• Latest
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

May 21, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz

5 months ago
in People & Culture
Minyak Naik Tipis, Pasar Masih Dibayangi Iran & Selat Hormuz
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak dunia kembali naik pada perdagangan Kamis pagi, setelah sempat jatuh tajam lebih dari 2% pada awal pekan akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menunda serangan terhadap Iran.

Pelaku pasar kini bergerak di antara dua kutub besar: harapan negosiasi damai dan ketakutan gangguan pasokan global.

Menurut data Refinitiv pada Kamis (21/5/2026) pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent kontrak Juli (LCOc1) berada di US$105,92 per barel, naik dibanding penutupan sebelumnya di US$105,02 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni (CLc1) tercatat US$99,15 per barel, menguat dari posisi US$98,26 per barel.



Kenaikan hari ini datang setelah dua hari perdagangan yang sangat liar. Pada 19 Mei, Brent masih bertengger di US$111,28 per barel dan WTI US$107,77 per barel. Bahkan sehari sebelumnya Brent sempat menyentuh US$112,1 per barel dan WTI US$108,66 per barel, level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Volatilitas itu dipicu langsung oleh perkembangan konflik Timur Tengah. Reuters melaporkan Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi baru terkait program nuklir Tehran. Pernyataan itu langsung memicu aksi jual besar di pasar minyak karena risiko perang kawasan dianggap sedikit mereda.

Namun pasar belum benar-benar tenang. Konflik yang memanas di kawasan Teluk telah mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Gangguan sekecil apa pun di titik ini selalu memicu lonjakan premi risiko energi global.

Iran sendiri dikabarkan mengirim proposal perdamaian baru melalui Pakistan. Meski demikian, proses diplomasi masih berjalan lambat. Reuters juga melaporkan muncul kabar bahwa Washington akan memberi kelonggaran sementara terhadap ekspor minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung, walau kabar itu langsung dibantah pejabat AS.

Di saat bersamaan, AS memperpanjang pengecualian sanksi selama 30 hari bagi negara-negara yang masih membeli minyak Rusia lewat jalur laut. Kebijakan ini membuat pasar melihat Washington berusaha menjaga pasokan global tetap mengalir di tengah situasi geopolitik yang panas.

Faktor lain yang ikut menopang harga datang dari sisi cadangan minyak AS. Data Departemen Energi AS memperlihatkan Strategic Petroleum Reserve (SPR) anjlok 9,9 juta barel pekan lalu. Stok kini tersisa sekitar 374 juta barel, terendah sejak Juli 2024. Penurunan tajam cadangan strategis membuat bantalan pasokan AS makin tipis saat pasar sedang menghadapi ancaman gangguan distribusi global.

Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol bahkan mengingatkan stok minyak komersial global turun cepat dan pasokan efektif hanya tersisa untuk beberapa pekan apabila konflik terus mengganggu pengiriman energi internasional.

Pergerakan harga dalam sepekan terakhir memperlihatkan pasar minyak kini sepenuhnya digerakkan oleh geopolitik. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, Brent bergerak dari US$105,63 per barel pada 13 Mei, melonjak ke atas US$112, lalu turun lagi mendekati US$105. Sementara WTI sempat naik dari kisaran US$101 menjadi lebih dari US$108 sebelum akhirnya kembali ke bawah US$100.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .