• Latest
Gak Butuh Duit Dari Pasar Modal Lagi, Emiten RI Ini Mau Delisting

Gak Butuh Duit Dari Pasar Modal Lagi, Emiten RI Ini Mau Delisting

September 11, 2026
Yield US Treasury Meroket, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%

Yield US Treasury Meroket, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%

September 11, 2026
NexAI (MGLV) Mau Right Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

NexAI (MGLV) Mau Right Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

September 11, 2026
IHSG Sesi 1 Jatuh 1,49%, Asing Ikut Berperan

IHSG Sesi 1 Jatuh 1,49%, Asing Ikut Berperan

September 11, 2026
Tekanan IHSG Berlanjut! Sesi 1 Ditutup Turun 1,49%

Tekanan IHSG Berlanjut! Sesi 1 Ditutup Turun 1,49%

September 11, 2026
Video: Bunga Obligasi AS Melonjak, Bond Viligante " Hantui: Trump?

Video: Bunga Obligasi AS Melonjak, Bond Viligante " Hantui: Trump?

September 11, 2026
Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

Pembiayaan Berkelanjutan BRI Tembus Rp842,1 T, Terbesar Kredit Mikro

September 11, 2026
Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

Telkom Buka Suara Soal Rencana BGN Sewa Gedung Graha Merah Putih

September 11, 2026
Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

Ada Emiten Haji Isam, BEI Gembok Perdagangan 2 Saham Ini

September 11, 2026
3 Direktur AKRA Kompak Jual 5,18 Juta Saham di Harga Rp1.471

3 Direktur AKRA Kompak Jual 5,18 Juta Saham di Harga Rp1.471

September 11, 2026
Ada yang Jual 10 Juta Saham INPS di Harga Rp350, Ada Apa?

Ada yang Jual 10 Juta Saham INPS di Harga Rp350, Ada Apa?

September 11, 2026
Habis Borong, Morgan Stanley Lego 7,4 Miliar Saham GOTO di Harga Rp25

Habis Borong, Morgan Stanley Lego 7,4 Miliar Saham GOTO di Harga Rp25

September 11, 2026
Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%

Penyebab IHSG Anjlok Nyaris 2%

September 11, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 11, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Gak Butuh Duit Dari Pasar Modal Lagi, Emiten RI Ini Mau Delisting

52 minutes ago
in People & Culture
Gak Butuh Duit Dari Pasar Modal Lagi, Emiten RI Ini Mau Delisting
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Era Graharealty Tbk. (IPAC) berencana untuk menjadi perusahaan tertutup atau go private. Maka dari itu, emiten agen real estate itu akan melakukan delisting atau penghapusan pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026.

Dalam keterbukaan informasi, Direksi Era Graharealty menyebut rencana go private dan delisting dilakukan seiring perubahan strategi bisnis perseroan.

“Perseroan tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana melalui pasar modal di masa yang akan datang,” tulis Direksi IPAC dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (11/9/2026).

Selain itu, langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional, sehingga perseroan dapat meningkatkan daya saing. Status perusahaan tertutup juga dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan dan restrukturisasi bisnis.

Direksi IPAC mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap strategi jangka panjang perusahaan, termasuk pengelolaan aset dan kegiatan operasional secara lebih efisien serta restrukturisasi kepemilikan saham.

Sebagai bagian dari proses delisting, perseroan telah menyampaikan surat permohonan delisting kepada BEI tertanggal 7 September 2026. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Setelah memperoleh persetujuan pemegang saham, pemegang saham pengendali Era Graharealty, APAC Investment 2 Pte. Ltd., akan melakukan Voluntary Tender Offer (VTO) atau penawaran tender sukarela terhadap saham milik pemegang saham publik.

Jumlah saham publik yang menjadi objek VTO mencapai maksimal 89,31 juta saham atau sekitar 9,40% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor perseroan.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp250 per saham. Harga tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi harian saham perseroan selama 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB, yang tercatat sebesar Rp173 per saham.

Dengan jumlah saham publik maksimal 89,31 juta saham dan harga penawaran Rp250 per saham, nilai maksimal dana yang perlu disiapkan untuk VTO mencapai sekitar Rp22,33 miliar.

Pemegang saham publik yang tidak menjual sahamnya melalui VTO tetap menjadi pemegang saham perseroan. Namun, apabila rencana go private dan delisting disetujui, saham tersebut tidak lagi tercatat dan diperdagangkan di BEI.

Saat ini, APAC Investment 2 Pte. Ltd. merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 860,56 juta saham atau 90,60%. Sementara itu, masyarakat menggenggam sekitar 89,31 juta saham atau 9,40%. Ultimate beneficial owner dari APAC Investment 2 Pte. Ltd. adalah Morgan Stanley.

Dari sisi kinerja, Era Graharealty mencatat pendapatan Rp58,50 miliar pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan Rp44,70 miliar pada 2024 dan Rp28,79 miliar pada 2023.

Laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp1,48 miliar, naik dari Rp461,9 juta pada 2024. Namun, angka tersebut masih di bawah laba bersih 2023 yang mencapai Rp2,85 miliar.

RUPSLB untuk membahas rencana tersebut akan digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB di TCC Batavia Tower One, Jakarta Pusat, serta secara elektronik melalui eASY.KSEI.

Jika seluruh proses memperoleh persetujuan regulator dan otoritas terkait, VTO diperkirakan mulai berlangsung pada 21 Desember 2026 dan berakhir pada 19 Januari 2027. Pembayaran hasil VTO dijadwalkan paling lambat 26 Januari 2027.

Selanjutnya, persetujuan Kementerian Hukum diperkirakan pada 2 Februari 2027, diikuti pencabutan efektif pernyataan pendaftaran oleh OJK pada 26 Februari 2027.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Yield US Treasury Meroket, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%

Yield US Treasury Meroket, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%

September 11, 2026
NexAI (MGLV) Mau Right Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

NexAI (MGLV) Mau Right Issue, Bidik Dana Segar Rp2,53 Triliun

September 11, 2026
IHSG Sesi 1 Jatuh 1,49%, Asing Ikut Berperan

IHSG Sesi 1 Jatuh 1,49%, Asing Ikut Berperan

September 11, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .