• Latest
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

August 10, 2026
Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

September 16, 2026
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

September 16, 2026
Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

September 16, 2026
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai

September 16, 2026
IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

IHSG Parkir di Zona Merah, Terkoreksi 0,38% ke level 6.436,85

September 16, 2026
Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

Jelang Righ Issue, Pengendali MGLV Jual Saham di Harga Diskon

September 16, 2026
Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Fitch Pangkas Rating Pos Indonesia, Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

September 16, 2026
Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

Potret Bos Summarecon Adrianto Pitoyo Jadi Tersangka Suap HGB Bogor

September 16, 2026
INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

INKA Respons Arahan BP BUMN, Percepat Pembenahan Menyeluruh

September 16, 2026
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.675

September 16, 2026
DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

DBS Andalkan Jaringan 19 Negara Genjot Bisnis Otomotif Indonesia

September 16, 2026
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri

September 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Wednesday, September 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS

1 month ago
in Market
Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Penertiban tambang timah ilegal berpotensi menjadi katalis bagi PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan produksi. Aktivitas pertambangan ilegal selama ini menjadi salah satu tantangan bagi produsen resmi dan membuat sebagian pasokan timah berada di luar rantai pasok resmi.

Reuters pernah melaporkan, Pemerintah Indonesia menargetkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Presiden Prabowo Subianto memperkirakan, sektor shadow atau pertambangan timah di luar sistem resmi dapat mencapai sekitar 80% dari total produksi timah di Bangka Belitung. Sementara itu, Indonesian Tin Exporters Association memperkirakan hingga 12.000 ton timah dapat diekspor secara ilegal setiap tahun.

Besarnya aktivitas tambang ilegal tersebut menjadi persoalan bagi TINS. Reuters mencatat manajemen TINS sebelumnya menyebut persaingan dengan penambang ilegal sebagai salah satu faktor yang menekan produksi. Produksi bijih timah TINS pada semester I 2025 turun 32% secara tahunan menjadi 6.997 ton.

Penertiban tambang ilegal menjadi salah satu katalis positif bagi TINS. Ketika aktivitas ilegal ditekan, pasokan bijih yang sebelumnya berada di jalur informal berpeluang kembali masuk ke rantai pasok resmi.

Kondisi ini dapat membuka ruang bagi TINS untuk meningkatkan perolehan bijih, produksi dan volume penjualan. Ini adalah dampak positif dari komitmen pemerintah melalui instruksi Prabowo untuk mengamankan cadangan strategis nasional.

Momentum pemulihan produksi TINS terlihat pada semester I-2026. Produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn, naik sekitar 75% dari 6.997 ton Sn pada semester I-2025. Produksi logam timah meningkat menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan penjualan logam timah mencapai 10.984 metrik ton, melonjak sekitar 85% dari 5.933 metrik ton.

Kenaikan volume tersebut turut mendorong kinerja keuangan. Pendapatan TINS mencapai Rp10,42 triliun pada semester I-2026, naik 147% dari Rp4,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih melonjak sekitar 805% menjadi Rp2,71 triliun dari Rp300 miliar.

Realisasi laba tersebut telah mencapai sekitar 169% dari target laba bersih TINS sepanjang 2026 sebesar Rp1,61 triliun. Kinerja perseroan juga ditopang harga timah yang tinggi. Harga rata-rata timah di London Metal Exchange (LME) pada semester I-2026 mencapai US$50.319 per metrik ton, naik 56,7% dari US$32.116 per metrik ton pada semester I-2025.

Perbaikan fundamental tersebut tercermin pada kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. Sementara pada Agustus 2026, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp28,75 triliun.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menyampaikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja, harga timah global dan komitmen terhadap penertiban tambang ilegal, Hans masih merekomendasikan Buy untuk TINS dengan target harga Rp4.700 hingga Rp5.000 per saham.

“Prospek TINS saat ini ditopang oleh pemulihan produksi, dan potensi normalisasi pasokan melalui penertiban tambang ilegal,” kata dia dikutip Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, dia menilai valuasi TINS masih akan tetap menarik. Dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 4,49 kali, valuasi TINS masih relatif murah dibandingkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih perseroan. Net profit margin TINS yang mencapai sekitar 26% dan return on equity (ROE) sekitar 51%.

Dari sisi industri, ia menilai prospek harga timah dunia masih positif seiring potensi kekurangan pasokan akibat meningkatnya kebutuhan industri semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

(rah/rah)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

September 16, 2026
Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

Calon Emiten IPO Pasar Modal Lesu, Ini Penjelasan OJK

September 16, 2026
Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

Video: Pasar Pantau Risiko Minyak USD 100 – Bunga The Fed Diramal Naik

September 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .