• Latest
Harga Saham Anjlok 87%, Investor DSSA Gigit Jari

Harga Saham Anjlok 87%, Investor DSSA Gigit Jari

May 25, 2026
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

October 19, 2026
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Harga Saham Anjlok 87%, Investor DSSA Gigit Jari

5 months ago
in Market
Harga Saham Anjlok 87%, Investor DSSA Gigit Jari
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terjun bebas sepanjang tahun ini karena mengalami hantaman dari MSCI dan FTSE Russell karena masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi atau High Shareholder Concentration List (HSC).

Saham DSSA telah anjlok 87,05% ke level Rp 510 per saham sejak awal tahun. Adapun kapitalisasi pasar DSSA sebesar Rp 101,14 triliun. Saham DSSA juga anjlok 72,3% selama sebulan dan 35,4% selama sepekan terakhir.

Sebagai informasi, selain penyesuaian MSCI, DSSA juga tersisihkan dari indeks FTSE Russell yang telah mengumumkan hasil tinjauan kuartalan atau quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series (GEIS) edisi Juni 2026.

Berdasarkan pengumuman FTSE Russell, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terdepak dari kategori Large Cap.

Perubahan hasil review ini akan efektif berlaku pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku menerima sejumlah audiensi dari emiten-emiten yang masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi atau High Shareholder Concentration List (HSC).

“Kami menerima beberapa surat permintaan untuk diskusi dan semuanya kami layani dengan baik. Ada beberapa tanggal dan dari beberapa perusahaan, semuanya kami layani dengan baik,” ujar PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada wartawan, di Gedung BEI, Jakarta, dikutjp Senil, (25/5/2026).

Saat ditanya apakah emiten yang audiensi merupakan perusahaan milik konglomerat, Jeffrey enggan berkomentar. Namun, ia menegaskan sudah ada 1-2 emiten yang mendatangi bursa, sementara masih ada perusahaan yang telah dijadwalkan bertemu.

Jeffrey pun menyatakan, pihaknya terbuka bagi emiten yang masuk HSC tersebut untuk melaporkan upaya-upaya penyesuaian terhadap komposisi pemegang sahamnya.

“Silakan saja kalau memang sudah melakukan upaya-upaya silahkan laporan kepada kami,” tambahnya.

Di sisi lain, Jeffrey juga menyinggung beberapa emiten yang telah melaporkan upaya untuk meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) sesuai ketentuan yang maksimal 15%. BEI juga telah melakukan diskusi dengan Asosiasi Emiten Indonesia terkait implementasi aturan tersebut.

“Sampai saat ini kami sudah melihat ada upaya-upaya positif yang dilakukan oleh beberapa emiten untuk menambah atau meningkatkan free float-nya dan progresnya bagus” tambahnya.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .