• Latest
Kangaroo Bond Laris Diborong Asing, Sri Mulyani Siapkan Dim Sum Bond

Kangaroo Bond Laris Diborong Asing, Sri Mulyani Siapkan Dim Sum Bond

August 20, 2025
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

October 29, 2026
Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

Saham Naik 149%, BEI Gembok Perdagangan Emiten Pemilik CFC (PTSP)

October 29, 2026
Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

Anjlok Drastis, Bursa Awasi Ketat Saham FILM dan COIN

October 29, 2026
Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

Kronologi Lengkap Dugaan Kasus Korupsi PT Djarum

October 29, 2026
PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

PGAS Teken Kontrak Penjualan LNG Rp28,11 Triliun, Pasokan Mulai 2029

October 29, 2026
Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

Ini Alasan KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai di Kudus

October 29, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 29, 2026
Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

Bursa RI Paling Transparan di Dunia, Sejajar dengan Hong Kong

October 29, 2026
Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%

October 29, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Thursday, October 29, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Kangaroo Bond Laris Diborong Asing, Sri Mulyani Siapkan Dim Sum Bond

1 year ago
in Lifestyle
Kangaroo Bond Laris Diborong Asing, Sri Mulyani Siapkan Dim Sum Bond
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia memastikan penerbitan surat utang berdenominasi renminbi yang diterbitkan di luar China, terutama Hong Kong, yakni Dim Sum Bond akan segera dilaksanakan setelah surat utang berdenominasi dolar Australia (AUD) Kangaroo Bond sukses menarik minat investor global.

Plt. Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani mengatakan, penerbitan perdana Dim Sum Bond telah masuk daftar antrean berikutnya setelah Kangaroo Bond berhasil diterbitkan secara perdana pada 7 Agustus 2025.

“Setelah keberhasilan Kangaroo Bond, pipeline berikutnya adalah penerbitan (perdana) Dim Sum Bond, untuk memperluas basis investor di Asia sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio pembiayaan APBN,” kata Novi kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (20/8/2025).

Meski begitu, pemerintah belum mau mengungkapkan tanggal detail rencana penerbitan Dim Sum Bond. Novi hanya memastikan bahwa penerbitan Dim Sum Bond nantinya akan tergantung kondisi pasar obligasi dan perkembangan kebutuhan pembiayaan APBN.

“Pemerintah akan terus menerapkan strategi pembiayaan yang hati-hati, fleksibel, dan terukur, dengan mempertimbangkan pemilihan waktu penerbitan, jenis instrumen, serta keseimbangan komposisi mata uang,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Indonesia telah berhasil melaksanakan penerbitan perdana Kangaroo Bond dalam mata uang dolar Australia pada tanggal 7 Agustus 2025 dengan setelmen 14 Agustus 2025.

“Transaksi ini menjadi langkah penting untuk memperluas basis investor, mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN, sekaligus mempererat kerja sama bidang keuangan Indonesia-Australia,” ujar Novi.

Penerbitan perdana Kangaroo Bonds mendapat sambutan yang sangat positif dari investor global. Permintaan investor mencapai AUD 8 miliar atau 10 kali lebih besar dari total nominal setelmen sebesar AUD 800 juta.

Sekitar sepertiga investor pembeli Kangaroo Bond berasal dari investor domestik Australia, atau setara 34% untuk seri tenor 5 tahun dan 33% untuk tenor 10 tahun. Sisanya berasal dari Asia untuk tenor 5 tahun dengan porsi 43% dan tenor 10 tahun 53%, serta Eropa, Timur Tengah, dan Afrika maupun Inggris (EMEA/UK) porsinya masing 23% dan 14%.

“Sebuah capaian yang menunjukkan meningkatnya minat dan kepercayaan pasar Australia terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ujar Novi.

Dengan besarnya minat investor terhadap Kangaroo Bond RI membuat Pemerintah berhasil menetapkan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif, yakni sebesar 4,427% untuk tenor 5 tahun dan 5,380% untuk tenor 10 tahun.

Transaksi perdana ini dilakukan melalui program Australian Medium-Term Notes (AMTN). Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2025. Obligasi yang diterbitkan pada transaksi kali ini memperoleh peringkat Baa2 oleh Moody’s, BBB oleh Standard & Poor’s, dan BBB oleh Fitch.

(arj/haa)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Pemerintah Buka Lelang SUN Esok, Target Serok Dana Rp 26 Triliun




Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

October 29, 2026
Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

Ada Isu Merger dengan BCA, DBS Buka Suara

October 29, 2026
Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Saham hingga Rp2 Triliun

October 29, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .