• Latest
Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

June 19, 2026
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Simak 5 Rekomendasi Saham Hari Ini

October 9, 2026
Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

Imbas Tekanan Saham AI Amerika, Bursa Asia Bervariasi

October 9, 2026
Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

Paramita Bangun Sarana Mau Stock Split Saham Jadi Rp 25 Per Saham

October 9, 2026
IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok Dekati 2%, Asing Lepas 10 Saham Ini

October 9, 2026
Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

Kinerja Asuransi & Strategi Menjangkau Pasar Baru

October 9, 2026
IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1%, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

October 9, 2026
Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

Danantara Mau Ambil Saham BEI 5% Lebih, OJK: Infrastruktur Belum Siap

October 9, 2026
Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

Kabar Baik! Spread SBN RI vs US Treasury Menipis, Kini Tinggal 188 Bps

October 8, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830

4 months ago
in Economy
Breaking! Dolar AS Menguat ke Rp17.830
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (19/6/2026). Di tengah menguatnya minta pasar global terhadap dolar AS.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka melemah ke posisi Rp17.830/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,73%.

Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (18/6/2026), rupiah berhasil ditutup menguat 0,17% ke level Rp17.700/US$. Penguatan tersebut terjadi setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di level 100,821.

Posisi tersebut masih berada di area tinggi setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya, Kamis (18/6/2026), DXY menguat tajam 0,76%.


Penguatan indeks dolar AS menunjukkan pelaku pasar masih memburu aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini pada akhirnya dapat menekan pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dolar AS bergerak kuat setelah pelaku pasar terus mencerna hasil rapat bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu waktu setempat. Rapat tersebut menjadi pertemuan pertama The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

Komentar Warsh yang cenderung singkat, ditambah proyeksi terbaru The Fed mengenai arah suku bunga, memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS masih berpeluang naik pada tahun ini. Ekspektasi tersebut turut mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam lebih dari setahun.

Di sisi lain, dari dalam negeri, pelaku pasar juga masih merespons hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Kamis (18/6/2026). Dalam rapat tersebut, BI kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Keputusan ini memberi harapan terhadap stabilitas, bahkan potensi penguatan rupiah ke depan. Sebab, kenaikan suku bunga tersebut menunjukkan BI masih fokus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan dolar AS dan ketidakpastian global.

Sebagai catatan, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar total 100 basis poin dalam rentang waktu sekitar satu bulan terakhir. Kenaikan pertama dilakukan pada RDG Bulanan Mei 2026 sebesar 50 basis poin, kemudian dilanjutkan pada RDG Mingguan pekan lalu sebesar 25 basis poin, dan terakhir pada RDG Bulanan Juni 2026 sebesar 25 basis poin.

Selain menaikkan suku bunga, BI juga kembali memperketat aturan pembelian valuta asing terhadap rupiah.

BI memangkas batas pembelian tunai valuta asing terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$10.000 per pelaku per bulan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

“Kami lakukan untuk menegakkan tata kelola aturan yang ada. Pembelian dolar, khususnya di atas US$10.000 harus ada underlying,” kata Deputi Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, BI telah menurunkan threshold atau batas pembelian dolar tanpa underlying menjadi US$25.000 per orang per bulan. Kini, batas tersebut kembali diturunkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA) agar semakin maju, efisien, dan pruden.

Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga daya tarik investasi asing dan meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, termasuk dalam stabilisasi nilai tukar rupiah.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .