• Latest
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

October 6, 2026
Akhir Sesi I, IHSG Menguat 1,26% ke Level 6.196

Akhir Sesi I, IHSG Menguat 1,26% ke Level 6.196

October 6, 2026
Video: Harga Minyak Tertekan – Harga Batu Bara Tembus USD 150 per ton

Video: Harga Minyak Tertekan – Harga Batu Bara Tembus USD 150 per ton

October 6, 2026
POOL Jual 30% Saham Pool Advista Finance ke Perusahaan Asal Singapura

POOL Jual 30% Saham Pool Advista Finance ke Perusahaan Asal Singapura

October 6, 2026
Yaman Serang Houthi, IHSG Menguat Tapi Rupiah Anjlok Lagi

Yaman Serang Houthi, IHSG Menguat Tapi Rupiah Anjlok Lagi

October 6, 2026
Astra International (ASII) Bagi Dividen Rp3,89 T, Catat Tanggalnya

Astra International (ASII) Bagi Dividen Rp3,89 T, Catat Tanggalnya

October 6, 2026
Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

Tujuh Emiten Bakal Bagi Dividen Pekan Ini, Simak Jadwalnya!

October 6, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

Breaking! IHSG Melesat 1,01% ke 6.180

October 6, 2026
Pertengahan Sesi I IHSG Menguat 1%

Pertengahan Sesi I IHSG Menguat 1%

October 6, 2026
Jasa Marga Angkat Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

Jasa Marga Angkat Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

October 6, 2026
Tiket Whoosh Didiskon Gede, Tarif Jakarta-Bandung Murah Meriah

Tiket Whoosh Didiskon Gede, Tarif Jakarta-Bandung Murah Meriah

October 6, 2026
BEI Gembok Perdagangan 5 Saham Sekaligus, Ini Alasannya

BEI Gembok Perdagangan 5 Saham Sekaligus, Ini Alasannya

October 6, 2026
Alfamart Mau Bagi Dividen Interim Rp14,50 per Saham, Simak Jadwalnya!

Alfamart Mau Bagi Dividen Interim Rp14,50 per Saham, Simak Jadwalnya!

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

1 hour ago
in People & Culture
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjut melaju di jalur hijau pada pertengahan sesi I perdagangan Selasa (6/10/2026). Pada pukul 10.12 WIB, IHSG berada di level 6.180,43, naik 61,57 poin atau 1,01%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat sebanyak 225,69 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp4.030,75 miliar atau sekitar Rp4,03 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan data sebelumnya, yang mencatat nilai transaksi Rp3,86 triliun dan volume 217,52 juta lot, sehingga menunjukkan aktivitas pasar yang semakin ramai.

Mengutip data Refinitiv, sektor penggerak IHSG pada sesi I hari ini antara lain berasald ari sektor energi yang naik 2,5%, disusul oleh sektor industri yang naik 1,1%, dan sektor konsumer non kritikal yang naik 0,8%.

Adapun saham-saham pendorong IHSG antara lain, PT. Bayan Resources Tbk (BYAN), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT. GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT. DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sementara saham-saham penekan IHSG antara lain, PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT. Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT. Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT. Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), dan PT. Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

Sentimen perdagangan hari ini datang dari dalam dan luar negeri. Aktivitas jasa Jepang melambat dan kepercayaan konsumen melemah tipis, sementara sektor jasa zona euro justru mencatat penguatan.

Namun, kenaikan harga produsen di kawasan tersebut menunjukkan tekanan inflasi belum mereda, sehingga prospek pertumbuhan tetap harus ditimbang bersama risiko pengetatan kebijakan moneter.

Hari ini, perhatian beralih pada pidato Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda serta neraca perdagangan Amerika Serikat (AS).

Imbal hasil US Treasury tenor panjang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Senin (5/10/2026), setelah investor mencermati data ekonomi terbaru dan menanti risalah rapat The Fed September.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,307%. Sempat melonjak 7 basis poin ke 5,349%, level tertinggi sejak 3 April 2002.
Sementara imbal hasil Treasury 30 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,661%, setelah sempat menyentuh 5,703% atau level tertinggi sejak akhir Mei 2002. Satu basis poin setara 0,01%.

Dari dalam negeri, antrean penawaran umum menjadi perhatian terkait pendanaan korporasi, sementara aturan pengalihan pengawasan bursa mineral menambah perkembangan penting dalam penataan pasar keuangan.

OJK menyampaikan kemarin bahwa terdapat 29 rencana penawaran umum dalam antrean dengan total nilai indikatif Rp26,47 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana melalui penawaran umum hingga September telah mencapai Rp186,03 triliun, dengan target sepanjang 2026 sebesar Rp250 triliun.

Antrean tersebut menunjukkan perusahaan masih memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan. Namun, nilai indikatif belum merupakan dana yang terealisasi, dan penawaran umum tidak seluruhnya berarti IPO saham.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Akhir Sesi I, IHSG Menguat 1,26% ke Level 6.196

Akhir Sesi I, IHSG Menguat 1,26% ke Level 6.196

October 6, 2026
Video: Harga Minyak Tertekan – Harga Batu Bara Tembus USD 150 per ton

Video: Harga Minyak Tertekan – Harga Batu Bara Tembus USD 150 per ton

October 6, 2026
POOL Jual 30% Saham Pool Advista Finance ke Perusahaan Asal Singapura

POOL Jual 30% Saham Pool Advista Finance ke Perusahaan Asal Singapura

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .