• Latest
IHSG Tutup Juni dengan Anjlok 3%, Parkir di Level 5.600-an.

IHSG Tutup Juni dengan Anjlok 3%, Parkir di Level 5.600-an.

June 30, 2026
Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

October 6, 2026
Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

October 6, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 6, 2026
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.139

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,30% ke Level 6.139

October 6, 2026
Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

October 6, 2026
Direktur VKTR Borong Saham Rp10,8 Miliar Jelang Rights Issue, Ada Apa?

Direktur VKTR Borong Saham Rp10,8 Miliar Jelang Rights Issue, Ada Apa?

October 6, 2026
IHSG Menguat di Awal Pekan, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

IHSG Menguat di Awal Pekan, Asing Kompak Serbu 10 Saham Ini

October 6, 2026
Astra Otoparts (AUTO) Mau Bagi Dividen Interim, Catat Tanggalnya

Astra Otoparts (AUTO) Mau Bagi Dividen Interim, Catat Tanggalnya

October 6, 2026
Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Deretan Data Penting Ini

Bursa Asia Dibuka Beragam, Investor Cermati Deretan Data Penting Ini

October 6, 2026
10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

10 Saham Ini Paling Banyak Masuk Jual Antrean Asing Kala IHSG Menguat

October 6, 2026
Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

Kemenkeu Gelar Lelang Sukuk Hari ini, Target Raup Rp10 Triliun

October 5, 2026
Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

Industri Gadai Meledak! Pembiayaan Naik 44% Jadi Rp156 Triliun

October 5, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

IHSG Tutup Juni dengan Anjlok 3%, Parkir di Level 5.600-an.

3 months ago
in People & Culture
IHSG Tutup Juni dengan Anjlok 3%, Parkir di Level 5.600-an.
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 177,6 poin atau -3,05% ke level 5.643,19 pada perdagangan hari ini, Selasa (30/6/2026).

Sepanjang hari ini, IHSG mengalami tekanan besar dan konsisten berada di zona merah. Indeks bergerak pada rentang 5.638,57–5.811,67. Sebagai informasi pada perdagangan kemarin IHSG ditutup di level 5.820,79. 

Hingga akhir perdagangan, nilai transaksi tercatat sebesar Rp 15,15 triliun dengan volume 19,46 miliar saham dalam 1,59 juta kali transaksi. 

Bila dibandingkan dengan rata-rata harian pada pekan terakhir Mei 2026, nilai transaksi turun 87,33% dan volume anjlok 59,06%. 

Mengutip Refinitiv, pada perdagangan hari ini seluruh sektor hancur. Bahan baku memimpin koreksi dengan -4,35% dan koreksi terkecil di sektor kesehatan -0,9%.

Ada dua saham yang menjadi beban utama IHSG hari ini, yaitu BBCA dengan bobot -35,12 poin dan BBRI -17,25 poin. Selain itu MORA, ASII, hingga EMAS juga masuk dalam daftar top laggards. 

Koreksi IHSG hari ini pun memperpanjang tren bearish IHSG yang sudah terjadi sejak awal bulan. Sepanjang tahun hingga Juni, secara bulanan IHSG selalu menutup bulan dengan koreksi. 

Bila dihitung secara bulanan IHSG Juni 2026 turun 7,9% dan merosot 35,49% sepanjang tahun berjalan. 

Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan pelemahan IHSG terjadi seiring dengan rupiah yang masih lemah terhadap dolar Amerika Serikat. Investor juga memilih menunggu rilis data inflasi Indonesia serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memengaruhi arah pasar.

Dari sisi komoditas, harga emas dunia turun ke kisaran US$3.958 per troy ons sehingga menjadi sentimen negatif bagi saham-saham yang berkorelasi dengan logam mulia.

Sementara itu, Analis Doo Financial Sekuritas Lukman Leong menilai pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap hasil kajian lembaga pemeringkat global MSCI.

“Walau rupiah sudah stabil namun potensi downgrade status pasar masih ada,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (30/6/2026).

Kemudian, sentimen geopolitik di Timur Tengah juga belum sepenuhnya mereda. Meski Amerika Serikat dan Iran kembali membuka jalur pembicaraan, ketidakpastian yang masih tinggi membuat investor asing lebih memilih melakukan *choppy trade* atau keluar-masuk pasar dalam jangka pendek.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus juga menilai fokus utama investor saat ini masih tertuju pada hasil kajian S&P terhadap pasar Indonesia.

Terpisah, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai persoalan likuiditas pasar modal Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pertumbuhan jumlah investor ritel. Dibutuhkan keseimbangan antara pasokan emiten berkualitas dan basis investor yang lebih beragam.

“Penyerapannya tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada retail investor kita,” ujarnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (30/6/2026).

Jeffrey memaparkan, dari sisi penawaran (supply), pasar membutuhkan lebih banyak perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar untuk melantai di Bursa. Kehadiran emiten-emiten berkapitalisasi besar diyakini akan memperkuat daya tarik pasar sekaligus memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi pelaku pasar.

Sementara itu, dari sisi permintaan (demand), jumlah investor ritel Indonesia dinilai telah tumbuh sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Salah satu suplai yang berkualitas tentu adalah perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi besar dalam jumlah yang banyak. Dari sisi demand, itu adalah jumlah investor retail kita yang sekarang sudah luar biasa besar,” sebutnya.

Ia menyebut, BEI bersama para pemangku kepentingan melalui reformasi pasar modal berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehingga nanti investor asing bersama-sama dengan investor institusi domestik kita dan didukung oleh investor retail kita akan sama-sama menimbulkan dinamika yang sehat di pasar kita,” sebutnya

(mkh/mkh)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

Daftar Pemegang Saham BYAN Terbaru, Haji Isam Sudah Masuk?

October 6, 2026
Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

Ada yang Harganya Naik 150%, Bursa Pantau Ketat 3 Saham Ini

October 6, 2026
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.875

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .