke nasabah, jaringan distribusi, dan pemahaman pasar.

“Sekarang bisa menjadi kesempatan untuk membeli secara selektif, termasuk lewat M&A (merger dan akuisisi). Namun, jangan hanya karena harganya sudah turun. Kualitas bisnis, prospek laba, tata kelola, dan harga transaksi tetap harus masuk akal,” ujarnya.

Andrey menambahkan, peluang rebound akan lebih kuat apabila nilai tukar rupiah stabil, arah kebijakan jelas, dan laba perusahaan membaik.
“Untuk M&A, yang paling penting adalah bisnisnya tetap bisa menghasilkan nilai meskipun pemulihan IHSG membutuhkan waktu lebih lama,” ungkap dia.

Index Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat telah terkoreksi hampir 30% sepanjang tahun ini. Namun di balik koreksi tersebut, basis investor domestik justru terus berkembang.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 32,17 juta atau naik 57,96 persen hingga September 2026. Total dana kelolaan industri pengelolaan investasi telah mencapai lebih dari Rp1.000 triliun.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Pemerintah RI Buka Ruang Terbitkan Surat Utang Global Akhir 2026

Pemerintah RI Buka Ruang Terbitkan Surat Utang Global Akhir 2026

October 9, 2026
Ditinggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

Ditinggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Saham TRIN Anjlok 6,7%

October 9, 2026
Pemerintah Terbitkan Subsidi Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera

Pemerintah Terbitkan Subsidi Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .