• Latest
Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

June 18, 2026
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

October 9, 2026
Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

October 9, 2026
Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

October 9, 2026
BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

October 9, 2026
Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

October 9, 2026
Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

October 9, 2026
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

October 9, 2026
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%

4 months ago
in People & Culture
Ekonomi RI Kuat, Pembiayaan Komersial Bank Mega Syariah Tumbuh 13%
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS), Bank Mega Syariah tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan pembiayaan komersial sepanjang tahun 2026.

Bank menilai kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki fundamental usaha yang kuat dan prospek pertumbuhan yang positif.

Penguatan dolar AS memang menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu dicermati karena berpotensi mempengaruhi biaya usaha, arus kas, serta kebutuhan modal kerja pelaku usaha.

Namun demikian, aktivitas ekonomi domestik yang tetap berjalan dan kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor strategis masih membuka ruang pertumbuhan yang menjanjikan.

Corporate & Business Banking Division Head Bank Mega Syariah Guritno mengatakan Bank tetap fokus mendorong pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki ketahanan tinggi terhadap dinamika ekonomi global.

“Bank Mega Syariah melihat penguatan dolar AS sebagai salah satu dinamika global yang perlu dicermati. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi peluang pertumbuhan pembiayaan korporasi. Kebutuhan pembiayaan pada sektor-sektor produktif masih tetap terbuka seiring aktivitas ekonomi yang terus berjalan,” ujar Guritno, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Optimisme ini dibuktikan oleh realisasi kinerja solid di segmen komersial Bank Mega Syariah yang mencatatkan pertumbuhan positif. Per Mei 2026, outstanding pembiayaan komersial Bank Mega Syariah berhasil mencapai lebih dari Rp5,7 triliun. Secara year to date (Ytd), angka tersebut tumbuh sebesar 13,22% dibandingkan posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp5,17 triliun.

Kinerja pembiayaan komersial ini ditopang oleh dua sub-segmen utama, yaitu pembiayaan korporasi dengan porsi sebesar 43,76% dari total pembiayaan bank atau lebih dari Rp4,4 triliun, serta Business Banking dengan kontribusi sebesar 13,86% atau senilai lebih dari Rp1,4 triliun di Mei 2026.

Guritno menjabarkan, sektor pendidikan dan kesehatan masih menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan korporasi Bank Mega Syariah. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki fundamental yang kuat, kebutuhan yang relatif stabil, serta prospek pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, Bank juga melihat peluang pembiayaan pada infrastruktur, komoditas, perdagangan, transportasi dan logistik, serta berbagai sektor jasa lainnya yang memiliki prospek usaha yang baik. Peluang tersebut semakin terbuka bagi pelaku usaha yang memiliki aktivitas ekspor atau pendapatan berbasis valuta asing.

“Komposisi sektor-sektor tersebut memberikan ruang bagi Bank Mega Syariah untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan,” tambah Guritno.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dapat menjadi momentum positif bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Nilai tukar yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan yang memiliki basis pendapatan dalam valuta asing.

Melihat peluang tersebut, Bank Mega Syariah secara aktif menjalin komunikasi dengan nasabah dan calon nasabah yang memiliki basis usaha berorientasi ekspor guna memahami kebutuhan pembiayaan serta rencana ekspansi bisnis mereka. Bank juga terus membuka peluang pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki prospek ekspor yang baik dan sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.

Meski demikian, Bank Mega Syariah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran pembiayaan. Seluruh proses pembiayaan dilakukan melalui asesmen yang komprehensif terhadap profil risiko, kemampuan pembayaran, serta ketahanan usaha nasabah terhadap perubahan kondisi pasar global.

Total pembiayaan Bank Mega Syariah per Mei 2026 sendiri juga berhasil tumbuh sehat sebesar 7,20% menjadi lebih dari Rp9,9 triliun, dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp9,3 triliun.

“Bank Mega Syariah akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko yang prudent. Dengan strategi tersebut, kami optimistis pembiayaan korporasi dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan ekonomi global,” tutup Guritno. (*)

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

October 9, 2026
Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .