• Latest
Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid & Cetak Laba

Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid & Cetak Laba

August 13, 2026
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

Video: Akhir 2026, Rupiah Diramal Bergerak di Rp 17.800

November 1, 2026
Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

Investor Asing Curhat ke Bos BI, Sesalkan Keputusan MSCI

November 1, 2026
Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

Laris Manis! Kredit Program Pemerintah Tembus Rp294,6 T

November 1, 2026
Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi

November 1, 2026
Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

Intip Racikan Investasi Pilihan MI Hadapi Sentimen MSCI

November 1, 2026
Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

Kata Pelaku Pasar Soal RI Mau Bikin Rating Bursa Sendiri

November 1, 2026
Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

Penyidikan Kasus BPR DCN Malang Rampung, OJK Serahkan 2 Tersangka

November 1, 2026
Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

Bisnis Raja Gula dari Semarang Hancur Usai Ribut dengan Pemerintah

November 1, 2026
Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

Pakai Info Rahasia Militer, Tentara Cuan Rp7,2 Miliar di Pasar Taruhan

November 1, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Sunday, November 1, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid & Cetak Laba

3 months ago
in Market
Respons Indeks MSCI, GOTO Tegaskan Fundamental Solid & Cetak Laba
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mengeluarkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari Indeks Standar Global MSCI (MSCI Global Standard Indexes) berdasarkan hasil Tinjauan Indeks Agustus (August Index Review 2026) yang dirilis pada 12 Agustus 2026 dan berlaku efektif 31 Agustus 2026.

Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan perusahaan memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan perseroan menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami.

“Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GoTo yang berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Dia mengatakan, kinerja perseroan di kuartal kedua justru mencatatkan laba bersih dua kuartal berturut-turut, dengan laba bersih mencapai Rp252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun.

Selain itu, EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan EBITDA grup yang disesuaikan Rp3,2-3,4 triliun.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Audrey.

Selain GOTO, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga dikeluarkan dari Indeks Standar Global MSCI. Hanya saja, saham CPIN keluar tapi ditambahkan dalam MSCI Global Small Cap Indexes.

Adapun GOTO masih tercatat masuk dalam indeks utama di BEI di antaranya LQ45, IDX30, IDX80, dan KOMPAS100. Indeks-indeks ini menjadi acuan bagi investor dan manajer investasi menilai sebuah saham menjadi pilihan investasi.

LQ45 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Adapun IDX30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Sementara IDX80 ialah indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Ketiganya memiliki kriteria seleksi yakni pemilihan konstituen indeks menggunakan kriteria seleksi kuantitatif dan kualitatif yaitu berdasarkan likuiditas transaksi di pasar reguler, kapitalisasi pasar free float, kinerja keuangan, kepatuhan, dan lain-lain

Di sisi lain, indeks KOMPAS100 adalah indeks mengukur kinerja harga dari 100 saham yang memiliki likuiditas yang baik dan kapitalisasi pasar yang besar.

(dpu/dpu)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

Data 5,7 Juta Pelanggan Bocor, Fore Ngadu ke Komdigi

November 1, 2026
OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

OJK Ungkap Alasan Sebenarnya Inklusi Keuangan Syariah RI Masih Minim

November 1, 2026
Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

Nasabah Mau Uang Aman di Bank? Jangan Lakukan Ini

November 1, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .