• Latest
BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?

BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?

June 19, 2026
Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

October 9, 2026
Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

October 9, 2026
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

October 9, 2026
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?

4 months ago
in Lifestyle
BI Rate Naik 100 Basis Poin dalam Sebulan, Bakal Naik Lagi?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang tahun 2026. Adapun, langkah BI ini ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak ketidakpastian global.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI menaikkan 50 bps pada Mei lalu. Kemudian, dalam RDG Mingguan awal Juni, BI kembali menaikkan suku bunga acuan 25 bps hingga 5,50%. Pada RDG 17-18 Juni 2026, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Dengan kenaikan ini, total kenaikan suku bunga acuan sepanjang tahun ini mencapai 100 bps.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman mengatakan keputusan BI untuk menaikkan suku bunga BI sebesar 25bps lagi menjadi 5,75% pada pertemuan 26 Juni, setelah kenaikan suku bunga 25bps yang mengejutkan sebelumnya di bulan yang sama, bukanlah hal yang sepenuhnya tidak terduga.

Sebelumnya, Bank Mandiri melihat bahwa masih ada ruang untuk kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut selama sisa tahun 2026. Namun, kenaikan terbaru ini terjadi lebih awal dari perkiraan Mandiri, karena Mandiri hanya mengantisipasi kenaikan suku bunga tambahan pada awal kuartal ketiga tahun 2026.

“Menurut pandangan kami, kenaikan suku bunga ini mencerminkan langkah antisipasi yang bertujuan untuk mengurangi risiko kenaikan premi risiko pada aset keuangan Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan domestik, khususnya setelah sikap kebijakan Fed yang lebih hawkish dari yang diperkirakan pada pertemuan FOMC 26 Juni,” ujar Faisal.

Dari perspektif fundamental makroekonomi, ekonomi Indonesia tetap relatif tangguh. Namun, Faisal menilai kerentanan domestik juga tetap tinggi, terutama karena potensi dampak tertunda dari harga energi global yang lebih tinggi dan depresiasi rupiah terhadap prospek inflasi Indonesia, posisi fiskal, dan neraca eksternal.

“Faktor-faktor ini dapat meningkatkan tekanan inflasi impor melalui kenaikan biaya input dan berkontribusi pada pelebaran defisit kembar,” paparnya.

Dari sisi fiskal, penerimaan pemerintah yang lebih lemah dari perkiraan dapat membatasi fleksibilitas fiskal pada saat kewajiban pembayaran utang dan pengeluaran subsidi energi meningkat, terutama jika pemerintah terus mengejar agenda pertumbuhan ekspansif.

Sementara itu, sektor eksternal kemungkinan akan menghadapi tekanan yang meningkat dari impor yang lebih tinggi, terutama untuk energi dan barang setengah jadi, sementara ekspor mungkin tetap lesu di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian yang terus-menerus. Akibatnya, defisit transaksi berjalan dapat melebar lebih jauh, menambah tekanan pada rupiah.

“Tantangan-tantangan ini telah berkontribusi pada premi risiko yang lebih tinggi pada aset keuangan Indonesia dan tekanan depresiasi yang berkelanjutan pada rupiah,” tambahnya.

Selain itu, sentimen investor mungkin tetap waspada menjelang peristiwa-peristiwa penting, termasuk tinjauan klasifikasi pasar MSCI yang akan datang dan penilaian peringkat kedaulatan S&P untuk Indonesia pada Juni 2026 dan Juli 2026.

Dengan demikian, dia melihat bahwa lintasan suku bunga BI di masa depan sebagian besar akan bergantung pada bagaimana ketidakpastian global dan domestik berkembang.

“Periode ketidakpastian yang berkepanjangan dapat menyebabkan premi risiko yang lebih tinggi pada aset keuangan Indonesia, yang berpotensi mendorong BI untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih lanjut,” katanya.

Sebaliknya, Faisal menilai jika risiko eksternal dan domestik secara bertahap mereda dan kondisi pasar keuangan stabil, kebutuhan akan pengetatan kebijakan lebih lanjut dapat berkurang, memungkinkan BI memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan respons kebijakannya sejalan dengan perkembangan ekonomi fundamental.

“Karena kami memperkirakan tekanan ini akan secara bertahap mereda pada paruh kedua tahun 2026, untuk saat ini kami mempertahankan perkiraan dasar kami bahwa suku bunga BI akan tetap di 5,75% untuk sisa tahun 2026,” tegasnya.

Namun, jika tekanan eksternal dan domestik berlanjut atau meningkat, Faisal melihat kemungkinan bagi BI untuk menerapkan kenaikan suku bunga kebijakan lebih lanjut untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

October 9, 2026
Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

October 9, 2026
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .