• Latest
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

July 29, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

Cara DBS Menilai Risiko Aset ICE di Tengah Transisi EV

September 16, 2026
Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

Bukan AS atau IMF, Ini Pemasok Utang Terbesar Indonesia

September 16, 2026
Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

Meski IHSG Hijau, Asing Net Sell Rp430 Miliar di Sesi I

September 16, 2026
Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

Bukan Cuma EV, DBS Ungkap 3 Tren Besar yang Ubah Industri Otomotif

September 16, 2026
Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

Utang Luar Negeri RI dalam Dolar Terus Merosot, Lari ke Mata Uang Ini

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?

2 months ago
in People & Culture
IHSG Sempat Tembus ke Bawah 6.050, ke Mana Arah Selanjutnya?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian pelemahannya, tetapi masih ditutup di zona merah pada akhir sesi I perdagangan Rabu (29/7/2026).

Pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed), di tengah tekanan dari pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia.

Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 37 poin atau 0,60% ke level 6.093,59. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.174,41 dan terendah 6.029,32.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,84 triliun dengan volume perdagangan 25,95 miliar saham dalam 1,24 juta kali transaksi. Sebanyak 184 saham menguat, 489 saham melemah, dan 292 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.667 triliun.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor yang masih berada di zona merah. Sektor properti memimpin koreksi dengan penurunan 4,27%, diikuti utilitas yang melemah 3,21%, konsumer non-primer turun 1,23%, industri melemah 0,87%, teknologi turun 0,65%, energi melemah 0,48%, konsumer primer turun 0,47%, kesehatan terkoreksi 0,39%, keuangan melemah 0,34%, serta bahan baku turun 0,10%.

Secara teknikal, IHSG juga masih berada di bawah Weighted Moving Average (WMA) 20 yang berada di kisaran 6.146, sementara indikator MACD menunjukkan momentum penguatan mulai melemah.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

“Dari eksternal, market sentiment masih cenderung berhati-hati menjelang sejumlah agenda global, sehingga memicu berkurangnya risk appetite terhadap aset berisiko. Dari domestik, pasar juga sedang mencerna rilis kinerja Semester I-2026 yang hasilnya bervariasi, sehingga mendorong aksi profit taking pada sejumlah saham yang sebelumnya telah menguat,” ujarnya kepada CNBC Indonesia.

Menurut Elandry, tekanan jual pada sesi I masih lebih dominan dibandingkan minat beli, meski aktivitas transaksi belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

“Hal ini mengindikasikan investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio sambil menunggu katalis baru. Selama belum ada sentimen negatif baru, kami melihat pelemahan ini masih berada dalam fase konsolidasi yang wajar, bukan mencerminkan perubahan fundamental pasar secara keseluruhan,” katanya.

Untuk jangka pendek, ia memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidatif dengan support di kisaran 6.050-6.080. Jika level tersebut ditembus, indeks berpeluang menguji area 6.000. Sementara itu, resistance berada di rentang 6.150-6.200, dan peluang rebound akan semakin terbuka apabila disertai masuknya aliran dana asing.

Senada, Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal.

Ia mencatat dalam sepekan terakhir terjadi outflow investor asing di pasar reguler sebesar Rp4,36 triliun. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang membebani sentimen pasar.

“Investor masih menanti hasil FOMC Meeting pada 29 Juli waktu setempat, di mana The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75%,” ujarnya.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI kembali ke kisaran US$80 per barel setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan sentimen. Di sisi domestik, nilai tukar rupiah yang kembali ke level Rp18.000-an per dolar AS juga menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Meski demikian, Herditya masih mempertahankan proyeksi base case IHSG di level 7.000, sedangkan bear case berada di level 6.100, yang menunjukkan prospek jangka menengah pasar saham Indonesia dinilai masih relatif terjaga meskipun volatilitas jangka pendek meningkat.

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .