• Latest
Brent Tembus US4, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

Brent Tembus US$104, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

May 22, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

October 20, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

October 20, 2026
Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

October 20, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

October 20, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

October 20, 2026
Breaking! IHSG Meroket 5%

Breaking! IHSG Meroket 5%

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Brent Tembus US$104, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut

5 months ago
in People & Culture
Brent Tembus US4, Pasar Cemas Konflik Timur Tengah Berlarut
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Harga minyak dunia kembali menanjak pada perdagangan Jumat (22/5/2026) pagi, setelah pasar mulai meragukan peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Fokus pasar kini kembali tertuju pada risiko pasokan global, terutama jalur vital Selat Hormuz yang masih dibayangi gangguan distribusi energi dari kawasan Timur Tengah.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) naik ke US$104,24 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/CLc1) berada di level US$97,48 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Brent ditutup di US$102,58 dan WTI di US$96,35 per barel.



Meski menguat pagi ini, pergerakan minyak sepanjang pekan masih sangat liar. Dalam rentang kurang dari dua minggu, Brent sempat menyentuh US$112,1 per barel pada 18 Mei sebelum turun tajam ke kisaran US$102. WTI pun bergerak dari US$108,66 menuju area US$96-97 per barel. Volatilitas tinggi ini lahir dari kombinasi konflik geopolitik, ancaman gangguan suplai, hingga spekulasi arah produksi OPEC+.

Reuters melaporkan negosiasi AS-Iran masih menemui jalan terjal. Sumber senior Iran menyebut belum ada kesepakatan dengan Washington, walau jarak pandangan kedua negara mulai menyempit. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengaku ada “tanda-tanda positif” dalam pembicaraan tersebut, namun AS menolak segala bentuk sistem tarif maupun kontrol di Selat Hormuz.

Pasar memandang Selat Hormuz sebagai urat nadi energi dunia. Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan energi global melintas dari jalur sempit tersebut. Konflik yang berlangsung kini telah memangkas sekitar 14 juta barel per hari pasokan minyak dunia, setara 14% suplai global, termasuk ekspor dari Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, hingga Kuwait.

Kepala perusahaan migas nasional Abu Dhabi, ADNOC, bahkan memperkirakan arus normal minyak melalui Hormuz belum akan pulih penuh sebelum kuartal I atau kuartal II 2027, sekalipun konflik berhenti hari ini. Pernyataan itu membuat pelaku pasar mulai menghitung ulang potensi krisis pasokan jangka panjang.

Analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida, mengatakan kenaikan harga minyak pagi ini dipicu ketidakpastian arah negosiasi damai. Pasar masih melihat risiko gangguan suplai dari Timur Tengah tetap tinggi selama situasi Hormuz belum stabil. Yoshida memperkirakan harga WTI pekan depan bergerak di kisaran US$90-US$110 per barel, pola yang sudah terbentuk sejak akhir Maret lalu.

Dari sisi pasokan, tujuh negara utama OPEC+ disebut kemungkinan menyetujui kenaikan moderat target produksi Juli dalam pertemuan 7 Juni mendatang. Namun tambahan produksi itu belum cukup menenangkan pasar karena distribusi minyak dari sejumlah negara produsen masih terganggu akibat perang Iran.

Lonjakan harga minyak kini kembali memunculkan kekhawatiran inflasi global. Negara-negara importir energi menghadapi ancaman kenaikan biaya logistik, transportasi, hingga pangan apabila harga bertahan di atas US$100 per barel dalam waktu lama. Situasi ini membuat pasar global masuk ke fase sensitif: di satu sisi ada harapan diplomasi, di sisi lain ancaman krisis pasokan belum benar-benar pergi.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .