• Latest
Perbanas Ungkap Masalah Struktural Penyebab Kredit UMKM Lesu

Perbanas Ungkap Masalah Struktural Penyebab Kredit UMKM Lesu

June 18, 2026
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

October 9, 2026
Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

October 9, 2026
Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

Tentara Ini Didakwa Kasus Dugaan Insider Trading, Cuan Sampai Rp6,89 M

October 9, 2026
BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

BEI Perketat Aturan Mulai Hari Ini, Keuangan Calon Emiten Harus Sehat

October 9, 2026
Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

Dana Masuk RI Capai Rp131,1 T Sepanjang 2026, SBN Kian Menarik

October 9, 2026
Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

Kredit Kendaraan Listrik Makin Laris, OJK Ingatkan Risiko Ini

October 9, 2026
Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

Usai Gadai Saham ke Bank Mandiri, Saham Haji Isam (JARR) Anjlok 4,5%

October 9, 2026
Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

Gelar Mega Travel Fair, Bank Mega Bidik Sales Volume Naik 20%

October 9, 2026
Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

Bank Dunia Tunjuk Petinggi BNP Paribas Jadi CFO & Direktur Eksekutif

October 9, 2026
Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

Harga Saham Meroket, BEI Gembok Saham SMLE

October 9, 2026
IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke Level 6.042

October 9, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 9, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Perbanas Ungkap Masalah Struktural Penyebab Kredit UMKM Lesu

4 months ago
in Economy
Perbanas Ungkap Masalah Struktural Penyebab Kredit UMKM Lesu
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan bahwa laju pertumbuhan kredit UMKM lesu terjadi karena mayoritas pelaku UMKM merasa tidak perlu pinjaman.

Perbanas mencatat bahwa pertumbuhan kredit UMKM menunjukkan pelemahan sejak akhir 2022 dan mulai masuk ke zona negatif pada akhir 2025. Hingga Februari 2026, kredit UMKM masih terkontraksi sekitar -0,47% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Pelemahan ini berbeda dari tren kredit perbankan secara umum, terutama kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi yang masih tumbuh positif. Dengan demikian, penurunan kredit UMKM mengindikasikan ada persoalan mendasar pada segmen UMKM.

“Menariknya, penelitian kami menemukan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada terbatasnya pasokan kredit dan perbankan, sebaliknya mayoritas pelaku UMKM belum mengajukan kredit karena mereka merasa belum membutuhkan fund biaya, dan masih mengandalkan modal sendiri,” Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi saat Press Conference Hasil Kajian UMKM di Four Seasons Hotel, Kamis (18/6/2026).

Padahal, tingkat persetujuan kredit segmen UMKM di bank relatif tinggi. Menurut Hery, hal ini menunjukkan bahwa ada masalah struktural yang menjadi perhatian bersama.

Ketua Bidang Riset & Kajian Ekonomi & Perbankan Perbanas, Aviliani melanjutkan, pelemahan kredit UMKM saat ini lebih didorong oleh sisi permintaan kredit atau bersifat demand-driven. Mayoritas (hampir 90%) UMKM formal dan informal tidak mengajukan kredit karena merasa belum membutuhkan pinjaman sebagai alasan utamanya. Pembiayaan usaha mereka hampir 90% berasal dari dana pribadi (self-funded).

Hal ini menunjukkan permasalahan utama rendahnya akses pembiayaan UMKM terletak dari sisi permintaan (demand side) kredit itu sendiri. Di sisi lain, penelitian ini menunjukkan sisi penawaran (supply side) pembiayaan UMKM sudah sangat suportif. Hal ini tercermin dari survei yang menemukan bahwa ketika UMKM formal mengajukan kredit, tingkat persetujuannya sangat tinggi, yaitu sekitar 94,3%.

“Nah kita kan pengennya nggak begini, secara bank sebenarnya kita pengen mendanai,” ujar Aviliani.

Selain itu, Perbanas menemukan bahwa alasan lain kredit UMKM terus menurun adalah guncangan dari sisi biaya dan permintaan. Penurunan kredit UMKM diindikasikan oleh kombinasi naiknya biaya, melemahnya permintaan/penjualan, tertekannya margin dan semakin selektifnya bank terhadap risiko.

Sebagai bentuk dukungan untuk menguatkan sektor UMKM, Perbanas meluncurkan UMKM Center pada Kamis (18/6/2026). Hery mengatakan pihaknya berharap UMKM Center dapat menjadi jembatan yang menghubungi pelaku UMKM dengan ekosistem yang mereka butuhkan untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa UMKM yang semakin produktif, kemudian formal dan bankable akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ucap Hery.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

Meski Asing Masih Kabur Rp32,05 M, Tapi 10 Saham Ini Banyak Diborong

October 9, 2026
BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

BIKE Caplok 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara di Berau

October 9, 2026
Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

Akhir Sesi I IHSG Menguat 0,35% ke Level 6.052

October 9, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .