• Latest
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

October 26, 2026
Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

October 26, 2026
Dasco Sebut Indonesia Akan Tentukan Rating Sendiri, OJK Buka Suara

Dasco Sebut Indonesia Akan Tentukan Rating Sendiri, OJK Buka Suara

October 26, 2026
IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

October 26, 2026
IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

IHSG Anjlok 1%, Ini Penyebabnya

October 26, 2026
Breaking! IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih

Breaking! IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih

October 26, 2026
Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

Breaking! IHSG Anjlok di Atas 1%

October 26, 2026
Hadapi MSCI, OJK Siapkan 3 Jurus Ini

Hadapi MSCI, OJK Siapkan 3 Jurus Ini

October 26, 2026
BTN Salurkan KPR Rp552 Triliun di Kuartal III, Kuasai 39% Pasar

BTN Salurkan KPR Rp552 Triliun di Kuartal III, Kuasai 39% Pasar

October 26, 2026
Bukan Berarti Semua Tekanan Berakhir

Bukan Berarti Semua Tekanan Berakhir

October 26, 2026
Era Likuiditas Ketat, Bos BTN (BBTN) Ungkap Dampak Perang Suku Bunga

Era Likuiditas Ketat, Bos BTN (BBTN) Ungkap Dampak Perang Suku Bunga

October 26, 2026
Awal Perdagangan, IHSG Menguat Terbatas 0,06%

Awal Perdagangan, IHSG Menguat Terbatas 0,06%

October 26, 2026
IHSG Sukses Menghijau Akhir Pekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

IHSG Sukses Menghijau Akhir Pekan, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

October 26, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, October 26, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini

2 hours ago
in Market
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.050 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah belum mampu bangkit pada awal pekan ini. Mata uang Garuda kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp18.050/US$, melemah 0,06% atau 10 poin dibandingkan penutupan Jumat (23/10/2026) di posisi Rp18.040/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,17% ke posisi 101,636.



Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sejumlah sentimen dari dalam negeri maupun global.

Dari domestik, perhatian pasar tertuju pada pernyataan terbaru Bank Indonesia (BI) mengenai pergerakan rupiah setelah tekanan yang dipicu sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menilai tekanan terhadap rupiah masih dapat dikelola, meskipun nilai tukar sempat melemah hingga melampaui Rp18.000 per dolar AS.

Menurut Erwin, pasar secara bertahap mulai mencerna dampak sentimen MSCI, sehingga tekanan terhadap nilai tukar diharapkan dapat mereda.

Sementara dari eksternal, harga minyak dunia mulai terkoreksi setelah melonjak tajam pada pekan lalu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun 1,34% menjadi US$115,16 per barel pada Senin (26/10/2026) pukul 07.18 WIB.

Penurunan tersebut terjadi di tengah laporan mengenai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Meski demikian, kekhawatiran terhadap pasokan energi global masih membayangi pasar setelah kelompok Houthi dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap fasilitas energi di Arab Saudi selama akhir pekan.

Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih, tingginya harga energi berpotensi meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor minyak dan menambah tekanan terhadap rupiah.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini, termasuk keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Rangkaian agenda tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS dan aliran modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

Saham HSC Bakal Dikeluarkan, IHSG Bakal Terdilusi? Ini Penjelasan BEI

October 26, 2026
Dasco Sebut Indonesia Akan Tentukan Rating Sendiri, OJK Buka Suara

Dasco Sebut Indonesia Akan Tentukan Rating Sendiri, OJK Buka Suara

October 26, 2026
IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

IHSG Tiba-tiba Anjlok 1% Lebih, Ini Penyebabnya

October 26, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .