• Latest
Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

July 2, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

52 Perusahaan Jasa Keuangan Kena Denda OJK, `141 Peringatan Tertulis

October 5, 2026
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono Mengundurkan Diri

October 5, 2026
Danantara Tutup 354 BUMN

Danantara Tutup 354 BUMN

October 5, 2026
Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

Bertemu Presiden, Bos Danantara Buka-Bukaan Soal Perampingan BUMN

October 5, 2026
Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

Utang Pinjol Warga RI Rp107 T, Kredit Macet Naik Jadi 4,73%

October 5, 2026
Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

Piutang Multifinance Cuma Tumbuh 1,68%, Penjualan Kendaraan Melambat

October 5, 2026
OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

OJK Blokir 38.796 Rekening Judol, Bank Diminta Pantau NIK Pelaku

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1,3% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

IHSG Ditutup Naik 1.1% Ini Penyebabnya

October 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%

3 months ago
in Market
Bursa Asia Dibuka di Zona Merah, Kospi Korea Anjlok 5,36%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (3/7/2026), mengikuti penurunan yang terjadi di Wall Street seiring aksi ambil untung investor pada saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor.

Melansir CNBC, indeks Kospi Korea Selatan memimpin pelemahan di kawasan dengan anjlok 5,36% saat pembukaan perdagangan. Penurunan tajam tersebut mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan selama lima menit guna meredam volatilitas pasar, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,55%.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,70%, sedangkan Topix masih mampu menguat tipis 0,13%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,59% pada awal perdagangan.

Sentimen negatif di Asia mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat yang ditutup melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks Dow Jones sempat melonjak 423,46 poin dan menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum akhirnya memangkas seluruh kenaikan dan ditutup nyaris stagnan.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,2% dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%. Pelemahan tersebut terjadi seiring investor mengurangi eksposur pada saham-saham produsen chip yang sebelumnya menjadi motor penguatan pasar.

Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 5,4%, sementara saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing anjlok lebih dari 10%.

Meski demikian, Strategist Ned Davis Research Rob Anderson menilai rotasi keluar dari saham semikonduktor merupakan perkembangan yang sehat bagi pasar saham. Menurutnya, salah satu ciri pasar bullish selama ini adalah terjadinya rotasi sektor yang berkelanjutan.

Anderson mengatakan peralihan minat investor ke sektor siklikal non-komoditas dapat menjadi bukti tambahan bahwa pasar saham memasuki paruh kedua tahun ini dalam kondisi yang kuat. Ia juga menilai tren tersebut membuka peluang berlanjutnya pasar bullish hingga jauh ke paruh kedua 2026.

Pelaku pasar kini juga menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Juni. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 115.000 lapangan kerja pada bulan lalu, yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter dan prospek pasar keuangan ke depan.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!

October 5, 2026
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026

October 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .