Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga pertengahan sesi I perdagangan, Rabu (29/7/2026), seiring aksi jual yang terjadi di mayoritas saham.
Hingga pukul 10.15 WIB, IHSG turun 92,78 poin atau 1,51% ke level 6.037,81. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.029,32 hingga 6.174,41.
Pelemahan terjadi di tengah dominasi saham yang berada di zona merah. Sebanyak 573 saham melemah, 124 saham menguat, dan 268 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,41 triliun dengan volume perdagangan 20,72 miliar saham dalam 891 ribu kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.570 triliun.
IHSG sempat dibuka di level 6.141,16 dan sempat menguat ke level tertinggi harian 6.174,41. Namun, tekanan jual yang muncul setelah pembukaan membuat indeks berbalik arah dan terus memperlebar pelemahannya hingga menyentuh level terendah intraday di 6.029,32.
Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global, termasuk hasil rapat Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan dini hari nanti waktu Indonesia, di tengah pergerakan pasar regional yang cenderung berhati-hati.
Mayoritas pasar memperkirakan The Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%, menyusul pandangan Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa kenaikan harga energi saat ini lebih dipicu oleh gangguan pasokan jangka pendek ketimbang tekanan inflasi struktural.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google



















