• Latest
IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

June 18, 2026
Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

October 9, 2026
Bunga The Fed Berpeluang Naik di Akhir 2026, Apa Efeknya ke RI?

Bunga The Fed Berpeluang Naik di Akhir 2026, Apa Efeknya ke RI?

October 9, 2026
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

October 9, 2026
Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

October 9, 2026
Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

October 9, 2026
BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

October 9, 2026
Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

October 9, 2026
Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

October 9, 2026
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

October 9, 2026
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya

4 months ago
in Market
IHSG Hari Ini Turun 0,78%, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah hari ini, Kamis (18/6/2026). 

IHSG memangkas koreksi pada akhir perdagangan setelah sebelumnya sempat anjlok 2% pada sesi 1. IHSG ditutup di level 6.172,34, turun 48,4 poin atau -0,78%. 

Sebagai informasi, IHSG sempat turun lebih dari 2% dan menyentuh level terendah harian di 6.073,72. Menjelang akhir sesi 1, IHSG memangkas koreksi dan sempat menyentuh level tertinggi hari ini di 6.197,17.

Sebanyak 445 emiten turun, 271 naik, dan 243 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 17,86 triliun, melibatkan 23,55 miliar saham dalam 1,78 juta transaksi. Kapitalisasi pasar tergerus menjadi Rp 10.740 triliun. 

Mengutip Refinitiv, ada tiga emiten yang menjadi pemberat utama, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -18,82 poin, Telkom Indonesia (TLKM) -18,79 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) -18,74 poin. 

Selain itu, Mora Telematika (MORA), Capital Financial (CASA), Bank Negara Indonesia (BBNI), hingga Bank Mandiri (BMRI) juga masuk dalam daftar top laggards pada perdagangan hari ini. 

Adapun hari ini Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Sejalan dengan itu, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%.

Gubernur BI PerryWarjiyo mengungkapkan alasan dewan gubernur kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan. 

Ia mengatakan, alasan utama kebijakan itu dilakukan dalam rapat dewan gubernur periode 17-18 Juni 2026 itu ialah untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Kenaikan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global,” kata Perry saat konferensi pers secara daring, Kamis (18/6/2026).

Perry menegaskan, kebijakan moneter ini juga dilandasi dari upaya BI untuk meredam tekanan inflasi sesuai target sepanjang tahun ini di kisaran 1,5% sampai dengan 3,5%.

“Dan ini merupakan langkah menjaga inflasi di kisaran sasaran 2,5% plus minus 1% yang ditetapkan pemerintah,” paparnya.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,17% atau terapresiasi ke level Rp17.700/US$. Penguatan ini sekaligus membalikkan posisi rupiah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Rabu (17/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,23% ke level Rp17.730/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah sebetulnya sempat mengawali hari di zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah tajam 0,62% ke level Rp17.840/US$.

Saat ini pelaku pasar masih menantipengumuman MSCI Global Market Accessibility Review yang dijadwalkan rilis pada Jumat (19/6/2026) besok subuh.

Hasil tinjauan tahunan ini memiliki implikasi masif karena mengevaluasi tingkat aksesibilitas pasar modal di berbagai negara beserta kualitas infrastruktur pasarnya.

Bagi pasar ekuitas Indonesia, pengumuman besok subuh ini selalu menjadi sorotan krusial. Setiap penyesuaian metodologi klasifikasi pasar, perlakuan khusus terhadap instrumen ekuitas, maupun tinjauan terkait regulasi batasan bobot saham publik atau aturan free float akan berdampak terstruktur pada komposisi portofolio reksa dana pasif global.

Keputusan ini berpotensi akan memicu penyesuaian posisi investasi dalam volume transaksi yang besar. Hal ini juga berpotensi menciptakan volatilitas likuiditas dan harga saham emiten berkapitalisasi raksasa di Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan akhir pekan nanti.

Selain Accessibility Review, MSCI juga akan segera merilis MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6/2026) subuh mendatang.

Rilis ini akan menjadi penentu bagi pasar ekuitas di Indonesia terkait akankah Indonesia tetap berada di Emerging Market atau dalam kasus terburuknya bisa turun ke dalam Frontier Market seperti yang ditakuti oleh Investor beberapa bulan terakhir sejak diedarkannya surat pemberitahuan terkait transparansi pasar oleh MSCI pada Rabu (28/1/2026).

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

Anak Muda Banyak Pakai Pinjaman Online, Ini Pesan OJK ke Sektor Pindar

October 9, 2026
Bunga The Fed Berpeluang Naik di Akhir 2026, Apa Efeknya ke RI?

Bunga The Fed Berpeluang Naik di Akhir 2026, Apa Efeknya ke RI?

October 9, 2026
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .