• Latest
Naik Dadakan! Ini Keputusan Lengkap BI Soal Suku Bunga Acuan Juni 2026

Naik Dadakan! Ini Keputusan Lengkap BI Soal Suku Bunga Acuan Juni 2026

June 9, 2026
Terungkap! 10 Saham Ini Ternyata Hanya Dikuasai Segelintir Pihak

Terungkap! 10 Saham Ini Ternyata Hanya Dikuasai Segelintir Pihak

October 13, 2026
5 Saham Gerak Tak Wajar, BEI Kasih Warning

5 Saham Gerak Tak Wajar, BEI Kasih Warning

October 13, 2026
Video: Dihantui Rumor Pasar, IHSG Ambruk di Awal Pekan

Video: Dihantui Rumor Pasar, IHSG Ambruk di Awal Pekan

October 13, 2026
Ada Komisaris Jual Saham Emiten TP Rachmat (DRMA) di Harga Rp930-940

Ada Komisaris Jual Saham Emiten TP Rachmat (DRMA) di Harga Rp930-940

October 13, 2026
Investor Siap-Siap, Besok Mau Ada Pengumuman Penting Ini dari GOTO

Investor Siap-Siap, Besok Mau Ada Pengumuman Penting Ini dari GOTO

October 13, 2026
BEI Restui Stock Split PBSA, Harganya Jadi Segini

BEI Restui Stock Split PBSA, Harganya Jadi Segini

October 13, 2026
Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

October 13, 2026
Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US0

Konflik Timur Tengah Bayangi Harga Minyak, Brent Masih di Atas US$100

October 13, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 13, 2026
RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

RUPSLB Besok, GOTO Mau Kurangi Modal dan Rombak Direksi

October 13, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 1%

Breaking! IHSG Anjlok 1%

October 13, 2026
IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

IHSG Dibuka Melemah 0,36% ke Level 5.914

October 13, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 13, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Naik Dadakan! Ini Keputusan Lengkap BI Soal Suku Bunga Acuan Juni 2026

4 months ago
in Economy
Naik Dadakan! Ini Keputusan Lengkap BI Soal Suku Bunga Acuan Juni 2026
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia-Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Bank Indonesia pada hari ini, tanggal 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam siaran pers pada Selasa (9/6/2026).

Di samping kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, Bank Indonesia juga menempuh langkah-langkah penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing sebagai berikut:

1. Kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing. Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain.

2. Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10% (sepuluh persen) untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

“Sebagaimana diketahui, selama ini Bank Indonesia memberikan fasilitas swap lindung nilai bagi masuknya investasi asing melalui bank-bank di Indonesia yang kemudian meneruskan kepada Bank Indonesia. Sementara itu, penentuan tingkat swap yang reguler (reguler swap) tetap terus diberikan Bank Indonesia sesuai mekanisme pasar yang berlaku,” ungkap BI.

3. Pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan sasaran agar pertumbuhan Uang Primer (M0) tetap double digit (di atas 10%). Perluasan fasilitas repo ini akan menjadi instrumen utama dalam pengelolaan likuiditas moneter dibandingkan dengan mekanisme lain, termasuk melalui pembelian SBN dari pasar sekunder yang selama ini ditempuh Bank Indonesia.

4. Peningkatan intensitas operasi moneter baik Rupiah maupun valuta asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Penguatan operasi moneter Rupiah ditempuh dengan pembukaan lelang SRBI dua kali seminggu. Sementara itu, penguatan operasi moneter valuta asing terus dilakukan dengan meningkatkan intensitas intervensi baik melalui transaksi spot dan DNDF di pasar domestik maupun transaksi NDF di pasar luar negeri.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah,” imbuh BI.

Sesuai Undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, Bank Indonesia setiap hari Selasa mengadakan RDG Mingguan untuk evaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang ditetapkan dalam RDG Bulanan.

Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026, nilai tukar Rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan. Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia.

Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.

Stabilisasi nilai tukar Rupiah dimaksud juga ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.

(ras/mij)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Terungkap! 10 Saham Ini Ternyata Hanya Dikuasai Segelintir Pihak

Terungkap! 10 Saham Ini Ternyata Hanya Dikuasai Segelintir Pihak

October 13, 2026
5 Saham Gerak Tak Wajar, BEI Kasih Warning

5 Saham Gerak Tak Wajar, BEI Kasih Warning

October 13, 2026
Video: Dihantui Rumor Pasar, IHSG Ambruk di Awal Pekan

Video: Dihantui Rumor Pasar, IHSG Ambruk di Awal Pekan

October 13, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .