• Latest
Bos JPMorgan Bunyikan Alarm ‘Bom Waktu’, Ada Krisis Mirip 2008?

Bos JPMorgan Bunyikan Alarm ‘Bom Waktu’, Ada Krisis Mirip 2008?

August 6, 2026
81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

November 2, 2026
OJK Luncurkan Blueprint Keuangan Syariah, Ini Isinya

OJK Luncurkan Blueprint Keuangan Syariah, Ini Isinya

November 2, 2026
Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

November 2, 2026
Dugaan Emas Nasabah 2,2 Kg Hilang, BJB Syariah Buka Suara

Dugaan Emas Nasabah 2,2 Kg Hilang, BJB Syariah Buka Suara

November 2, 2026
Alfamart vs Indomaret, Siapa yang Paling Untung?

Alfamart vs Indomaret, Siapa yang Paling Untung?

November 2, 2026
Daftar Saham Paling Cuan 2026 saat IHSG Berdarah-darah, Simak!

Daftar Saham Paling Cuan 2026 saat IHSG Berdarah-darah, Simak!

November 2, 2026
Daya Tarik IPO, BEI Kaji Insentif Pajak PPh Badan 3% Buat Emiten

Daya Tarik IPO, BEI Kaji Insentif Pajak PPh Badan 3% Buat Emiten

November 2, 2026
Triputra Agro (TAPG) Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Simak Jadwalnya!

Triputra Agro (TAPG) Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Simak Jadwalnya!

November 2, 2026
Video: OJK Ungkap Ada Rencana Penggalangan Dana Rp26,24 T di BEI

Video: OJK Ungkap Ada Rencana Penggalangan Dana Rp26,24 T di BEI

November 2, 2026
IHSG Menguat di Sesi I, 10 Saham Ini Banyak Diborong Asing

IHSG Menguat di Sesi I, 10 Saham Ini Banyak Diborong Asing

November 2, 2026
23 UKM Berpotensi Melantai di BEI, Mayoritas Sektor F&B

23 UKM Berpotensi Melantai di BEI, Mayoritas Sektor F&B

November 2, 2026
Wamen Juda-Bos BRI Kumpul di Kantor Airlangga, Bahas Kredit Perempuan

Wamen Juda-Bos BRI Kumpul di Kantor Airlangga, Bahas Kredit Perempuan

November 2, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Bos JPMorgan Bunyikan Alarm ‘Bom Waktu’, Ada Krisis Mirip 2008?

3 months ago
in Market
Bos JPMorgan Bunyikan Alarm ‘Bom Waktu’, Ada Krisis Mirip 2008?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon memperingatkan risiko besar yang sedang mengintai pasar keuangan global. Hal ini terkait margin debt,  yang diberikan broker ke investor untuk membeli saham dengan menjaminkan aset di akun investasinya.

Menurutnya, tingkat margin debt dan berbagai bentuk pinjaman tersembunyi di pasar telah mencapai level yang sangat tinggi. Sehingga, tegasnya, bisa berpotensi memicu gejolak kapan saja.

Dalam wawancara dengan CNBC International dikutip Kamis (6/8/2026), Dimon mengatakan banyak investor menggunakan leverage untuk memperbesar nilai investasinya. Kondisi tersebut membuat pasar menjadi lebih rentan terhadap guncangan.

“Margin debt adalah yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujarnya.

“Ada banyak utang yang tidak terlihat karena tidak disebut margin debt. Namanya bisa berbeda-beda, sebagian tersembunyi dan sebagian terbuka,” tambahnya.

Ia menjelaskan, leverage tidak hanya berasal dari pinjaman margin biasa. Tetapi juga melalui prime brokerage, hedge fund (layanan bank investasi), exchange-traded fund/ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa), hingga strategi arbitrase obligasi pemerintah AS (treasury).

“Leverage di pasar saat ini sangat tinggi,” ujarnya.

Peringatan Dimon muncul ketika valuasi saham global berada di level tinggi, di mana leverage hedge fund mendekati rekor, dan transaksi arbitrase obligasi pemerintah AS terus membesar. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa kerentanan di sistem keuangan global mulai meningkat.

Menurut Dimon, tingginya penggunaan utang membuat kegagalan satu investor atau satu hedge fund saja, berpotensi memicu gejolak yang lebih luas.

“Ketika leverage setinggi ini, peluang seseorang mengganggu pasar dalam waktu singkat menjadi lebih besar. Dan itu bisa membuat pelaku pasar panik,” katanya.

Pernyataan itu muncul setelah hedge fund berbasis kecerdasan buatan (AI), Situational Awareness yang didirikan Leopold Aschenbrenner, mengalami kerugian besar akibat taruhan agresif pada saham teknologi menggunakan dana pinjaman. Kerugian tersebut memicu margin call dan memaksa perusahaan melepas sebagian besar portofolio sahamnya.

JPMorgan sendiri merupakan salah satu prime broker hedge fund tersebut. Meski demikian, Dimon menilai pasar sejauh ini mampu menyerap kegagalan Situational Awareness tanpa memicu krisis yang lebih luas.

Krisis Keuangan Global 2008?

Meski demikian, ia juga menegaskan kondisi saat ini belum bisa disebut sebagai ancaman sistemik seperti krisis keuangan global 2008. Menurut Dimon, krisis 2008 bukan semata dipicu oleh tingginya leverage, melainkan besarnya kerugian dari kredit perumahan yang akhirnya menghantam sistem keuangan.

“Saya tidak mengatakan ini adalah risiko sistemik yang akan menimbulkan bencana. Tetapi memang level leverage saat ini tinggi,” katanya memperkirakan bank-bank dan lembaga kliring ke depan akan meningkatkan persyaratan agunan (collateral) apabila volatilitas pasar kembali meningkat.

Selain itu, Dimon juga mengingatkan bahwa defisit anggaran pemerintah, belanja infrastruktur, dan meningkatnya belanja pertahanan di berbagai negara berpotensi kembali mendorong inflasi dan menjaga suku bunga jangka panjang tetap tinggi. Menurutnya, tren persenjataan ulang di berbagai belahan dunia dapat menjadi salah satu faktor yang membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama.

“Sehingga, investor akan meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk memegang obligasi jangka panjang,” ujarnya.

(sef/sef)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, 10 Emiten Ini Bobotnya Makin Jumbo

November 2, 2026
OJK Luncurkan Blueprint Keuangan Syariah, Ini Isinya

OJK Luncurkan Blueprint Keuangan Syariah, Ini Isinya

November 2, 2026
Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

Video:IHSG Menguat Tapi Rupiah Nyaris Rp 18.200/USD, Ada Sentimen Apa?

November 2, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .