• Latest
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

August 12, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

November 2, 2026
Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

November 1, 2026
Bukit Asam (PTBA) Bubarkan Anak Usaha, Ini Alasannya

Bukit Asam (PTBA) Bubarkan Anak Usaha, Ini Alasannya

November 1, 2026
BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG Mulai Hari Ini

BEI Keluarkan 81 Saham HSC dari IHSG Mulai Hari Ini

November 1, 2026
Raffi Ahmad Borong Saham VISI, Rogoh Kantong Rp 72 Miliar

Raffi Ahmad Borong Saham VISI, Rogoh Kantong Rp 72 Miliar

November 1, 2026
BEI Keluarkan 81 Saham HSC Mulai Hari Ini

BEI Keluarkan 81 Saham HSC Mulai Hari Ini

November 1, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, November 2, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

3 months ago
in Market
Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah mulai mengalihkan fokus pengembangan pasar modal Indonesia dari sekadar mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten menjadi memperkuat kualitas, likuiditas, serta kepercayaan investor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penguatan pasar modal menjadi penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Menurutnya, kepercayaan investor merupakan kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di dalam negeri.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” kata Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi yang terjaga telah mendorong perkembangan pasar modal nasional. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta orang, sementara jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Secara regional, Indonesia bahkan mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah investor pasar modal terbesar di ASEAN. Selain itu, Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat, posisi ketiga untuk kapitalisasi pasar, serta posisi kedua untuk rata-rata nilai transaksi harian terbesar di kawasan.

Meski demikian, Airlangga menilai tantangan ke depan bukan lagi soal menambah jumlah investor maupun emiten, melainkan meningkatkan kualitas pasar modal agar lebih dalam dan efisien.

Dari sisi pasokan emiten, hingga Juli 2026 baru terdapat tujuh perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp2,16 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan memperluas sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Di sisi lain, investor kini semakin memperhatikan berbagai faktor fundamental seperti likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan saham beredar di publik (free float), transparansi, tata kelola perusahaan, hingga kualitas keterbukaan informasi.

Karena itu, pemerintah bersama regulator dan pelaku industri terus mendorong reformasi pasar modal. Langkah tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bank Indonesia (BI), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Beberapa upaya yang tengah dilakukan antara lain pengembangan instrumen investasi baru seperti PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Selain memperkuat pasar modal, pemerintah juga berupaya meningkatkan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi dan penyelesaian hambatan usaha lintas kementerian dan lembaga.

Melalui Satuan Tugas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 pemerintah telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 aduan telah diselesaikan, mencakup persoalan perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, hingga energi.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa penguatan kepercayaan investor harus diiringi dengan peningkatan kualitas perusahaan tercatat.

“Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” ujar Haryo.

Menurut pemerintah, kombinasi antara fundamental ekonomi yang kuat, reformasi pasar modal, serta perbaikan iklim investasi akan menjadi modal penting untuk menjaga arus investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

(haa/haa)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Asing Lepas 10 Saham Ini

November 2, 2026
IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 7% Sepekan, Tapi Asing Borong 10 Saham Ini

November 2, 2026
Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

Imbalan Hingga 6,85%, Pemerintah RI Lelang 8 Sukuk Cari Dana Rp10 T

November 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .