Jakarta, CNBC Indonesia — Meski kembali mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp3,38 triliun sepanjang perdagangan 20-24 Juli 2026, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham.
Berdasarkan data perdagangan, PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) menjadi saham dengan nilai beli bersih (net foreign buy) terbesar selama sepekan, yakni mencapai Rp295,7 miliar. Sebagai informasi, transaksi dilakukan melalui pasar negosiasi.
Posisi berikutnya ditempati PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp290,5 miliar, disusul PT Barito Pacific Tbk (BRPT) senilai Rp209,3 miliar.
Sementara itu, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menjadi saham dengan net buy asing sebesar Rp100 miliar, diikuti PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp95,1 miliar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp87,8 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp67 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp60 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp57,4 miliar, serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp56,5 miliar.
Selengkapnya, berikut daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang 20-24 Juli 2026:
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) – Rp295,7 miliar
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) – Rp290,5 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp209,3 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) – Rp100 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp95,1 miliar
- PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) – Rp87,8 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – Rp67 miliar
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) – Rp60 miliar
- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – Rp57,4 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) – Rp56,5 miliar
Di tengah aksi beli selektif tersebut, investor asing secara keseluruhan masih mencatat net sell Rp3,38 triliun di pasar reguler selama sepekan, berbalik dari posisi net buy Rp442,05 miliar pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu menguat 0,34% ke level 6.196,43 pada akhir pekan. Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, di mana rata-rata nilai transaksi harian melonjak 41,21% menjadi Rp19,76 triliun, sementara rata-rata volume transaksi harian naik 66,88% menjadi 43,68 miliar saham.
Kendati demikian, di balik penguatan tipis IHSG sebesar 0,34% sepanjang pekan 20-24 Juli 2026, kondisi pasar sebenarnya belum sepenuhnya solid.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), secara jumlah saham terdapat 385 emiten yang melemah, lebih banyak dibandingkan 351 saham yang menguat, sedangkan 229 saham ditutup stagnan.
Jika dilihat dari kapitalisasi pasar, sekitar 54% kapitalisasi pasar juga berasal dari saham-saham yang terkoreksi, sedangkan saham yang menguat hanya mewakili 40%.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh kenaikan sejumlah saham tertentu, sementara tekanan jual masih terjadi pada sebagian besar saham, khususnya saham-saham berkapitalisasi besar.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google
















