• Latest
MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

October 14, 2026
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

October 14, 2026
Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

October 14, 2026
Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

Pemegang Saham Pegendali VICI Lepas 402,48 Juta Saham

October 14, 2026
IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Melesat 1%, Ini Penyebabnya

October 14, 2026
Breaking! IHSG Melesat 1%

Breaking! IHSG Melesat 1%

October 14, 2026
BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun

BTPN Syariah (BTPS) Bakal Buyback Saham Rp1 Triliun

October 14, 2026
Bidik Pasar RI, Investor Kakap UEA Masuk ke Majoris Asset Management

Bidik Pasar RI, Investor Kakap UEA Masuk ke Majoris Asset Management

October 14, 2026
Investor Berebut! Pemerintah Kantongi Rp35 T dari Lelang Surat Utang

Investor Berebut! Pemerintah Kantongi Rp35 T dari Lelang Surat Utang

October 14, 2026
Emiten RI Ini Garap Program Rumah Subsidi Prabowo

Emiten RI Ini Garap Program Rumah Subsidi Prabowo

October 14, 2026
Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolok Ukur

Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolok Ukur

October 14, 2026
Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolak Ukur

Dony Oskaria Sentil BUMN, Pelayanan Publik Jadi Tolak Ukur

October 14, 2026
Rupiah Dibuka di Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Rp17.900

Rupiah Dibuka di Zona Merah, Dolar AS Menguat ke Rp17.900

October 14, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 14, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

59 minutes ago
in Market
MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah dalam tren penurunan sepanjang tahun 2026. Sejumlah sentimen global, termasuk kekhawatiran akan keputusan MSCI pun mengiringi tekanan tersebut.

IHSG mengawali perdagangan hari ini, Rabu, (14/10/2026) di zona hijau. IHSG dibuka pada level 5.940,68, naik 14,70 poin atau sekitar 0,25%.

Penguatan ini berlanjut tidak lama setelah pembukaan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.946,28, sementara level terendah berada di 5.938,30. Rentang pergerakan yang sempit ini menunjukkan pasar bergerak relatif stabil di awal sesi, dengan tekanan jual yang terbatas.

Meski demikian, sejak awal tahun, IHSG telah tertekan 31,14% secara year to date (ytd). Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini tercatat sebesar Rp10.452 triliun.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, level tertinggi IHSG 2025 sempat tercatat di 8.710,70 pada 8 Desember 2025 dengan nilai kapitaliasi pasar tertinggi Rp16.000 triliun di tanggal yang sama.

Jika dibandingkan dengan level tertingginya pada 8 Desember 2025, maka kapitalisasi pasar IHSG telah menyusut Rp5.548 triliun atau 34,68% menjadi Rp10.452 triliun.

Menurut laporan BRI Danareksa Sekuritas, kekhawatiran terkait MSCI, eskalasi geopolitik, dan proyeksi hawkish dari The FED masih membatasi ruang pemulihan MSCI hingga hari ini.

“Perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga masih perlu dicermati,” sebagaimana dikutip dari laporan hariannya.

Sebelumnya, MSCI membekukan kenaikan foreign inclusion factor (FIF) dan number of shares (NOS), serta penambahan saham baru dan peningkatan status saham dalam indeks. Kebijakan tersebut akan dievaluasi menjelang peninjauan indeks pada November 2026, dengan pengumuman MSCI diperkirakan keluar pada akhir Oktober.

Sebelumnya, dalam evaluasi 23 Juni 2026, MSCI menyatakan akan mempertimbangkan sejumlah opsi apabila kemajuan belum memadai menjelang review November, termasuk konsultasi untuk reklasifikasi Indonesia menjadi Frontier Market.

Kekhawatiran MSCI mencakup transparansi struktur kepemilikan dan kemungkinan perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga.

MSCI telah mengakui reformasi berupa pengungkapan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, kerangka HSC, dan roadmap free float minimum 15%. Namun, konsistensi implementasi serta efektivitasnya tetap menjadi ukuran penilaian.

Pernyataan mengenai kemungkinan konsultasi belum menetapkan Indonesia langsung turun kelas pada November. Pembukaan konsultasi, keputusan reklasifikasi, dan tanggal implementasinya merupakan tahapan yang perlu dibedakan.

Kalender resmi mencantumkan pengumuman index review pada November mendatang, dengan perubahan reguler efektif 1 Desember. Penyebutan 12 November di Indonesia dapat terkait perbedaan waktu; kalender tersebut tidak mencantumkan jam rilis. Tanggal efektif perubahan reguler juga bukan tanggal otomatis berlakunya downgrade negara.

(ayh/ayh)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

Indeks Dolar AS Melemah, Rupiah hingga IHSG Kompak Menghijau

October 14, 2026
Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

Perdagangan Saham Nominal Baru PBSA Mulai Hari Ini

October 14, 2026
MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

MSCI Jadi Momok! IHSG Sudah Anjlok 31%, Rp5.548 Triliun Lenyap

October 14, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .