• Latest
Breaking News: Dolar Kembali Tembus Rp17.700

Breaking News: Dolar Kembali Tembus Rp17.700

May 22, 2026
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

OJK Bongkar Daftar Pihak Terkait Pelanggaran 3 Emiten Konglomerat

October 21, 2026
GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

GIC & Temasek Jawab Dugaan Pengaruhi MSCI Downgrade Bursa RI

October 21, 2026
OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

OJK Imbau Event Lari Lindungi Peserta Pakai Asuransi

October 21, 2026
Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

Membaca MSCI dengan Kepala Dingin

October 21, 2026
Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

Akhiri Perdagangan IHSG Parkir Naik 0,9%

October 21, 2026
OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

OJK & BEI Kumpulkan Investor Institusi Usai Pengumuman MSCI, Bahas Ini

October 21, 2026
WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

WIFI Angkat Komut dan Dirut Baru, Fadel Muhammad Gantikan Hashim

October 21, 2026
Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

Meleset dari Ramalan Pasar! BI Tahan Suku Bunga di 5,75%

October 21, 2026
BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

BI Ungkap Kredit Nganggur Tembus Rp2.562 T hingga September 2026

October 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Breaking News: Dolar Kembali Tembus Rp17.700

5 months ago
in People & Culture
Breaking News: Dolar Kembali Tembus Rp17.700
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Rupiah kembali menembus level psikologis nya pada perdagangan pagi ini.

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.15 WIB, rupiah berada di level Rp17.700/US$ atau melemah 0,34% terhadap dolar AS.

Pelemahan ini semakin dalam dibandingkan posisi pembukaan perdagangan. Pada awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 0,11% ke level Rp17.660/US$.

Dengan posisi tersebut, rupiah kembali berada di level psikologis Rp17.700/US$. Tekanan ini melanjutkan pelemahan rupiah pada perdagangan sebelumnya, Kamis (21/5/2026), ketika mata uang Garuda ditutup terkoreksi 0,23% ke level Rp17.640/US$.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh sejumlah agenda ekonomi dari dalam negeri. Salah satunya adalah rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 oleh Bank Indonesia (BI).

Data ini akan menjadi perhatian pasar untuk melihat ketahanan eksternal Indonesia di tengah tekanan rupiah, harga minyak yang masih tinggi, dan dolar AS yang masih kuat.

Pada kuartal IV-2025, NPI mencatat surplus US$6,1 miliar, membaik dibandingkan kuartal III-2025 yang mencatat defisit US$4,0 miliar.

Namun, transaksi berjalan pada kuartal IV-2025 mencatat defisit US$2,5 miliar atau 0,7% dari PDB. Posisi ini berbalik dari kuartal sebelumnya yang masih mencatat surplus US$4,0 miliar atau 1,1% dari PDB.

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus US$8,3 miliar, berbalik dari defisit US$8,0 miliar pada kuartal III-2025. Surplus ini terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio.

Pasar akan mencermati apakah NPI kuartal I-2026 masih mampu mencatat surplus. Data ini menjadi penting karena tekanan eksternal meningkat akibat perang di Timur Tengah, harga minyak yang tinggi, dan pergerakan dolar AS.

Dari eksternal, pergerakan dolar AS juga masih menjadi perhatian pasar. Indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi enam minggu terakhir, setelah bergerak volatil pada sesi sebelumnya akibat sinyal yang belum seragam terkait peluang kesepakatan damai AS-Iran.

Washington dan Teheran masih berada pada posisi yang berseberangan terkait stok uranium Iran dan kendali Selat Hormuz. Meski begitu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut terdapat beberapa sinyal positif dalam proses pembicaraan.

Selama dolar AS masih bertahan di area tinggi, ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung ikut terbatas.

(evw/evw)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

Kasus IPO CUAN, OJK Beri Sanksi 2 Sekuritas dan Direkturnya

October 21, 2026
Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

Denda Rp500 Miliar, OJK Bongkar Masalah di Balik IPO Saham BREN

October 21, 2026
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK

October 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .