• Latest
Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

July 30, 2026

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

September 16, 2026
Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

September 16, 2026
Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

September 16, 2026
Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

September 16, 2026
Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

September 16, 2026
IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke Level 6.484

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,36% ke Level 6.484

September 16, 2026
Dicecar Bursa Terkait Ketentuan Free Float, MBAP Buka Suara

Dicecar Bursa Terkait Ketentuan Free Float, MBAP Buka Suara

September 16, 2026
Was-was Menanti Rilis The Fed, Rupiah Anjlok ke Rp 17.700/USD

Was-was Menanti Rilis The Fed, Rupiah Anjlok ke Rp 17.700/USD

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%

2 months ago
in People & Culture
Banyak Warga RI Rajin Nabung Dolar, Tabungan Valas Naik 185%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Pertumbuhan rekening dolar Amerika Serikat (AS) semakin tinggi. Data distribusi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat rekening dolar AS naik 185,5% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juni 2026.

Seiring dengan peningkatan tersebut, nominal tabungan mata uang asing juga bertumbuh double digit. Tercatat jumlah nominal rekening tabungan valuta asing (valas) sebesar Rp1.741,46 triliun, naik 19,5% yoy.

Chief Economist Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Winang Budoyo menilai kenaikan ini terjadi karena masyarakat mencari aset lindung nilai di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Karena rupiahnya melemah, semua itu, orang untuk mencari keamanan, dia lebih banyak menyimpan uangnya dalam bentuk dolar,” kata Winang di Kelas Jurnalis Perbanas, Griya Perbanas, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan perputaran uang masyarakat masih sama, namun kini ada yang dikonversikan ke dolar AS.

“Jadi di situ sebetulnya dari sisi perputaran uangnya itu sebetulnya masih sama saja cuman jenisnya dari rupiah di convert ke dolar hanya untuk menjaga keamanan uang mereka itu saja,” tutur Winang.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu menyebut kenaikan tinggi pertumbuhan rekening dolar AS berasal dari pertumbuhan rekening dolar dengan tiering nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar.

“Yang jumlah yang di atas Rp5 miliar yang naik. Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik,” kata Anggito saat ditemui di sela-sela acara Seminar Nasional & Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat Perbanas, di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Winang memandang pertumbuhan rekening dolar AS lebih dari 180% yoy itu didorong oleh rekening nasabah ritel atau perorangan. Hal ini menjelaskan mengapa secara nominal, pertumbuhan rekening dolar AS tidak sekencang jumlah rekeningnya.

“Jadi bisa dibilang gini, logikanya adalah yang banyak nambah account US dollar, itu adalah lebih ke perseorangan. Nah kalau perserorangan, berarti kan memang nominalnya lebih terbatas dibandingkan yang korporasi. Di sisi lain, korporasi selama ini mereka udah punya account dalam US dollar gitu, jadi dalam bayangan saya ini adalah yang tumbuhnya masif itu dari sisi retail atau perseorangan,” jelasnya.

(mkh/mkh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .