Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan jajaran Kementerian Keuangan akan mengerahkan berbagai lembaga di bawahnya, seperti Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk memberikan kredit yang lebih ringan, dalam rangka mendukung Koperasi PBNU.
Hal ini diungkap dalam pertemuan antara Purbaya dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau yang dikenal dengan panggilan Gus Yahya.
“Keuangan juga punya banyak kita bilang Spesifikal khusus punya keuangan seperti LPEI, ada SMI, ada PIP. Yang bisa juga menyeluruhkan uang atau kredit yang lebih murah dibanding pasar,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Rabu (22/7/2026).
Purbaya pun berjanji akan mengkaji kerja sama ini dengan Koperasi PBNU. “Saya akan lihat nanti apakah itu bisa bekerja sama dengan Koperasi NU tadi, kalau mungkin kita akan kejar,” sambungnya.
Adapun, Gus Yahya dalam pertemuan ini meminta arahan Purbaya atas pendirian Koperasi Produsen Bangkit Usaha Mandiri Nusantara (KPBUMN), sebagai tindak lanjut atas ketentuan pemerintah terkait konsesi tambang kepada ormas keagamaan.
“Harapannya adalah arahan dari Kementerian Keuangan, karena ada banyak hal yang semuanya harus mengikuti rezim keuangan negara. Dan kami butuh arahan dari Kementerian Keuangan supaya nggak salah-salah,” ujar Gus Yahya.
Arahan Menkeu ini, menurut Gus Yahya, diperlukan agar pengelolaan konsesi tambang tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan negara.
(haa/haa)
Add
as a preferred
source on Google

















