• Latest
Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah?

Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah?

May 23, 2026
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

Eks Mendag Tuding Manuver Asing, Bos BEI: Indeks Provider Independen

October 20, 2026
Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

October 20, 2026
Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham

October 20, 2026
2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

2 Reformasi Baru BEI Usai MSCI, Status Afiliasi Pemegang Saham Dibuka

October 20, 2026
Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

October 20, 2026
Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

Bursa Diguncang Sentimen MSCI, OJK Sayangkan Jual Saham Kerena Panik

October 20, 2026
IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

IHSG Panas Dingin, Bos OJK Ngaku Belum Istirahat Sejak Jumat

October 20, 2026
BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

BRI Siap Buyback Saham Lagi, Ini Alasannya!

October 20, 2026
Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

Eks Mendag Tuding Ada Manuver Asing Tekan MSCI, Bos OJK Buka Suara

October 20, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 20, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah?

5 months ago
in Market
Purbaya Suruh Cepat Buang Dolar, Sebenarnya Kenapa Rupiah Melemah?
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar valuta asing untuk segera melepas kepemilikan dolar Amerika Serikat (AS). Ia optimistis nilai tukar rupiah akan menguat hingga menyentuh level Rp15.000 per dolar AS dalam waktu dekat.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya di acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (21/5/2026), di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan.

“Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp15.000 per dolar AS,” ujar Purbaya.

Ia bahkan kembali menegaskan pesannya kepada masyarakat yang masih menyimpan greenback. “Jadi saya ulangi lagi kalau punya dolar jual sekarang,” katanya.

Meski demikian, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan di pasar: bila pemerintah begitu yakin rupiah akan menguat, mengapa mata uang Garuda belakangan masih bergerak melemah?

Purbaya menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor sementara, sedangkan fundamental pasokan devisa diyakini akan membaik mulai Juni 2026. Salah satu pendorong utamanya ialah implementasi aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang mulai berlaku 1 Juni 2026. Dalam beleid tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan 100% devisa hasil ekspor di perbankan nasional.

Khusus sektor migas, eksportir wajib menahan 30% DHE selama tiga bulan. Sementara untuk sektor nonmigas, retensi diwajibkan sebesar 100% selama 12 bulan di rekening khusus.

Menurut Purbaya, kebijakan itu akan membuat pasokan dolar di dalam negeri meningkat signifikan sehingga menopang penguatan rupiah. “Keputusan pemerintah menjalankan aturan DHE ini langkah yang baik dan tepat,” ujarnya.

Selain mengandalkan DHE SDA, pemerintah juga mengerek suplai dolar lewat penerbitan surat utang global. Purbaya mengatakan pemerintah baru saja menjual global bond senilai US$3,4 miliar. Nilai tersebut terdiri dari obligasi dolar AS sebesar US$2 miliar serta obligasi euro senilai 1,25 miliar euro.

“Kita jual US$3,4 miliar, artinya US$2 miliar dalam bond, 1,25 miliar euro. Kalau itu masuk ke sini itu akan tambah supply dolar ke kita, jadi saya tekankan lagi rupiah akan menguat,” ujar Purbaya.

Ia pun meminta masyarakat tidak panik menghadapi fluktuasi rupiah saat ini. “Kalau kata Presiden selama Purbaya senyum ekonomi bagus nih, senyum terus nih!” katanya disambut tepuk tangan peserta acara.

Cara Sederhana Memahami Alasan Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang masih berada dalam tekanan. Bahkan, mata uang Garuda sempat menyentuh level Rp17.725 per dolar AS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menjelaskan, pelemahan rupiah saat ini terjadi karena permintaan dolar AS jauh lebih besar dibandingkan pasokannya di pasar domestik.

“Dia mengalami pelemahan karena yang ditawarkan untuk US dollar lebih sedikit dari yang minta, itu gampangnya,” kata Aida dalam acara Jogjakarta Financial Festival di JEC.

Menurut Aida, kondisi tersebut tercermin dari transaksi berjalan Indonesia yang kembali mengalami defisit pada awal tahun ini.

Defisit transaksi berjalan tercatat mencapai US$4 miliar atau sekitar Rp70,8 triliun (asumsi kurs Rp17.700/US$) pada kuartal I-2026. Nilai itu setara 1,1% terhadap produk domestik bruto (PDB), meningkat dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar US$2,5 miliar atau sekitar Rp44,25 triliun, setara 0,7% dari PDB.

“Transaksi berjalan kita artinya defisit, artinya kita netnya mengalami banyak bayar daripada nerima, ini yang menjadi permasalahan,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan itu, Aida mengatakan pemerintah dan BI telah menyiapkan sejumlah langkah guna memperbesar pasokan dolar di dalam negeri. Salah satunya melalui pembentukan BUMN ekspor PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.

“Presiden akan buat suatu badan untuk pastikan penerimaan ekspor lebih baik dan makin optimal,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah dan BI juga terus berupaya menarik arus modal asing masuk ke Indonesia agar suplai dolar kembali meningkat dan mampu menopang stabilitas rupiah.

“Dan untuk menutup transaksi berjalan tadi, ada transaksi modal. Transaksi modal sedang mengalami penurunan dan harus menarik arus modal asing masuk ke Indonesia, sehingga kita bisa lakukan pemenuhan,” kata Aida.

(dce)



Add

logo_svg

as a preferred

source on Google




[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

Bos OJK Bantah Baru Bertindak Tegas Setelah Diancam MSCI

October 20, 2026
Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US M

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

October 20, 2026
OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

OJK Bongkar Hasil Pemeriksaan 31 Saham HSC Bertahap, Ini Prosesnya

October 20, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .