• Latest
Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg

Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg

May 23, 2026
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

IHSG Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi, Ini Kata Menko Airlangga

October 19, 2026
PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

PP Presisi Bubarkan dan Likuidasi Entitas Usaha

October 19, 2026
Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini

October 19, 2026
ADB Siap Guyur US0 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

ADB Siap Guyur US$650 Juta Buat Reformasi Pasar Keuangan RI

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg

5 months ago
in Market
Malaysia Mau Beli 500 Ton Beras RI, Tawar Rp16.000/Kg
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia sebanyak 500.000 ton memasuki babak penawaran baru.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kesepakatan awal dengan pihak Malaysia sudah tercapai dan kini tinggal membahas finalisasi harga serta skema pengiriman.

“Untuk potensi ekspor sesuai dengan pertemuan kemarin di Surabaya dengan delegasi dari Sarawak, Malaysia, alhamdulillah sudah ada kesepakatan,” ungkap Rizal, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Malaysia, kata dia, berencana mengimpor beras dari Indonesia dalam jumlah cukup besar. Bulog kini mengebut proses negosiasi agar ekspor bisa segera direalisasikan.

“Jadi mereka sudah akan mengimpor dengan jumlah yang lumayan, sekitar 500 ribu ton harapan kami. Dan ini tinggal negosiasi harga, sudah hampir fix. Nah mudah-mudahan lebih cepat lebih bagus,” ujarnya.

Menurut Rizal, Bulog juga akan mengirim tim ke Sarawak untuk membahas lebih rinci skema distribusi beras tersebut, termasuk jalur pengiriman yang akan digunakan.

“Mungkin kami akan memberangkatkan salah satu direktur kami dengan beberapa staff untuk diskusi ulang di Sarawak untuk memastikan pengirimannya port-to-port atau hanya nyebrang lewat Kalimantan Barat, dari gudang Pontianak nyebrang masuk sampai Entikong, dari Entikong langsung ke Sarawak. Nanti konsepnya seperti apa akan didiskusikan di Sarawak,” jelasnya.

Soal harga, Rizal membenarkan penawaran awal dari pihak Malaysia berada di kisaran Rp16.000 per kilogram (kg) untuk beras premium dengan pecahan 5%.

“Ya betul, untuk penawaran awal dari pihak Malaysia adalah sekitar Rp16.000 per kg atau 3,7 Ringgit. Nah ini penawaran awal dari Malaysia sekitar Rp16.000 per kg beras premium dengan pecahan 5%,” kata Rizal.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tidak ingin menjual beras terlalu murah. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, ekspor harus tetap menguntungkan petani dan negara.

“Nah ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) juga kemarin, kami diperintahkan jangan jual terlalu murah juga. Jadi jual yang betul-betul menguntungkan petani, bangsa, dan negara,” ujarnya.

“Sehingga tidak menurunkan ataupun mengurangi profit dari para petani maupun pemerintahnya,” lanjut Rizal.

Ketika ditanya apakah harga Rp16.000 per kg sudah cukup baik bagi Bulog, Rizal menyebut angka tersebut sudah cukup menarik, meski masih terbuka peluang untuk negosiasi lebih tinggi.

“Kalau harga Rp16.000 (per kg) ya lumayan sudah agak baik. Kalau memang bisa lebih naik lagi lebih bagus,” ucapnya.

Rizal juga memastikan keputusan final soal harga ekspor akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman sepulang ibadah haji.

“Kami tidak menargetkan, namun ya harapannya yang lebih baik dan lebih tinggi (harganya), lebih bagus. Sesuai arahan Bapak Presiden kami akan diskusi dengan Bapak Mentan setelah beliau kembali dari Haji,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan adanya permintaan beras sebesar 500 ribu ton dari Malaysia di tengah kondisi stok beras nasional yang surplus.

“Nah ini ada saudara kita mumpung di sini, dari Malaysia. Ini minta beras 500 ribu ton,” kata Amran dalam Dialog Swasembada Pangan yang disiarkan melalui YouTube resmi Kementan, Rabu (13/5/2026).

Amran mengatakan, Malaysia awalnya ingin bertemu dengannya di Jakarta. Namun, pertemuan akhirnya dilakukan di Surabaya karena dirinya tengah menghadiri agenda bersama Bulog.

“Kebetulan tadi mau ketemu saya (di Jakarta), lalu saya bilang ke Surabaya. Ini orangnya dulu impor jagung dari Indonesia. Sekarang saudara kita minta 500 ribu ton beras,” ujarnya.

Ia menegaskan kondisi produksi beras Indonesia saat ini sedang surplus sekitar 2 juta ton, sehingga peluang ekspor mulai terbuka.

(haa/haa)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

Bos OJK Ungkap Pesan Khusus Prabowo: Tindak Tegas Coordinated Trading!

October 19, 2026
BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

BI Bisa Jaga Stabilitas Rupiah Dua Hari Ini

October 19, 2026
Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .