• Latest
IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

May 25, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

October 19, 2026
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206

5 months ago
in People & Culture
IHSG Lanjutkan Penguatan, Ditutup Naik 0,72% ke Level 6.206
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta,CNCB Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan Senin (25/5/2026), melanjutkan rebound usai pekan lalu sempat tertekan cukup dalam.

IHSG pada akhir sesi kedua naik 44,30 poin atau 0,72% ke posisi 6.206,35. Sebanyak 470 saham menguat, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat mencapai Rp 16,88 triliun dengan volume 27,60 miliar saham dan frekuensi 2,06 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor finansial, industri dan properti. Adapun sektor yang melemah hari ini adalah infrastruktur, energi dan barang baku.

Tiga Bank raksasa RI menjadi penggerak utama kinerja IHGS yakni BBRI, BBCA dan BMRI. Emiten lain yang ikut menjadi penggerak IHSG termasuk ASII dan AMMN.

Penguatan IHSG terjadi setelah pada perdagangan akhir pekan lalu indeks berhasil rebound 1,1% ke level 6.162,04 usai sebelumnya mengalami tekanan beruntun.

Perdagangan pekan ini akan berlangsung pendek karena ada libur Idul Adha pada Rabu dan Kamis (27-28 Mei 2026). Mengingat pendeknya perdagangan, pelaku pasar mesti mencermati sejumlah sentimen pekan ini.

Sentimen luar negeri masih akan berfokus pada perkembangan perang Iran yang akan memasuki bulan ke empat. Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan damai untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kedua negara masih berselisih soal stok uranium Iran dan rencana pungutan biaya kapal di jalur strategis tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “tanda positif” menuju kesepakatan, tetapi menegaskan AS menolak sistem pungutan di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga menegaskan jalur itu harus tetap terbuka dan bebas untuk pelayaran internasional.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia, tetapi aktivitas pelayaran nyaris berhenti sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.

Negosiasi juga masih terhambat isu uranium yang diperkaya. AS meminta Iran menyerahkan stok uranium karena khawatir dipakai untuk senjata nuklir, sementara Iran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai.

Trump meminta tim negosiatornya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai perjanjian resmi ditandatangani. Ia juga menghadapi kritik dari sejumlah tokoh Partai Republik seperti Mike Pompeo dan Ted Cruz yang menilai kesepakatan itu terlalu menguntungkan Iran.

Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah dan data ekonomi akan menjadi salah satu penggerak sentimen.

Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan kebijakan besar yakni pembentukan badan ekspor komoditas strategis. Dampak kebijakan ini diperkirakan masih akan menjadi perhatian pelaku pasar pekan ini, terutama karena masih banyak aturan turunan yang belum keluar.

Kebijakan baru ini menjadi perhatian besar pasar karena dikhawatirkan berdampak besar terhadap kinerja perusahaan.

Pemerintah memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya ekspor komoditas strategis Indonesia ke BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia alias PT DSI pada 1 Januari 2027, mundur dari sebelumnya 1 September 2026.

Pemerintah akan mulai menerapkan mekanisme ekspor melalui badan khusus mulai bulan depan, dengan masa transisi hingga 31 Desember 2026. Selama periode tersebut, perusahaan masih diperbolehkan menjual langsung kepada pembeli, namun seluruh dokumentasi ekspor wajib melalui badan usaha milik negara (BUMN).

Setelah masa transisi berakhir, pemerintah akan melakukan evaluasi sebelum kebijakan diterapkan penuh mulai Januari 2027. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan ekspor, menekan praktik underinvoicing, transfer pricing, hingga mencegah pelarian devisa ke luar negeri.

Sementara itu, FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan kuartalan atau quarterly review untuk FTSE Global Equity Index Series (GEIS) edisi Juni 2026. Dalam pembaruan tersebut, empat saham asal Indonesia keluar dari indeks, tanpa ada penambahan emiten baru.

Perubahan hasil review ini akan efektif berlaku pada Senin, 22 Juni 2026, setelah penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Berdasarkan pengumuman FTSE Russell, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terdepak dari kategori Large Cap. Sementara itu, tidak ada perubahan pada kategori Mid Cap maupun Small Cap.

Adapun pada kategori Micro Cap, FTSE mengeluarkan tiga emiten sekaligus yakni PT Diastika Biotekindo Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .