• Latest
Bursa Hong Kong Bisa Salip AS, Total IPO Capai Rp 226,68 Triliun

Bursa Hong Kong Bisa Salip AS, Total IPO Capai Rp 226,68 Triliun

July 4, 2025
DPR Ingatkan Anak Muda, Pinjol-Investasi Bodong Ganggu Masa Depan

DPR Ingatkan Anak Muda, Pinjol-Investasi Bodong Ganggu Masa Depan

September 5, 2026
AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

September 5, 2026
Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

September 5, 2026
Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

September 5, 2026
LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026

LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026

September 4, 2026
BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

September 4, 2026
BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

September 4, 2026
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

September 4, 2026
Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

September 4, 2026
Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

September 4, 2026
Luhut Ungkap Cerita di Balik Masuknya BYD ke Indonesia

Luhut Ungkap Cerita di Balik Masuknya BYD ke Indonesia

September 4, 2026
Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

September 4, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Bursa Hong Kong Bisa Salip AS, Total IPO Capai Rp 226,68 Triliun

1 year ago
in People & Culture
Bursa Hong Kong Bisa Salip AS, Total IPO Capai Rp 226,68 Triliun
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar modal mencatatkan rekor penggalangan dana semester pertama terbaik sejak 2021. Bahkan, pasar Initial Public Offering (IPO) Hong Kong disebut bisa mengalahkan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

Data Dealogic menunjukkan bahwa volume pencatatan saham baru di Bursa Efek Hong Kong (HKEX) melonjak delapan kali lipat menjadi US$14 miliar atau sekitar Rp226.68 triliun pada paruh pertama 2025, dari hanya US$1,8 miliar di periode yang sama tahun lalu. Angka itu belum termasuk pencatatan oleh perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC).

Dengan capaian tersebut, Hong Kong berada di jalur untuk menjadi destinasi pencatatan saham terbesar dunia, melampaui Nasdaq dan Bursa Efek New York. PwC memproyeksikan ada hingga 100 IPO di Hong Kong tahun ini, dengan total dana terkumpul melampaui US$25,5 miliar.

Kebangkitan ini terjadi setelah bertahun-tahun pasar IPO Hong Kong lesu akibat sentimen risiko pascapandemi dan pertumbuhan ekonomi yang tertatih-tatih. Pada semester pertama 2025, terdapat 43 pencatatan baru dengan dana terkumpul US$13,6 miliar, lebih tinggi dari total tahun 2024.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2023 hanya terdapat 73 pencatatan di HKEX dengan dana US$5,9 miliar, menurut data bursa. Tren ini menunjukkan pemulihan signifikan dalam waktu singkat.

Menurut Steven Sun, Kepala Strategi Ekuitas China di HSBC, minat baru ini dipicu kombinasi faktor, termasuk dukungan regulasi dari Beijing, lambatnya pencatatan saham A di daratan, melimpahnya likuiditas pasar, dan kekhawatiran delisting dari bursa AS. Banyak perusahaan China kini memilih menggalang dana di Hong Kong melalui skema pencatatan ganda A-to-H.

“Boom IPO di Hong Kong jelas dipicu oleh perusahaan yang mencatatkan saham A lalu saham H,” kata Sun, dikutip dari CNBC.com.

Ia menambahkan, dana hasil IPO digunakan untuk mendukung strategi globalisasi perusahaan, karena dolar Hong Kong lebih likuid di pasar global dibanding yuan.

Kebijakan Beijing turut berperan mendorong optimisme. Lonjakan harga saham China pada September lalu karena harapan stimulus ekonomi memperkuat narasi positif pasar.

Awal tahun ini, peluncuran model AI canggih dari DeepSeek turut memicu reli saham teknologi China dan menarik minat investor global terhadap sektor inovasi. Menurut Eugene Hsiao dari Macquarie, valuasi pasar kini telah kembali ke rata-rata historis, memberi landasan kuat bagi perusahaan yang ingin IPO.

Hingga Rabu lalu, indeks Hang Seng telah melonjak 21% sepanjang 2025, menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik secara global. Harapan akan stimulus fiskal tambahan dari pemerintah China untuk melindungi ekonomi juga menambah rasa percaya pelaku pasar.

Presiden Xi Jinping bahkan menyampaikan langsung kepada para pemimpin bisnis bahwa sektor swasta dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Persetujuan pemerintah terhadap pencatatan luar negeri pun membuka keran permintaan yang selama ini tertahan.

Lorraine Tan dari Morningstar menyebut bahwa perusahaan-perusahaan konsumer unggulan yang lebih tahan dari risiko geopolitik kini memimpin gelombang IPO. Sementara itu, otoritas sekuritas China mempercepat proses pencatatan luar negeri, dan regulator Hong Kong membuka jalur cepat “Technology Enterprises Channel” untuk sektor teknologi dan biotek.

“Dorongan kebijakan bagi perusahaan unggulan untuk IPO di Hong Kong memberi suntikan energi yang sangat dibutuhkan,” ujar Perris Lee, Kepala Pasar Modal Ekuitas di Dealogic.

Likuiditas dari investor daratan juga menjadi mesin pendorong reli pasar Hong Kong. Mereka memburu saham-saham yang terlibat dalam gelombang IPO dan terinspirasi oleh gebrakan DeepSeek di bidang AI.

Net inflow dari jalur Stock Connect mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2025 sejak program itu diluncurkan pada 2014, menurut Wind Information. Sementara itu, indeks CSI 300 di China nyaris stagnan, hanya naik 0,2% sejak awal tahun.

Kondisi itu mendorong investor lokal mengalihkan dana ke saham-saham di Hong Kong, hingga aliran dana dari jalur selatan menyumbang hampir separuh dari total transaksi harian. Hal ini mendukung likuiditas dan permintaan terhadap saham-saham baru.

Lonjakan minat juga terlihat dari perusahaan besar seperti Contemporary Amperex Technology yang telah terdaftar di Shenzhen dan meraih dana lebih dari US$5 miliar dari pencatatan sekunder di Hong Kong. Ini menjadi penawaran saham sekunder terbesar di dunia sejauh ini pada 2025.

Dari lebih dari 200 perusahaan yang mengajukan IPO ke HKEX, lebih dari 40 di antaranya sudah tercatat di bursa daratan, berdasarkan data Wind. Di antara nama-nama ternama yang mencatatkan IPO perdana di Hong Kong tahun ini adalah Mixue Group, Guming Holding, dan Caocao Inc.

Menurut Hsiao, keinginan menggalang dana dalam mata uang HKD mencerminkan strategi ekspansi global perusahaan. Dorongan dari Beijing agar perusahaan memperluas operasi di luar negeri menjadi pendorong utama tren ini.

Wei Li dari BNP Paribas menambahkan bahwa pasar Hong Kong lebih “inklusif” terhadap sektor-sektor baru seperti AI, energi terbarukan, konsumsi digital, dan biotek. Hal ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan daratan yang ingin tetap relevan dan tumbuh di tengah ketegangan dengan AS.

Tingginya ketegangan AS-China membuat banyak perusahaan China menjadikan Hong Kong sebagai tempat IPO utama mereka.

“Pencatatan sekunder adalah bentuk perlindungan ekstra jika terjadi delisting di AS,” kata Lee, seraya menambahkan bahwa banyak perusahaan kini menyiapkan rencana cadangan bersama penasihat keuangan mereka.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Wall Street Dibuka Menguat Meski Laporan Perusahaan Beragam




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
DPR Ingatkan Anak Muda, Pinjol-Investasi Bodong Ganggu Masa Depan

DPR Ingatkan Anak Muda, Pinjol-Investasi Bodong Ganggu Masa Depan

September 5, 2026
AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

September 5, 2026
Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

September 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .