• Latest
Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%

Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%

June 18, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

October 9, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

October 9, 2026
Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

October 9, 2026
Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

October 9, 2026
Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

October 9, 2026
Video: BI & Pengembangan QRIS

Video: BI & Pengembangan QRIS

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%

4 months ago
in Market
Breaking! Investor Tunggu Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 1,21%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (18/6/2026), melanjutkan koreksi yang dicatatkan pada perdagangan kemarin.

Berdasarkan data IDX Mobile pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di level 6.191,89, turun 28,85 poin atau 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.220,74.

Selang beberapa menit setelah pasar buka, IHSG malah turun tajam dan anjlok hingga 1,21% ke level 6.144,55.

Sebanyak 219 saham menguat, 93 saham melemah, dan 295 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 174,44 miliar dengan volume perdagangan 193,04 juta saham dan berpindah tangan sebanyak 28.834 kali.

Adapun emiten yang paling ramai ditransaksikan hari ini termasuk BBCA, BBRI, BMRI, TPIA dan BRMS.

Pergerakan pasar keuangan domestik dan global pada paruh kedua pekan ini memasuki fase krusial. Para pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada sejumlah agenda makroekonomi utama yang berpotensi menentukan arah aliran modal asing serta stabilitas nilai tukar.

Keputusan suku bunga The Fed serta Bank Indonesia akan menjadi fokus utama pasar hari ini. 

The Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50%-3,75% pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026. Namun, bank sentral AS memberi sinyal semakin kuat bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini seiring inflasi yang tetap jauh di atas target 2%.

Dalam pernyataan resminya, The Fed Fed menyatakan bahwa aktivitas ekonomi AS masih tumbuh solid.

Di sisi lain, inflasi masih berada di atas target 2% Fed. Karena itu, Fed menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target. Dalam pernyataan terbarunya, The Fed juga menghapus seluruh panduan arah suku bunga (forward guidance), menandai perubahan pendekatan di bawah kepemimpinan Warsh.

Dari ranah domestik, agenda fundamental yang menjadi pusat perhatian pada perdagangan Kamis hari ini adalah pengumuman hasil akhir Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) kali ini yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Namun kini, jaraknya menipis.

Dari 14 institusi yang berpartisipasi dalam polling CNBC Indonesia, delapan memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 5,75%. Sementara enam institusi lainnya memperkirakan BI mempertahankan suku bunga di level 5,50%.

Dengan hasil tersebut, median proyeksi dalam polling CNBC Indonesia berada di level 5,75%.

Setelah merespons arah kebijakan moneter Bank Indonesia hari ini, fokus manajer investasi global dan institusi domestik akan langsung tertuju pada pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat (19/6/2026) besok subuh.

Hasil tinjauan tahunan ini memiliki implikasi masif karena mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal di berbagai negara beserta kualitas infrastruktur pasarnya.

Bagi pasar ekuitas Indonesia, pengumuman besok subuh ini selalu menjadi sorotan krusial. Setiap penyesuaian metodologi klasifikasi pasar, perlakuan khusus terhadap instrumen ekuitas, maupun tinjauan terkait regulasi batasan bobot saham publik atau aturan free float akan berdampak terstruktur pada komposisi portofolio reksa dana pasif global.

Keputusan ini berpotensi akan memicu penyesuaian posisi investasi dalam volume transaksi yang besar. Hal ini juga berpotensi menciptakan volatilitas likuiditas dan harga saham emiten berkapitalisasi raksasa di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan nanti.

Selain Accessibility Review, MSCI juga akan segera merilis MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) subuh mendatang.

Sementara itu, Bursa saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026), meski pelaku pasar masih mencerna hasil rapat terbaru bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Melansir CNBC, penguatan pasar terjadi setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, namun memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi pada tahun ini.

Kontrak berjangka saham AS bergerak naik pada perdagangan Rabu malam waktu setempat. Futures S&P 500 menguat 0,2%, Nasdaq 100 naik 0,4%, sementara futures Dow Jones Industrial Average bertambah 73 poin atau sedikit di atas 0,1%.

Di kawasan Asia, indeks Kospi Korea Selatan melonjak 0,89% dan mencetak rekor tertinggi baru. Saham raksasa teknologi SK Hynix melesat 3,45% ke level tertinggi sepanjang masa, sementara Samsung Electronics naik 1,23%, meski indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,5%.

Pasar Jepang juga mencatatkan kinerja impresif dengan indeks Nikkei 225 naik 1,35% dan menembus level 71.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Indeks Topix turut menguat 1,27%, sedangkan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak relatif datar.

Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.200. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.312,16 sehingga mengindikasikan potensi pelemahan saat pembukaan perdagangan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .