• Latest
OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

October 20, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

October 20, 2026
Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)

October 20, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

Akhiri Perdagangan, IHSG Meroket 5,6%

October 20, 2026
PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

PGE Catat Rekor Produksi Hingga September 2026

October 20, 2026
Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

Warning Soal Asap Karhutla, Saham Pertanian Singapura Anjlok

October 20, 2026
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya

October 20, 2026
Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

Diminta BEI Serok Saham Selamatkan IHSG, Ini Jawaban Bos Asuransi

October 20, 2026
Breaking! IHSG Meroket 5%

Breaking! IHSG Meroket 5%

October 20, 2026
Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke 17.980

October 20, 2026
Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

Dolar AS Loyo, Rupiah Menguat ke 17.980 per Dolar AS

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya

1 hour ago
in People & Culture
OJK Stress Test Dampak IHSG ke Asuransi, Ini Hasilnya
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan uji ketahanan (stress test) terhadap industri asuransi untuk mengukur dampak tekanan pasar modal yang terjadi belakangan ini.

Kepala Departemen Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Sumarjono mengatakan, hasil pengujian menunjukkan bahwa industri asuransi jiwa relatif lebih banyak terdampak oleh tekanan di pasar saham dibandingkan asuransi umum.

“Karena mereka (asuransi jiwa) kan ada investasi di saham, SBN, dan juga obligasi. Nah tentunya itu berpengaruh. Dari sisi kami sedang melakukan berapa yang kemudian terdampak dari situ. Siapa yang turun menjadi kurang dari 120% (risk based capital-nya),” ungkap Sumarjono dalam Konferensi Pers Hari Asuarnsi, di Grha AAJI, di Jakarta, Selasa, (20/10/2026).

Oleh karena itu, OJK meminta pelaku usaha untuk terus memantau kualitas aset dan kondisi permodalan agar tetap mampu memenuhi kewajiban kepada pemegang polis. OJK juga meminta komite investasi di setiap perusahaan asuransi untuk memperkuat manajemen risiko dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan.

Terkait rekomendasi berdasarkan hasil uji ketahanan tersebut, Sumarjono mengatakan, OJK meminta setiap komite investasi perusahaan asuransi untuk kembali mengevaluasi strategi investasinya. Menurut dia, perusahaan perlu menentukan arah investasi yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, yang belum tentu berlangsung secara terus-menerus.

Dia menambahkan, OJK terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan. OJK juga berharap pasar saham dapat kembali pulih sehingga kondisi industri asuransi turut membaik.

Diketahui, asuransi menjadi salah satu investor institusi yang memanfaatkan saham sebagai instrumen investasinya. Ketika saham turun, maka aset yang tercatat ikut turun.

Diketahui, IHSG mengalami tekanan paling tajam pada Jumat (16/10/2026), ketika IHSG ambruk lebih dari 11% dalam sehari. Penurunan ini menjadi yang terdalam dalam 28 tahun terakhir atau sejak krisis moneter 1998.

Tekanan ini muncul setelah MSCI membuka konsultasi mengenai potensi penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada 15 Oktober 2026.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

October 20, 2026
Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

Aksi Borong Besar-Besaran Saham BUMN

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .