• Latest
Pelajari Sebelum Beli, Ini 7 Risiko Investasi Emas Bagi Pemula

Pelajari Sebelum Beli, Ini 7 Risiko Investasi Emas Bagi Pemula

August 1, 2025
RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

October 28, 2026
Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

Mitratel Mulai Laksanakan MESOP Tahap III, Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Sentimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

MSIG Life Perkuat Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan Menuju 2030

October 28, 2026
Laba Bank Jago (ARTO) Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

Laba Bank Jago (ARTO) Naik 49,7% di Kuartal III-2026, Ini Faktornya

October 28, 2026
United Tractor (UNTR) Mau Bagi Dividen Rp 1,4 Triliun

United Tractor (UNTR) Mau Bagi Dividen Rp 1,4 Triliun

October 28, 2026
Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Senitimen Ini Jadi Penekan!

Rupiah Amblas ke Rp 18.100 Per USD, Senitimen Ini Jadi Penekan!

October 28, 2026
Asing Terus Keluar Efek MSCI, IHSG Lanjut Melemah ke 5.200-an

Asing Terus Keluar Efek MSCI, IHSG Lanjut Melemah ke 5.200-an

October 28, 2026
Laba Bersih Elnusa (ELSA) Rp681,5 Miliar di Kuartal III-2026

Laba Bersih Elnusa (ELSA) Rp681,5 Miliar di Kuartal III-2026

October 28, 2026
Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

October 28, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, October 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Pelajari Sebelum Beli, Ini 7 Risiko Investasi Emas Bagi Pemula

1 year ago
in People & Culture
Pelajari Sebelum Beli, Ini 7 Risiko Investasi Emas Bagi Pemula
Share on FacebookShare on Twitter



Daftar Isi



Jakarta, CNBC Indonesia – Investasi emas kian diminati sebagai instrumen lindung nilai di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini diperkuat dengan kehadiran layanan transaksi emas digital yang mudah diakses pengguna.

Namun jangan salah, terlepas dari banyaknya keuntungan investasi emas, ada beberapa hal yang menjadi kekurangan investasi safe haven itu yang juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu, bila memang Anda menyukai instrumen investasi ini, Anda tetap wajib melakukan diversifikasi.

Berikut adalah 7 hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi emas.

1. Emas tak bisa hasilkan pendapatan pasif

Deposito akan menghasilkan bunga, surat berharga negara memiliki kupon imbal hasil, sementara itu sejumlah reksa dana dan saham bisa memberikan Anda dividen. Sementara itu emas tidak bisa memberikan Anda sebuah pendapatan berupa cash layaknya instrumen keuangan di atas.

Bahkan ada yang menyebut emas bukan investasi, tetapi instrumen yang digunakan untuk melindungi nilai aset. Adapun keuntungan dari investasi emas hanyalah capital gain atau kenaikan harga emas itu sendiri seiring dengan berjalannya waktu.

2. Emas sama sekali tidak bisa untuk jangka pendek

Jangan berharap untung dalam investasi emas di jangka waktu dua tahun, Anda malah bisa rugi lantaran ada selisih yang tinggi antara harga beli dan harga buyback emas, terutama jika patokannya adalah emas Antam.

Mungkin dalam kondisi tertentu emas bisa menghasilkan keuntungan jangka pendek. Akan tetapi secara natural, emas memiliki sifat instrumen jangka panjang.

3. Harga emas melambat saat perekonomian dunia stabil

Tidak akan ada yang bisa memprediksi apa yang terjadi di masa yang akan datang. Ketika perekonomian stabil dan tidak ada lagi sentimen-sentimen buruk yang bermunculan, maka harga emas bisa melambat.

Perlambatan itu disebabkan karena investor di dunia akan lebih tertarik untuk menempatkan uangnya ke aset-aset berisiko seperti saham dan lainnya, ketimbang emas yang merupakan safe haven.

Penurunan harga emas tentu akan berpengaruh pada harga buyback emas, yang bisa berbuntut kerugian investasi.

4. Risiko hilang cukup tinggi

Hal ini berlaku bagi mereka yang berinvestasi dengan emas batangan. Meski sudah ada emas digital yang disediakan beberapa platform-platform investasi, masih banyak pula orang yang berpendapat bahwa membeli emas yang aman adalah dengan membeli emas batangan atau fisik.

Ketika kita memiliki emas dalam bentuk riil, maka akan ada keharusan tersendiri bagi kita untuk menyimpannya di tempat yang aman.

Meski Anda menyimpannya di tempat yang Anda rasa aman, risiko kehilangan akibat dicuri masih tetap ada. Untuk risiko yang satu ini, Anda bisa mengatasinya dengan menyewa safe deposit box.

5. Risiko Penipuan

Dalam hal ini, segala instrumen investasi juga memiliki risiko penipuan. Akan tetapi di tengah maraknya berita mengenai pembelian emas, Anda perlu berhati-hati ada pihak yang memanfaatkan hal tersebut.

Anda perlu mewaspadai risiko penipuan dalam investasi emas, seperti emas palsu dan investasi emas bodong. Pilihlah tempat membeli emas yang terpercaya dan jangan mudah terbuai dengan iming-iming imbal hasil yang tidak masuk akal.

6. Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Investasi emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar Amerika Serikat. Oleh karena itu, nilai emas dalam rupiah akan dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap USD.

Jika nilai rupiah melemah terhadap dolar AD, maka harga emas dalam rupiah akan naik. Sebaliknya, jika nilai rupiah menguat terhadap AS, maka harga emas dalam rupiah akan turun.

7. Risiko Spekulasi

Meskipun memiliki sifat natural sebagai instrumen jangka panjang, emas juga dapat menjadi objek spekulasi. Akan tetapi tentu risiko ini lebih kecil dibandingkan instrumen lain, seperti saham.

Spekulan dapat menyebabkan harga emas naik atau turun dengan cepat, sehingga dapat merugikan investor yang tidak memahami risiko spekulasi.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]




Next Article



Perbedaan Beli Emas Digital & Emas Fisik, Untung Mana?




Source link

Share197Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

RUPSLB BEI Sepakat Demutualisasi, Anggaran Dasar Dirombak

October 28, 2026
Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

Direktur Citra Borneo Utama (CBRE) Ronny Hertantyo Meninggal Dunia

October 28, 2026
Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

Akhiri Sesi I, IHSG Turun 1,65% ke 5.179

October 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .