• Latest
China Diam-Diam Timbun Harta Karun RI Saat Perang Dagang

China Diam-Diam Timbun Harta Karun RI Saat Perang Dagang

July 7, 2025
AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

September 5, 2026
Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

September 5, 2026
Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

September 5, 2026
LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026

LPS Mau Dongkrak Literasi Lampung Lewat Financial Festival 2026

September 4, 2026
BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

BTN Tinggal Tunggu Aturan BP Tapera Eksekusi KPR Tenor 40 Tahun

September 4, 2026
BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

BTN Rombak Jajaran Direksi, Ini Alasannya

September 4, 2026
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%

September 4, 2026
Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

Orang Kaya RI Makin Banyak, Ini Prospek Asuransi Berbasis USD

September 4, 2026
Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

Daftar Lengkap 13 Bank yang Tutup Hingga September 2026

September 4, 2026
Luhut Ungkap Cerita di Balik Masuknya BYD ke Indonesia

Luhut Ungkap Cerita di Balik Masuknya BYD ke Indonesia

September 4, 2026
Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

Nixon Tetap Dirut, Lima Kursi Direksi Berubah

September 4, 2026
Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha

Adhi Karya Pangkas Seluruh Anak Usaha

September 4, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Saturday, September 5, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

China Diam-Diam Timbun Harta Karun RI Saat Perang Dagang

1 year ago
in Market
China Diam-Diam Timbun Harta Karun RI Saat Perang Dagang
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – China menimbun nikel dalam jumlah besar di tengah tensi dagang dengan Amerika Serikat (AS). Negeri itu memanfaatkan harga yang rendah untuk memperkuat cadangan logam yang penting bagi baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV).

Menurut dua sumber serta analisis Financial Times (FT), Beijing diperkirakan telah membeli hingga 100.000 ton nikel untuk cadangan negaranya sejak Desember. Tiga sumber lainnya mengonfirmasi pembelian tersebut tetapi tidak memberikan angka.

Pakar industri mengatakan persediaan nikel Beijing diperkirakan mencapai 60.000 hingga 100.000 ton sebelum putaran pembelian terakhir, yang berarti China diperkirakan telah menggandakannya tahun ini. Sementara itu, China tidak secara teratur mengungkapkan volume cadangan logamnya.

“Telah terjadi peningkatan besar dalam impor logam nikel Tiongkok dan itu masuk ke dalam persediaan strategis pemerintah,” kata seorang tokoh industri senior, dikutip dari FT, Senin (7/7/2025).

Peningkatan ini terjadi saat Beijing berupaya mengamankan rantai pasokannya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Washington, dan saat harga nikel mencapai level terendah sejak 2020. China saat ini mendominasi rantai pasokan global mineral penting dan tanah jarang, serta menguasai mitra dagang, menggunakannya sebagai alat leveraging.

Sumber mengungkapkan Administrasi Cadangan Pangan dan Strategis Nasional Tiongkok, badan pemerintah yang mengelola stok resmi, telah membeli nikel dengan kemurnian tinggi, yang dikenal sebagai logam “kelas satu”, sejak Desember. Adapun nikel kelas satu digunakan dalam pelapisan listrik untuk barang-barang konsumen dan kedirgantaraan serta produksi baterai kendaraan listrik.

Data bea cukai menunjukkan pembelian nikel murni Tiongkok mencapai 77.654 ton dalam lima bulan pertama tahun 2025, level pembelian tertinggi untuk periode tersebut sejak 2019 dan lebih dari dua kali lipat volume selama periode yang sama tahun lalu.

Namun, konsumsi nikel kelas satu hanya tumbuh 5-10% per tahun, menurut salah satu analis industri terkemuka. Kelompok Studi Nikel Internasional telah memperkirakan total permintaan nikel di Tiongkok akan meningkat 4,9% pada tahun 2025, termasuk kadar yang lebih rendah seperti nikel pig iron dan produk nikel lainnya.

Ketidaksesuaian itu “adalah bukti kuat untuk penimbunan”, kata tokoh industri tersebut.

Menurut seseorang yang dekat dengan mitra dagang pemerintah, China juga menimbun logam industri lainnya. Ia mengatakan administrasi cadangan strategis mengindikasikan dalam pemberitahuan bulan Maret bahwa mereka ingin membeli nikel, litium, kobalt, dan tembaga untuk persediaan negara.

Adapun harga nikel telah merosot sekitar 40% selama dua tahun terakhir karena perluasan produksi yang cepat di Indonesia, yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan mengendalikan dua pertiga pasokan global. Kontrol ekspor nikel mentah di masa lalu telah merugikan produsen baja Tiongkok.

“Karena harga nikel anjlok tahun lalu, sebenarnya ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan cadangan nasional,” tambah orang tersebut.

Pembelian oleh Tiongkok bahkan dapat memberikan dasar bagi harga nikel, yang juga terpukul oleh melambatnya permintaan baterai kendaraan listrik berbasis nikel, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Penarikan nikel kelas satu dari jaringan global gudang LME juga menunjukkan pola perdagangan yang tidak biasa. Data LME menunjukkan pembeli global menarik 78.798 ton antara Januari dan 27 Juni, jauh lebih tinggi dari 17.544 ton pada periode yang sama tahun lalu dan bahkan melampaui 44.106 ton untuk seluruh tahun 2024. LME mengatakan volume perdagangan nikel mencapai level kuartalan tertinggi dalam tiga bulan terakhir sejak awal tahun 2020.

“Ide Tiongkok menimbun nikel adalah sesuatu yang telah banyak kami bicarakan dengan para pelaku pasar dan klien,” kata seorang analis pasar.

Tiongkok mungkin membeli nikel kelas satu yang berasal dari Indonesia yang pasokannya ke LME telah melonjak dalam setahun terakhir sejak bursa mengizinkan nikel olahan yang diproduksi oleh perusahaan Indonesia dan Tiongkok masuk ke gudangnya. China juga kemungkinan akan membeli dari produksi dalam negeri, yang tidak tercermin dalam LME atau data impor, kata orang-orang tersebut.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Trump Melunak Soal Tarif ke China, Bursa Asia Kompak Menguat




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

AI Goda Belanja, Kita Harus Pegang Kendali

September 5, 2026
Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

Jelang Konsolidasi BUMN Karya, Brantas Abipraya Gabungkan Anak Usaha

September 5, 2026
Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

Kerja Saat Libur Demi Bayar Uang Sekolah, Bocah SMP Nemu Emas Rp3,1 M

September 5, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .