• Latest
Ekonom Ramai-Ramai Ramal Rupiah Bakal Menguat, Bisa ke Rp17.500/US$?

Ekonom Ramai-Ramai Ramal Rupiah Bakal Menguat, Bisa ke Rp17.500/US$?

June 15, 2026
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

Destry Ungkap ‘Musuh Besar’ Rupiah Bukan dari Dalam Negeri

October 9, 2026
Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

Kacau! Trump Tuding Kandidat Muslim Teroris, Abdul Dipanggil Muhammad

October 9, 2026
Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

Dunia Masuki Era ‘Higher for Longer’, BI Siapkan Napas Panjang

October 9, 2026
Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

Wakil Presiden Komisaris Shubhasish Mundur dari Bundamedik (BMHS)

October 9, 2026
BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

BRI Wealth Management Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

October 9, 2026
Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat 1,04% ke Level 6.093

October 9, 2026
Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia

October 9, 2026
Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

Yield SRBI Sempat Bikin Biaya Dana Naik, BI Ganti Strategi!

October 9, 2026
Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

Jelang Merger, Adhi Karya Jual Saham Entitas JSMR Senilai Rp 1,7 T

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Ekonom Ramai-Ramai Ramal Rupiah Bakal Menguat, Bisa ke Rp17.500/US$?

4 months ago
in Economy
Ekonom Ramai-Ramai Ramal Rupiah Bakal Menguat, Bisa ke Rp17.500/US$?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa pengamat ekonomi memperkirakan rupiah bisa kembali perkasa di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) jika kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran benar tercapai minggu ini.

Bahkan, beberapa ekonom memperkirakan rupiah bisa kembali menyentuh Rp17.500 per US$ jika kesepakatan tersebut terwujud.

Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Myrdal Gunarto mengatakan penguatan rupiah bisaa terus terjadi jika kesepakatan damai tersebut benar terwujud.

“Dengan adanya penurunan tensi geopolitik setelah kesepakatan damai terwujud, kami melihat ada sinyal positif bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia, dan ini menjadi sinyal positif bagi rupiah,” kata Myrdal kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (15/6/2026).

Myrdal pun memprediksi jika kesepakatan damai tersebut benar terwujud, maka bukan tidak mungkin satu dolar kembali mencapai Rp17.500.

“Potensi rupiah ke level Rp17.500/US$ itu memang ada, jika kesepakatan damai terwujud, dan level resistance rupiah kami tentukan di Rp17.426/US$,” lanjut Myrdal.

Meski begitu, perlu ada sentimen lain untuk mendukung kuat agar rupiah bisa terapresiasi lebih besar lagi, mulai dari penurunan harga minyak global, fundamental perusahaan yang cukup menarik, dan lain-lain.

“Penguatan rupiah juga perlu didukung penurunan harga minyak ke bawah level US$80 per barel, membuat arus imbal hasil asing semakin deras, juga didukung oleh fundamental perusahaan yang menarik,” terang Myrdal.

Sedangkan Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan kesepakatan damai AS-Iran bisa menjadi katalis positif bagi rupiah.

“Rencana kesepakatan damai AS-Iran dapat menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan Indonesia, termasuk rupiah, bisa saja menguat ke level Rp17.500/US$. Tapi untuk bertahan di level tersebut, membutuhkan kombinasi yang cukup kuat,” kata Josua.

Josua menambahkan, potensi penguatan rupiah ke level Rp17.500/US$ masih bersifat sementara dan untuk bertahan di level tersebut masih cukup sulit, karena masih ada sentimen lainnya yang dapat mempengaruhi rupiah seperti keputusan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dan kondisi di dalam negeri.

“Terkait peluang rupiah menguat ke Rp17.500 per dolar AS pekan ini, menurut saya level tersebut bisa diuji, tetapi belum menjadi skenario utama. Untuk mencapai Rp17.500, rupiah membutuhkan kombinasi yang cukup kuat, seperti penandatanganan kesepakatan berjalan lancar, harga minyak turun lebih jauh, dolar AS melemah, arus modal asing masuk ke SBN dan SRBI berlanjut, serta tidak ada kejutan negatif dari kebijakan domestik,” jelas Josua.

Terkait kisaran level rupiah, ia memasang di rentang Rp17.550 – Rp17.850 per US$.

Sementara itu, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual memprediksi rupiah bisa menguat ditopang oleh kabar kesepakatan damai AS-Iran. Namun di pekan ini, pihaknya memprediksi rupiah belum akan menyentuh level psikologis Rp17.500/US$.

“Kesepakatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar global, bukan cuma Indonesia. Terdapat potensi untuk rupiah melanjutkan penguatan dibandingkan level saat ini, dengan syarat tambahan katalis selain dari perjanjian damai AS-Iran tadi, seperti keputusan rapat The Fed yang less-hawkish, ketenangan geopolitik yang lebih meyakinkan pasar, serta aksi BI yang pro-stabilitas dapat berkontribusi pada penguatan kurs,” kata David.

David pun memperkirakan rupiah masih bergerak di rentang Rp17.700-Rp17.800 per US$ pada pekan ini, karena masih banyak sentimen penggeraknya, selain dari kesepakatan damai AS-Iran.

“Mengasumsikan tidak adanya faktor positif atau negatif lain yang akan muncul sepekan ini, kami memperkirakan rupiah masih berada di kisaran Rp17.700 – 17.800 per dolar AS,” ungkapnya.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

BI Siap Intervensi Jor-Joran Buat Jaga Rupiah, Jika Global Makin Panas

October 9, 2026
BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

BI Akui Rupiah Masih Rentan karena Capital Flight Global

October 9, 2026
Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

Asuransi & Dana Pensiun Pegang 27% Surat Utang RI, Nilainya Rp137,4 T

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .