• Latest
Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran

Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran

July 21, 2026
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

July 21, 2026
Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

July 21, 2026
IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

July 21, 2026
BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

July 21, 2026
Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

July 21, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

July 21, 2026
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

July 21, 2026
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

July 21, 2026
Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

July 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, July 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran

18 hours ago
in Lifestyle
Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (21/7/2026) pagi setelah reli tajam dalam sepekan terakhir. Pelaku pasar mulai mempertimbangkan peluang meredanya konflik di Timur Tengah, meski risiko gangguan pasokan masih tinggi.

Menurut  Refinitiv, pada Selasa (21/7/2026) pukul 09.25 WIB, harga Brent berada di US$88,62 per barel, turun 0,67% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$89,22 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di US$82,98 per barel, turun 0,30% dari penutupan Senin di US$83,23 per barel.

Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Brent sempat kembali menembus level psikologis US$90 per barel. Kenaikan tersebut didorong eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Teluk.



Dalam perdagangan terbaru, fokus pasar mulai bergeser ke jalur diplomasi. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal dari mediator untuk gencatan senjata selama 10 hari. Langkah itu bertujuan menyelamatkan kesepakatan sementara yang ditandatangani pada 17 Juni sebagai jalan menuju perundingan damai yang lebih permanen.

Prospek perundingan tersebut membatasi kenaikan harga minyak meski situasi keamanan di kawasan belum benar-benar mereda.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dimulainya gelombang serangan terbaru ke wilayah Iran, sementara Garda Revolusi Iran kembali menyerang aset militer Amerika di kawasan.

Risiko geopolitik bahkan bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Ancaman ini dinilai memperluas potensi gangguan terhadap rantai pasok energi global karena Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbesar dunia.

Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan ancaman blokade tersebut meningkatkan risiko terganggunya ekspor minyak dari produsen utama dunia. Namun, pasar masih menunggu apakah upaya diplomasi mampu menghasilkan deeskalasi yang nyata sehingga reli harga minyak untuk sementara tertahan.

Sebelumnya, harga minyak melonjak tajam sepanjang pekan lalu. Brent menguat hampir 16%, sedangkan WTI naik sekitar 15,5%, menjadi kenaikan mingguan terbesar masing-masing sejak April dan awal Maret.

Lonjakan itu dipicu meningkatnya gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia, sehingga setiap hambatan di kawasan tersebut langsung memengaruhi persepsi risiko pasokan global.

Data LSEG yang dikutip Reuters memperlihatkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sempat turun menjadi hanya empat kapal pada Minggu dari delapan kapal sehari sebelumnya. Beberapa kapal tanker minyak memang masih memasuki selat tersebut untuk memuat minyak, tetapi volume pelayaran yang menurun membuat pasar tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan data persediaan minyak Amerika Serikat. Survei pendahuluan Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun pada pekan lalu, seiring berkurangnya persediaan bensin, sementara stok distilat diperkirakan meningkat.

CNBC Indonesia 

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .