• Latest
Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

July 16, 2026
Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta

Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta

October 1, 2026
Adhi Karya Jual Jalan Tol & Penyedia Air Bersih, Kantongi Duit Rp1,9 T

Adhi Karya Jual Jalan Tol & Penyedia Air Bersih, Kantongi Duit Rp1,9 T

October 1, 2026
United Tractor Bagi Dividen Interim Rp 1,47 Triliun, Ini Jadwalnya

United Tractor Bagi Dividen Interim Rp 1,47 Triliun, Ini Jadwalnya

October 1, 2026
Semester I-2026, Laba Emiten Bakrie (VKTR) Naik 25%! Ini Penopangnya

Semester I-2026, Laba Emiten Bakrie (VKTR) Naik 25%! Ini Penopangnya

October 1, 2026
Emiten Properti Ini Jual 7 Anak Usaha Sekaligus, Raup Duit Rp1,3 T

Emiten Properti Ini Jual 7 Anak Usaha Sekaligus, Raup Duit Rp1,3 T

October 1, 2026
Rupiah & IHSG Anjlok Lagi, Sentimen Eksternal Jadi Penekan

Rupiah & IHSG Anjlok Lagi, Sentimen Eksternal Jadi Penekan

October 1, 2026
Korban Influenza Meroket, Kimia Farma (KAEF) Kembangkan Anti Virus Ini

Korban Influenza Meroket, Kimia Farma (KAEF) Kembangkan Anti Virus Ini

October 1, 2026
Banjir Sentimen, Rupiah Melemah & IHSG Anjlok ke Level 6.000-an

Banjir Sentimen, Rupiah Melemah & IHSG Anjlok ke Level 6.000-an

October 1, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 0,83%

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 0,83%

October 1, 2026
Garuda Indonesia (GIAA) Mau Rights Issue Jumbo, Duitnya Buat Ini

Garuda Indonesia (GIAA) Mau Rights Issue Jumbo, Duitnya Buat Ini

October 1, 2026
Kinerja BRI Kinclong, 3 Indikator Ini di Atas Rata-Rata Industri

Kinerja BRI Kinclong, 3 Indikator Ini di Atas Rata-Rata Industri

October 1, 2026
BRI Jadi Satu-satunya Bank RI di S&P Global Sustainability Yearbook

BRI Jadi Satu-satunya Bank RI di S&P Global Sustainability Yearbook

October 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI

3 months ago
in Lifestyle
Fundamental Ekonomi dan Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi RI
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, Indonesia dinilai tetap memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi jangka panjang. Fundamental ekonomi yang solid, besarnya pasar domestik, serta reformasi transparansi di pasar modal menjadi sejumlah faktor yang menopang kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan struktural yang menjadi motor pertumbuhan jangka panjang. Dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa, bonus demografi, serta kekayaan sumber daya alam strategis seperti nikel, tembaga, emas, gas alam cair (LNG), dan minyak kelapa sawit, Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global. Di tingkat internasional, Indonesia juga aktif sebagai anggota G20, BRICS, dan salah satu pendiri ASEAN.

Kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan. Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat, belanja pemerintah yang terjaga, serta peningkatan aktivitas investasi. Berbagai indikator makroekonomi juga mencerminkan kondisi yang positif, antara lain aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, serta realisasi investasi yang terus meningkat.

Kondisi tersebut turut menjadi menopang pasar modal Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mengalami koreksi sepanjang tahun 2026, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap menunjukkan ketahanan. Aktivitas investor pun tetap terjaga di tengah volatilitas pasar global.

Di sisi lain, koreksi IHSG juga membuat valuasi pasar saham Indonesia menjadi lebih kompetitif dan menarik. Per 8 Juni 2026, IHSG diperdagangkan pada Price Earnings Ratio (PER) sekitar 12,85 kali. Selain itu, sebanyak 434 saham tercatat memiliki Price to Book Value (PBV) di bawah satu kali. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi investor yang berorientasi pada investasi jangka panjang dan mengedepankan analisis fundamental.

Fundamental pasar modal juga tercermin dari kinerja perusahaan tercatat. Dari 810 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan per 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan atau sekitar 73,46% membukukan laba bersih. Sementara itu, 221 perusahaan tercatat membagikan dividen tunai sepanjang tahun 2026, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika pasar.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan kondisi pasar saat ini perlu dipandang secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional, kinerja perusahaan tercatat, serta berbagai reformasi yang tengah dijalankan regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO).

“Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (16/7/2026).

Optimisme tersebut tercermin dari meningkatnya partisipasi investor domestik. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID atau meningkat 15,1% dibandingkan dengan akhir tahun 2025 yang tercatat sebanyak 8,6 juta SID.

Peran investor domestik juga semakin dominan dalam struktur pasar modal Indonesia. Investor domestik kini menguasai 61% kepemilikan saham, yang terdiri atas investor institusi domestik sebesar 43,3% dan investor ritel sebesar 17,7%. Sementara itu, investor asing memiliki porsi kepemilikan sebesar 39,1%.

Dari sisi transaksi, investor domestik berkontribusi sebesar 65,5% terhadap total nilai perdagangan di BEI. Kontribusi tersebut berasal dari investor ritel sebesar 52,5% dan investor institusi domestik sebesar 13%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin ditopang oleh basis investor domestik yang kuat, sehingga turut menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global.

Untuk semakin meningkatkan kepercayaan investor, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan KSEI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus mempercepat reformasi pasar modal yang berfokus pada peningkatan transparansi dan kualitas informasi pasar. Berbagai kebijakan yang telah diterapkan sepanjang tahun 2026 antara lain publikasi data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan persyaratan minimum free float perusahaan tercatat menjadi 15%, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Berbagai reformasi tersebut ditujukan untuk memberikan akses informasi yang lebih komprehensif bagi investor sehingga proses analisis dan pengambilan keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih baik. Selain itu, BEI juga terus memperluas keterbukaan informasi melalui penyelenggaraan Public Expose Live, publikasi data free float dan kepemilikan saham terkonsentrasi, serta layanan IDX Hotdesk sebagai kanal komunikasi dan konsultasi bagi pelaku pasar.

Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja Perusahaan Tercatat yang tetap resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang semakin kokoh. Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menarik investasi jangka panjang sekaligus memperkuat daya saingnya sebagai salah satu pasar berkembang yang penting di dunia.

(rah/rah)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta

Bank Mandiri Terbitkan Perpetual Bond US$ 750 Juta

October 1, 2026
Adhi Karya Jual Jalan Tol & Penyedia Air Bersih, Kantongi Duit Rp1,9 T

Adhi Karya Jual Jalan Tol & Penyedia Air Bersih, Kantongi Duit Rp1,9 T

October 1, 2026
United Tractor Bagi Dividen Interim Rp 1,47 Triliun, Ini Jadwalnya

United Tractor Bagi Dividen Interim Rp 1,47 Triliun, Ini Jadwalnya

October 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .