• Latest
Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

June 24, 2026
Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

October 7, 2026
Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

October 7, 2026
Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

October 7, 2026
IHSG Lanjut Melesat, Asing Kompak Serok 10 Saham Ini

IHSG Lanjut Melesat, Asing Kompak Serok 10 Saham Ini

October 7, 2026
OJK Bidik RI Punya 5 Bank Syariah Besar, Skala Usaha Mendekati BSI

OJK Bidik RI Punya 5 Bank Syariah Besar, Skala Usaha Mendekati BSI

October 7, 2026
Ada 1 Bank Konvensional Mau Jadi Syariah, Maybank (BNII) Minat?

Ada 1 Bank Konvensional Mau Jadi Syariah, Maybank (BNII) Minat?

October 7, 2026
Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Saat IHSG Lanjut Menguat

Asing Diam-Diam Lego 10 Saham Ini Saat IHSG Lanjut Menguat

October 7, 2026
Haji Isam Naikkan Porsi saham Bayan Resources Jadi 10,08 Miliar

Haji Isam Naikkan Porsi saham Bayan Resources Jadi 10,08 Miliar

October 7, 2026
Investor Berebut Sukuk Negara, Pemerintah RI Dapat Dana Segar Rp10 T

Investor Berebut Sukuk Negara, Pemerintah RI Dapat Dana Segar Rp10 T

October 7, 2026
Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

October 6, 2026
Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 7, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900

3 months ago
in Market
Breaking News! Dolar AS Kini Tembus Rp17.900
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Mata uang Garuda kembali mengawali perdagangan Rabu (24/6/2026) di zona merah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Di tengah dinamika pergerakan dolar AS di pasar global yang makin kuat. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda dibuka di posisi Rp17.900/US$ atau melemah 0,36%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (23/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp17.835/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke level 101,432. Level ini sekaligus menjadi posisi terkuat indeks dolar dalam 13 bulan terakhir.

Penguatan tersebut juga melanjutkan kenaikan pada penutupan perdagangan sebelumnya, ketika DXY menguat tajam 0,38%.


Menguatnya dolar AS di pasar global menunjukkan masih derasnya minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi greenback. Kondisi ini pada akhirnya membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi semakin terbatas.

Dolar AS terus menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam lebih dari setahun. Penguatan tersebut terjadi seiring penyesuaian ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang dinilai semakin hawkish.

Rapat kebijakan The Fed (FOMC) pekan lalu, yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua The Fed Kevin Warsh, dibaca pasar sebagai sinyal bahwa bank sentral AS masih membuka ruang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pun meningkat tajam. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga minimal 25 basis poin pada rapat Juli naik menjadi 36,3%, dari sebelumnya 8,5% sepekan lalu. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada rapat September naik menjadi 69,1%, dari sebelumnya 29,1% sepekan sebelumnya.

Arah kebijakan suku bunga global yang lebih tinggi dalam waktu lama juga menjadi perhatian Bank Indonesia (BI). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga banyak mata uang negara lain.

“Kita lihat memang untuk nilai tukar, hampir semua negara juga mengalami pelemahan nilai tukar, karena saat ini yang terjadi adalah juga kita menghadapi situasi di global, istilahnya adalah higher for longer,” ujar Destry kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (24/6/2026).

Menurut Destry, kondisi global tersebut membuat BI perlu menjaga daya tarik instrumen keuangan rupiah, terutama bagi investor asing. Karena itu, BI dalam sebulan terakhir telah menaikkan suku bunga acuan hingga 100 basis poin.

“Kita berharap tentunya dengan suku bunga yang meningkat, itu akan meningkatkan daya tarik dari instrumen rupiah kita bagi offshore investor atau investor asing,” imbuh Destry.

Di sisi lain, pasar juga melihat The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini.

“Jadi market kan melihat berarti dia (The Fed) akan mempertahankan ataupun posisi suku bunga tinggi itu akan bertahan dan bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun ini,” ujar Destry.

Dengan kondisi tersebut, BI dinilai perlu tetap berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan. Fokusnya adalah menjaga daya tarik aset rupiah agar aliran modal asing bisa masuk dan mendukung stabilitas nilai tukar.

“Kita harus mempertahankan daya tarik dari instrumen keuangan kita, yang tentunya juga kita harapkan, memang dalam kondisi saat ini ya, kita jangan bicara dulu deh untuk BI Rate-nya turun gitu, enggak,” imbuhnya.

Selain arah kebijakan The Fed, pasar juga masih menanti data inflasi AS lainnya pada pekan ini, yakni Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE periode Mei. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting untuk melihat apakah tekanan inflasi di AS masih bertahan atau mulai mereda.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

Perkuat Ekosistem, OJK Rilis Kinerja Pembiayaan UMKM Tiap Semester

October 7, 2026
Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

Bursa Asia Variatif, Investor Cermati Imbal Hasil US Treasury

October 7, 2026
Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

Kisah Calon Bos Pertamina, Pilih Resign & Bisnis Air Mineral

October 7, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .