
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (20/10/2026), seiring investor mencermati perkembangan sektor teknologi setelah aksi jual saham pekan lalu.
Melansir CNBC, Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,82% pada awal perdagangan, sementara indeks Kospi Korea Selatan merosot 2,31% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,84%.
Sebelumnya, saham-saham teknologi mengalami aksi jual tajam pada pekan lalu yang kemudian meluas ke pasar secara keseluruhan. Tekanan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap perusahaan yang mengambil terlalu banyak utang untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Ekonom senior Interactive Brokers Jose Torres mengatakan membaiknya sentimen terhadap prospek teknologi modern memberikan kelegaan bagi pelaku pasar di Wall Street. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi posisi lindung nilai setelah biaya perlindungan terhadap volatilitas melonjak pada perdagangan Jumat, menjelang aksi jual yang semakin intensif.
“Perbaikan sentimen mengenai prospek teknologi modern membuat Wall Street bisa bernapas lega ketika pelaku pasar melepas posisi lindung nilai, setelah biaya perlindungan terhadap volatilitas melonjak intraday pada Jumat, menjelang aksi jual yang semakin intensif,” tulis Torres dikutip Selasa, (20/10/2026).
Sementara itu, saham perusahaan komputasi awan CoreWeave berupaya memulihkan sebagian kerugiannya setelah anjlok lebih dari 25% pada pekan lalu. Upaya pemulihan tersebut didukung oleh peningkatan rekomendasi saham menjadi buydari Goldman Sachs, meskipun penguatan pada awal perdagangan akhirnya memudar dan saham ditutup sedikit lebih rendah.
Pada perdagangan Selasa, investor juga akan mencermati serangkaian laporan kinerja keuangan perusahaan yang berpotensi mempengaruhi arah pasar saham. United Airlines dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan perdagangan, sedangkan General Motors akan melaporkan kinerjanya sebelum pasar dibuka.
Pekan ini menjadi periode sibuk bagi investor untuk mengevaluasi kinerja emiten, dengan sekitar 70 perusahaan anggota indeks S&P 500 dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan. Selain laporan korporasi, investor juga akan mencermati data housing starts atau pembangunan rumah baru serta pending home sales atau penjualan rumah yang belum menyelesaikan transaksi pada Selasa.
(fsd/fsd)
















