• Latest
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

October 16, 2026
Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

October 16, 2026
Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

October 16, 2026
Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

October 16, 2026
Rumor Haji Isam Caplok BCA, OJK Ungkap Risiko Ini

Rumor Haji Isam Caplok BCA, OJK Ungkap Risiko Ini

October 16, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

Breaking! IHSG Anjlok 11,12% ke Level 5.211

October 16, 2026
ITMG Dirikan Anak Usaha Baru di Bisnis Mineral

ITMG Dirikan Anak Usaha Baru di Bisnis Mineral

October 16, 2026
IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000 Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 11%, Rupiah Tembus Rp 18.000 Ini Penyebabnya

October 16, 2026
DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

DJP Klaim Mesin Pajak Makin Kuat, Penerimaan Tumbuh 14%

October 16, 2026
IHSG Dihentikan 30 Menit, Buka Lagi Pukul 09:28 WIB

IHSG Dihentikan 30 Menit, Buka Lagi Pukul 09:28 WIB

October 16, 2026
Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian

Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah Sendirian

October 16, 2026
Emiten Grup Bakrie UNSP Akui Ada Potensi Hukum Akibat Karhutla

Emiten Grup Bakrie UNSP Akui Ada Potensi Hukum Akibat Karhutla

October 16, 2026
MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI, OJK Buka Suara

MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Modal RI, OJK Buka Suara

October 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

1 hour ago
in Market
IHSG Ditutup 1%, 5 Saham Bisa Jadi Pilihan Hari Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10). Sejumlah saham menjadi penggerak indeks, dengan AMMN naik 1,39%, BMRI menguat 0,51%, dan BBRI naik 0,32%. Sebaliknya, BREN turun 6,03%, DSSA melemah 6,15%, dan BBCA terkoreksi 0,82%.

Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp520,03 miliar di pasar reguler dan Rp567,96 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, seluruh 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Consumer Cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 3,20%.

Di bursa Amerika Serikat (AS), sejumlah indeks utama ditutup menguat. Dow Jones naik 1,08% ke level 52.177, S&P 500 menguat 0,30% ke level 7.744, sedangkan Nasdaq bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,08% ke level 26.713.

Sementara itu, MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Wacana tersebut muncul di tengah perhatian terhadap transparansi dan integritas pasar modal Indonesia dan berpotensi memengaruhi aliran dana asing. Secara year to date (YTD), investor asing tercatat membukukan net sell sebesar Rp85,42 triliun. 

Indeks MSCI Indonesia melemah 0,28%, sedangkan ETF EIDO bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,09%.

Dalam hal ini, MSCI membuka proses konsultasi terkait usulan penurunan klasifikasi indeks Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Konsultasi dengan pelaku pasar akan berlangsung hingga 30 April 2027, sementara keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Usulan tersebut berkaitan dengan penilaian pelaku pasar terhadap sejumlah aspek investabilitas pasar saham Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan dan dugaan perdagangan terkoordinasi. Hal ini tetap menjadi perhatian meskipun otoritas pasar modal telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi.

MSCI menyatakan proses tersebut akan dilanjutkan apabila belum terdapat bukti perbaikan tata kelola pasar yang dinilai material. MSCI juga mempertahankan pembekuan terhadap perubahan indeks saham Indonesia.

Perubahan klasifikasi menjadi Standalone Market berpotensi berdampak terhadap dana asing yang menggunakan indeks Emerging Market sebagai acuan investasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Di tengah perhatian terhadap pasar modal Indonesia, Chandra Asri Pacific (TPIA) telah menyelesaikan transaksi investasi strategis bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk pengembangan proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Dalam proyek tersebut, TPIA berperan sebagai penggerak utama.

Fasilitas CA-EDC dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 400 KTA soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Hingga September 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Kemitraan tersebut menggabungkan dukungan pendanaan jangka panjang dari DIM dan INA dengan pengalaman industri Chandra Asri Group. Proyek ini sejalan dengan agenda hilirisasi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, menghemat devisa, serta memperkuat pasokan bahan baku bagi industri hilir.

Salah satu penggunaannya berkaitan dengan rantai industri bauksit dan alumina, yang membutuhkan soda kaustik dalam proses produksinya. Selain itu, proyek CA-EDC diproyeksikan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan sekitar 250 posisi permanen ketika fasilitas mulai beroperasi.

Selanjutnya, ada Petrosea (PTRO) yang berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 170 juta saham baru dengan nilai nominal Rp5 per saham.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Sementara itu, harga pelaksanaan rights issue masih belum ditetapkan.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung proyek-proyek rekayasa dan konstruksi yang menjadi kegiatan usaha utama PTRO.

Aksi tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ekuitas dan struktur permodalan perseroan dalam mendukung pertumbuhan pendapatan. Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, potensi dilusi maksimal diperkirakan mencapai 1,66%.

Rencana rights issue PTRO masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

Lapor Pak Prabowo, IHSG Anjlok 11% & Terjun ke Level 5.200-an

October 16, 2026
Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

Maybank (BNII) Diduga PHK Sepihak, Bos OJK Buka Suara

October 16, 2026
Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

Rupiah Tertekan Dolar Lagi ke Rp18.000/US$, BI Ungkap Biang Keroknya

October 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .