• Latest
Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

September 8, 2026
Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

September 8, 2026
Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

Emiten Hapsoro (RAJA) Akuisisi 5% Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

Pefindo Pertahankan Rating BTN di Level idAAA

September 8, 2026
Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

Bisnis Kesehatan Tumbuh, MDLA Kantongi Laba Rp 226 Miliar

September 8, 2026
Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

Purbaya Ungkap Rencana Baru, Warga Bikin KTP Otomatis Dapat Rekening

September 8, 2026
Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

Pidana Pajak Dikaji Masuk RUU Perampasan Aset, Purbaya Buka Suara

September 8, 2026
Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

Rukun Raharja (RAJA) Rampungkan Akuisisi Saham PT Layar Nusantara Gas

September 8, 2026
RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

RUPSLB RATU Sepakat Private Placement 271,51 Juta Saham

September 8, 2026
IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

IHSG Ditutup Melesat 1,01% Hari Ini, Seluruh Sektor di Zona Hijau

September 8, 2026
Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

Danantara Dorong Himbara Buka Rekening Buat Penerima Bansos

September 8, 2026
Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

September 8, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, September 8, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

2 hours ago
in Market
Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pengumuman pertumbuhan ekonomi India yang menembus angka 7,8% pada kuartal terbaru, melampaui perkiraan awal 7%, langsung memicu kegaduhan besar di negara tersebut. Mantan Sekretaris Keuangan di bawah pemerintahan Narendra Modi, Subhash Garg, secara blak-blakan menuding angka yang dibanggakan Modi sebagai “prestasi luar biasa” tersebut hanyalah manipulasi belaka.

Mengutip Reuters, Selasa (8/9/2026), Garg menuduh pemerintah sengaja merevisi ke bawah angka produk domestik bruto (PDB) harga berlaku tahun lalu semata-mata demi menggelembungkan angka pertumbuhan tahun ini.

Ia meyakini bahwa pertumbuhan riil ekonomi India sebenarnya hanya tersungkur di level 2,6%. Tuduhan yang disiarkan di televisi ini seketika viral dan memicu rentetan kritik terkait hilangnya transparansi serta hancurnya kredibilitas infrastruktur data ekonomi India selama satu dekade terakhir demi kepentingan politik.

Keraguan ini turut diperkuat oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang pada November lalu memberikan nilai ‘C’ (terendah kedua) untuk data akun nasional India akibat penggunaan metodologi usang, perbedaan perhitungan yang tak dapat dijelaskan, serta minimnya data musiman.

Ekonom R Nagaraj turut menyoroti rekam jejak pemerintah yang kerap menekan temuan tidak menyenangkan, menunda survei penting, hingga menyingkirkan pejabat kritis. Nagaraj sendiri pernah memprotes keras pada 2014 saat sebuah angka dalam laporan PDB tiba-tiba digelembungkan hingga 108% dari kesepakatan awal komitenya.

“Tampaknya ada upaya sistematis dari pemerintah untuk menyembunyikan kebenaran,” paparnya.

Manipulasi data ini sejatinya bukan hal baru. Pada 2019, pemerintah ketahuan menyembunyikan laporan pengangguran yang menyentuh rekor tertinggi dalam 45 tahun sebesar 6,1%, yang memicu pengunduran diri dua anggota Komisi Statistik Nasional.

Pelaksanaan sensus yang tertunda pada 2021 dan baru dimulai pada April 2026 juga kian memperparah ketidakakuratan data. Meski demikian, Anggota Dewan Penasihat Ekonomi Perdana Menteri, Shamika Ravi, menepis seluruh kritik tersebut dan menilainya sebagai perdebatan bising yang sarat muatan politik.

“Peringkat ‘C’ dari IMF adalah peringkat yang sama dengan yang dimiliki China untuk statistiknya. (Revisi) ini merupakan perubahan yang direkomendasikan oleh IMF,” tegasnya.

Merespons pembelaan tersebut, Mantan Kepala Ahli Statistik India, Pronab Sen, menekankan bahwa titik persoalan sebenarnya terletak pada tingkat kepercayaan terhadap data dasar yang digunakan oleh pemerintah. Perdebatan ini nyatanya berbenturan keras dengan realitas krisis di lapangan, di mana protes kaum muda terus meletus akibat kegagalan sistemik dalam pendidikan dan penyediaan lapangan kerja.

Laporan Universitas Azim Premji mengungkap hampir 40% lulusan di bawah usia 25 tahun kini berstatus pengangguran, sementara thinktank pemerintah mencatat 87 juta pemuda India tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak sedang berlatih keterampilan.

Ekonom Reetika Khera memperingatkan bahwa data yang dimanipulasi akan melahirkan kebijakan yang menghancurkan rakyat. Akibat penundaan sensus penduduk, ia memperkirakan sekitar 100 juta warga miskin kini dirampas haknya dan tidak mendapatkan subsidi makanan karena pemerintah masih menggunakan acuan populasi yang sudah kedaluwarsa.

Kontroversi akut ini bahkan menjadi sorotan negara tetangga, di mana surat kabar harian Sri Lanka, Daily FT, secara terbuka mendesak para pembuat kebijakannya agar tidak meniru teater kebohongan statistik ala India tersebut.

(tps/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

Ekonomi Negara Meroket 7,8%, Eks Pejabat Singgung Data Palsu

September 8, 2026
Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

Laba Sudah Terbang 445%, SMGR Buka-bukaan Strategi Tahun Ini

September 8, 2026
Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana BRI, DPK Capai 1.580 T

September 8, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .