• Latest
IHSG Lanjutkan Reli, Melesat 1,41% ke Level 6.319

IHSG Lanjutkan Reli, Melesat 1,41% ke Level 6.319

July 21, 2026
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah

July 21, 2026
Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

Kredit & DPK Beberapa Bank Negatif

July 21, 2026
IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Gaspol, 9 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

July 21, 2026
BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

BEI Umumkan Ada 59 Emiten Berpotensi Delisting

July 21, 2026
Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

Kopi Kenangan Mau IPO, Incar Rp17,89 Triliun

July 21, 2026
Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Perkasa, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.880

July 21, 2026
Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

Purbaya Umumkan Panda Bond Perdana RI Terbit 23 Juli 2026

July 21, 2026
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya

July 21, 2026
Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

July 21, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, July 21, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

IHSG Lanjutkan Reli, Melesat 1,41% ke Level 6.319

17 hours ago
in Market
IHSG Lanjutkan Reli, Melesat 1,41% ke Level 6.319
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,41% menembus level 6.319,85 pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Sebanyak 387 saham menguat, 224 saham stagnan, dan hanya 181 saham yang melemah.

Volume perdagangan mencapai 30,96 miliar lembar saham, senilai Rp 11,07 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,76 juta kali. Kenaikan IHSG pada siang ini berbarengan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Financial Internasional Indonesia (RUU PFII) yang baru saja diketok Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sebelumnya, IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), memperpanjang tren reli yang telah berlangsung dalam sembilan hari bursa berturut-turut. Selain itu IHSG juga tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir, tercatat sejak bulan Juli 2026, IHSG hanya sekali ditutup melemah di tangga 8 Juli 2026/

Mengutip data Refinitiv, sektor properti terbang 5,17%, barang baku 3,21%, utilitas dan energi masing-masing lebih dari 2,5%. Adapun sektor kesehatan menjadi yang satu-satunya melemah hari ini.

Emiten penggerak utama kinerja IHSG hari ini adalah Amman Mineral Internasional (AMMN) dengan kontribusi 11 indeks poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,31 indeks poin dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 6,01 indeks poin.

Pelaku pasar hari ini akan mencermati sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, perhatian tertuju pada dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga, serta rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di DPR.

Pasar juga akan mencermati pernyataan OJK yang menyebut kondisi perbankan nasional masih solid, dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,5% secara tahunan.

Dari eksternal, investor masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Ketegangan tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong harga minyak menguat.

Di sisi lain, Bank Sentral China mempertahankan suku bunga Loan Prime Rate (LPR), sementara indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury kembali menguat, yang berpotensi menekan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

July 21, 2026
Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

Bos Perbanas Blak-Blakan Soal Dampak ke Bank Jika BI Rate Naik

July 21, 2026
Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

Purbaya Targetkan PFII Beroperasi Tahun Ini, Bali Jadi Lokasi?

July 21, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .