• Latest
Pesta Tertunda, IHSG Sesi I Melesat 2,69% ke Level 6.041

Pesta Tertunda, IHSG Sesi I Melesat 2,69% ke Level 6.041

June 25, 2026
Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

October 6, 2026
Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

97% Dividen Hanya Dari 15 Perusahaan

October 6, 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

IHSG Ditutup Menguat 1,21% ke Level 6.192

October 6, 2026
Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

Nama Franky Widjaja Muncul di KETR Usai Diakuisisi Sinar Mas

October 6, 2026
Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

Euro Anjlok ke Level Terendah 17 Bulan, Obligasi Prancis Diobral

October 6, 2026
Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp17.890

October 6, 2026
BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

BUVA Rights Issue Rp1,54 Triliun, Hapsoro Jadi Pembeli Siaga

October 6, 2026
Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

Dunia di Ambang Krisis Minyak? Bos Aramco Bunyikan Alarm

October 6, 2026
7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

7 Calon Emiten Antre IPO, 2 Perusahaan Beraset Jumbo

October 6, 2026
Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

Dana Asing Cabut Rp273,81 M di Sesi I, 5 Saham Ini Justru Diborong

October 6, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 6, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pesta Tertunda, IHSG Sesi I Melesat 2,69% ke Level 6.041

3 months ago
in Lifestyle
Pesta Tertunda, IHSG Sesi I Melesat 2,69% ke Level 6.041
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Investor saham di Tanah Air pagi ini bernafas lega. Setelah kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 3,56%, hari ini IHSG menguat tajam dengan seluruh sektor berada di zona hijau.

IHSG sempat dibuka di zona merah sebelum akhirnya melaju kencang dan naik 2,69% ke level 6.041,93 pada penutupan perdagangan sesi pertama. Tercatat mayoritas saham atau 535 emiten hijau, 139 turun, dan 134 stagnan.

Meski naik signifikan, nilai transaksi pun terbilang tidak terlalu ramai atau hanya Rp 7,97 triliun, melibatkan 13,71 miliar saham dalam 1,03 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar masih berkutat di bawah Rp 11.000 triliun atau tepatnya Rp 10.618 triliun.

Berdasarkan data Refinitiv, penguatan IHSG berlangsung secara luas, dengan seluruh sektor berada di zona hijau. Sektor utilitas 4,35%, teknologi 3,17%, dan consumer non-cyclicals 3,05%.

Dari sisi kontributor indeks, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi motor utama penguatan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 18,74 poin terhadap IHSG.

Selanjutnya disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 14,35 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)14,11 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 9,58 poin dan PT Bank Mandiri (Perseo) Tbk (BMRI) 7,04 poin. Dukungan juga datang dari BRPT, BREN, TLKM, DSSA, dan BBNI.

Adapun memasuki perdagangan Kamis (25/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih dipengaruhi sentimen hasil review MSCI yang mempertahankan Indonesia dalam klasifikasi Emerging Market.

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi keluarnya dana asing secara besar-besaran apabila status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market. Meski demikian, MSCI masih memberikan catatan terkait transparansi kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta efektivitas implementasi reformasi pasar modal yang akan kembali dievaluasi pada November 2026.

Dari domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah menilai keputusan MSCI mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia. OJK menegaskan akan melanjutkan reformasi untuk memperkuat integritas dan transparansi pasar, sementara pemerintah menilai evaluasi lanjutan MSCI merupakan proses yang wajar.

Di sisi eksternal, perhatian investor beralih ke rilis inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menjadi acuan utama The Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika inflasi PCE kembali menunjukkan kenaikan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer) berpotensi menguat, mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury, sehingga dapat memicu tekanan terhadap aset berisiko termasuk IHSG dan rupiah.

Selain itu, pasar juga menunggu data klaim pengangguran mingguan AS untuk membaca kondisi terbaru pasar tenaga kerja. Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang tetap solid berpotensi memperkuat pandangan bahwa The Fed belum memiliki ruang untuk segera memangkas suku bunga.

Di tengah sentimen tersebut, indeks dolar AS yang telah menembus level 101,609 menjadi faktor yang masih membatasi ruang penguatan rupiah dan pasar saham domestik, seiring meningkatnya tekanan terhadap arus modal ke negara berkembang.

Merujuk data Refinitiv, rupiah harus rela parkir di zona merah setelah ditutup melemah 0,50% ke level Rp17.925/US$ kemarin, Rabu (25/6/2026). Dengan posisi tersebut, mata uang Garuda belum mampu keluar dari tekanan dan sudah melemah selama empat hari perdagangan beruntun.

(fsd/fsd)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

Low Tuck Kwong Ubah Perjanjian dengan Haji Isam, Saham Dilepas Nambah!

October 6, 2026
Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

Saham SpaceX Melonjak Hampir 8% Elon Musk Jadi Triliuner Lagi!

October 6, 2026
Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US0 Juta

Perluas Portofolio Energi, Danantara Investasi di Migas AS US$250 Juta

October 6, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .