• Latest
Rupiah Anjlok 0,45%, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.000

Rupiah Anjlok 0,45%, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.000

October 16, 2026
Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

October 16, 2026
Ini Negara Korban Baru MSCI: Turki

Ini Negara Korban Baru MSCI: Turki

October 16, 2026
Pemerintah Jawab MSCI Soal Isu Penegakan Hukum di Bursa RI

Pemerintah Jawab MSCI Soal Isu Penegakan Hukum di Bursa RI

October 16, 2026
Pasar Saham Kebakaran, IHSG Anjlok Tembus 11%

Pasar Saham Kebakaran, IHSG Anjlok Tembus 11%

October 16, 2026
IHSG Ambruk! Kapolri, Dasco hingga Rosan Mendadak Sambangi BEI

IHSG Ambruk! Kapolri, Dasco hingga Rosan Mendadak Sambangi BEI

October 16, 2026
OJK Denda DSSA Rp1,5 Triliun, BREN Rp500 Miliar, Cuan Rp100 Miliar

OJK Denda DSSA Rp1,5 Triliun, BREN Rp500 Miliar, Cuan Rp100 Miliar

October 16, 2026
Asing Kabur Gegara MSCI, Dradjad ke Investor Lokal: Serok Aja!

Asing Kabur Gegara MSCI, Dradjad ke Investor Lokal: Serok Aja!

October 16, 2026
Video: Dasco, Bos Danantara dan Bos OJK Kunjungi BEI Saat IHSG Ambruk

Video: Dasco, Bos Danantara dan Bos OJK Kunjungi BEI Saat IHSG Ambruk

October 16, 2026
IHSG Anjlok 11% Dihantam MSCI, Apa Yang Dikhawatirkan Investor?

IHSG Anjlok 11% Dihantam MSCI, Apa Yang Dikhawatirkan Investor?

October 16, 2026
Ada Pidana Pasar Modal, OJK Periksa 5 Direksi BREN dan CUAN

Ada Pidana Pasar Modal, OJK Periksa 5 Direksi BREN dan CUAN

October 16, 2026
Video: Mengenal Klasifikasi Pasar MSCI: Standalone Market

Video: Mengenal Klasifikasi Pasar MSCI: Standalone Market

October 16, 2026
Begini Cara Pegadaian Memaksimalkan Potensi Bank Emas

Begini Cara Pegadaian Memaksimalkan Potensi Bank Emas

October 16, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, October 16, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Economy

Rupiah Anjlok 0,45%, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.000

56 minutes ago
in Economy
Rupiah Anjlok 0,45%, Dolar AS Ditutup Naik ke Rp18.000
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah mengakhiri perdagangan terakhir pekan ini dengan tekanan yang cukup berat. Mata uang Garuda kembali melemah dan menembus level psikologisnya di Rp18.000/US$. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,45% ke posisi Rp18.000/US$ pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Sepanjang perdagangan, rupiah tidak pernah keluar dari zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,33% di level Rp17.980/US$, kemudian tertekan hingga Rp18.070/US$ yang menjadi posisi terlemah hari ini.

Tekanan berangsur berkurang menjelang penutupan. Rupiah berhasil menguat 70 poin dari posisi terlemah hariannya, meski tetap berakhir tepat di level psikologis Rp18.000/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,22% ke posisi 101,829.


Pelemahan rupiah yang terjadi ketika DXY terkoreksi menunjukkan tekanan hari ini lebih banyak dipengaruhi sentimen dari dalam negeri, terutama pengumuman MSCI mengenai pasar saham Indonesia.

MSCI membuka konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Rencana tersebut belum menjadi keputusan final, tetapi langsung meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek aliran dana asing di pasar keuangan domestik.

Jika rencana tersebut diterapkan, perubahan komposisi indeks berpotensi memicu penyesuaian portofolio investor global. Kekhawatiran terhadap berlanjutnya arus keluar dana asing kemudian menambah tekanan terhadap rupiah.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea mengatakan tekanan rupiah juga terjadi ketika sentimen menghindari risiko atau risk-off global meningkat.

Menurut Erwin, kondisi tersebut mendorong permintaan terhadap dolar AS dan menekan pasar keuangan domestik. Arus keluar dana dari aset portofolio Indonesia pun diperkirakan masih berlanjut.

Meski demikian, BI memastikan akan terus hadir di pasar untuk menjaga rupiah tetap bergerak sesuai dengan fundamental sekaligus memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik.

“Intervensi terus dilakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder,” kata Erwin, Jumat (16/10/2026).

Erwin menambahkan, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Secara quarter-to-date (QTD), rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28%.

“Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28% secara quarter-to-date (QTD),” tegasnya.

Ketahanan sektor eksternal Indonesia juga masih ditopang cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” ujar Erwin.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

October 16, 2026
Ini Negara Korban Baru MSCI: Turki

Ini Negara Korban Baru MSCI: Turki

October 16, 2026
Pemerintah Jawab MSCI Soal Isu Penegakan Hukum di Bursa RI

Pemerintah Jawab MSCI Soal Isu Penegakan Hukum di Bursa RI

October 16, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .