• Latest
Pangkas Koreksi, IHSG Ditutup Melemah 3,64% ke Level 4.996

Pangkas Koreksi, IHSG Ditutup Melemah 3,64% ke Level 4.996

October 19, 2026
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

Lanjuti Permintaan Komisaris, Jasa Marga Gelar RUPSLB 25 November

October 19, 2026
Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

Jawab MSCI, BEI Keluarkan Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

Ramai Jual Dolar Singapura Saat Rupiah Lesu, Untung Berkali Lipat

October 19, 2026
BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG

BEI Bakal Keluarkan Seluruh Saham HSC dari Perhitungan IHSG

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Analis Ungkap Valuasi Saham BBRI Sudah Murah, Saatnya Buy?

Analis Ungkap Valuasi Saham BBRI Sudah Murah, Saatnya Buy?

October 19, 2026
Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah

Emiten Para Konglomerat Kompak Buyback Sahamnya yang Lagi Murah

October 19, 2026
Kena Sanksi Denda Rp 1,5 Triliun, DSSA Surati OJK

Kena Sanksi Denda Rp 1,5 Triliun, DSSA Surati OJK

October 19, 2026
DSSA Surati OJK, Tegaskan Hormati Sanksi dan Siap Kooperatif

DSSA Surati OJK, Tegaskan Hormati Sanksi dan Siap Kooperatif

October 19, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 19, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Pangkas Koreksi, IHSG Ditutup Melemah 3,64% ke Level 4.996

1 hour ago
in Market
Pangkas Koreksi, IHSG Ditutup Melemah 3,64% ke Level 4.996
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas sebagian besar pelemahannya pada akhir perdagangan Sesi II Senin (19/10/2026). Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG berakhir melemah 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,61. Sebelumnya IHSG tercatat sempat melemah 5,36% di titik terendah 4.907,37 pada perdagangan intraday hari ini.

IHSG mulai merangkak naik dan memangkas koreksi hingga sempat berhasil kembali ke atas level psikologis 5.000 pada sesi kedua. Level tertinggi harian tercatat di 5.012,87.

Aktivitas perdagangan terpantau tinggi. Total volume transaksi mencapai 34,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 25,13 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya, yang menunjukkan investor tetap aktif bertransaksi di tengah volatilitas pasar.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah dengan koreksi paling dalam dicatatkan sektor barang baku, konsumer non primer, teknologi dn keuangan.

Adapun saham-saham yang menjadi pemberat IHSG adalah PT. Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI),PT. Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

Kejatuhan IHSG hari ini masih dipicu oleh pengumuman MSCI yang menyatakan tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging markets menjadi pasar berstatus standalone.

Jika terealisasi, status standalone berisiko memutus akses Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terhadap aliran modal internasional. Indonesia juga akan dikelompokkan bersama pasar standalone lain seperti Lebanon dan Zimbabwe.

Sebelumnya, pada Januari lalu, MSCI sempat mengancam menurunkan Indonesia ke status frontier market karena minimnya transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan. Namun, dalam pernyataan terbarunya, MSCI menilai kurangnya kemajuan dalam membenahi persoalan tersebut membuat penurunan ke status frontier pun tidak lagi mencerminkan seriusnya masalah yang ada.

Goldman Sachs memperkirakan, jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks MSCI, arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun. Sementara itu, dana aktif yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan memegang aset lebih dari US$8 miliar (Rp144 triliun), meski aksi jualnya bersifat diskresioner, bukan otomatis mengikuti indeks.

Hingga kini, investor asing telah mencatatkan jual bersih (net sell) saham Indonesia senilai US$4,88 miliar atau setara Rp87,84 triliun sepanjang 2026. Angka ini berpotensi menjadi arus keluar tahunan terbesar dalam setidaknya 16 tahun terakhir.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

Video: IHSG Anjlok ke Bawah 5.000 Efek MSCI

October 19, 2026
Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

Dony Oskaria Dipanggil ke Istana, Danantara Siap Borong Saham BUMN

October 19, 2026
Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

Dirut Indocement (INTP) Christian Kartawijaya Mundur, Ada Apa?

October 19, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .