• Latest
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini

September 28, 2026
Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

September 28, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

September 28, 2026
Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

September 28, 2026
Investor Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi dari BRI (BBRI)

Investor Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi dari BRI (BBRI)

September 28, 2026
Harga Batas Minimum Saham Dihapus, IHSG Dibuka Turun ke Level 6.209

Harga Batas Minimum Saham Dihapus, IHSG Dibuka Turun ke Level 6.209

September 28, 2026
Presiden Direktur BATA Mundur, Ini Alasannya

Presiden Direktur BATA Mundur, Ini Alasannya

September 28, 2026
Pemerintah Jual Surat Utang Ritel Hari Ini, Kupon 6,85% per Bulan!

Pemerintah Jual Surat Utang Ritel Hari Ini, Kupon 6,85% per Bulan!

September 27, 2026
IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

IHSG Anjlok 3% Sepekan, Asing Malah Buru Saham Ini di Akhir Pekan

September 27, 2026
Usai Haji Isam Beli Saham, BYAN Buka-Bukaan Soal Posisi Low Tuck Kwong

Usai Haji Isam Beli Saham, BYAN Buka-Bukaan Soal Posisi Low Tuck Kwong

September 27, 2026
BEI Cabut Status Pemantauan Khusus 92 Emiten, Ini Daftarnya

BEI Cabut Status Pemantauan Khusus 92 Emiten, Ini Daftarnya

September 27, 2026
Bukan Cuma Harga di Bawah Rp50, BEI Juga Ubah Papan Pemantauan Khusus

Bukan Cuma Harga di Bawah Rp50, BEI Juga Ubah Papan Pemantauan Khusus

September 27, 2026
Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Tak Bebani JARR, Ini Faktanya

September 27, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Monday, September 28, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home People & Culture

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini

56 minutes ago
in People & Culture
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.920 Pagi Ini
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. 

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026), rupiah terdepresiasi 0,22% ke posisi Rp17.920/US$.

Pergerakan tersebut membalikkan penguatan tipis pada Jumat (25/9/2026), ketika rupiah berhasil bangkit dari tekanan dan ditutup naik 0,03% di level Rp17.880/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada penutupan Jumat pekan lalu melemah 0,31% di level 100,971. 


Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini hingga sepekan ke depan diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Indonesia periode September pada Kamis (1/10/2026).

Data yang akan diumumkan mencakup inflasi tahunan, inflasi inti, dan inflasi bulanan. Perkembangan inflasi akan menjadi salah satu rujukan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

Pada Agustus, inflasi tahunan meningkat menjadi 3,19% dari 2,28% pada Juli, sekaligus melampaui perkiraan pasar sebesar 3,13%.

Inflasi inti turut naik menjadi 2,92%, tertinggi sejak Maret 2023, sedangkan inflasi bulanan tercatat sebesar 0,21%.

Data September akan dicermati untuk mengukur perkembangan tekanan harga dan ruang kebijakan moneter BI. Inflasi yang tetap terkendali dalam sasaran 1,5%-3,5% dapat memberi ruang bagi kebijakan yang lebih akomodatif. Sebaliknya, kenaikan inflasi inti dapat membatasi ruang pelonggaran suku bunga.

Dari eksternal, arah pergerakan dolar AS masih menjadi perhatian utama. Seperti mengutip Reuters, greenback melemah pada Jumat setelah harga minyak dunia turun lebih dari 2% dan pelaku pasar mengambil keuntungan setelah dolar menguat selama empat hari beruntun.

Harga minyak turun seiring munculnya harapan tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran. Harapan tersebut untuk sementara meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan akibat meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Kendati demikian, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel. Level tersebut tetap berpotensi menjaga tekanan inflasi global dan memengaruhi arah kebijakan suku bunga sejumlah bank sentral.

Meski terkoreksi pada Jumat, DXY masih membukukan penguatan mingguan untuk kedua kalinya secara beruntun. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) dan tingginya imbal hasil US Treasury masih menopang dolar AS.

“Dolar tidak benar-benar melemah secara material. Pergerakannya hanya sedang mengambil jeda,” ujar Eugene Epstein, Kepala Perdagangan dan Produk Terstruktur Moneycorp.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperhitungkan peluang sekitar 66% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Angkanya meningkat dari sekitar 58% sepekan sebelumnya.

Ekspektasi pengetatan kembali menguat setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan kekhawatiran terhadap inflasi. Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack memperingatkan bahwa inflasi yang bertahan di atas target 2% dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap kemampuan bank sentral mengendalikan harga.

Data ekonomi AS juga masih menunjukkan ketahanan. Pesanan baru barang modal buatan AS pada Agustus meningkat lebih tinggi dari perkiraan, sementara data bulan sebelumnya direvisi naik cukup tajam. Kondisi tersebut menunjukkan belanja dunia usaha masih kuat dan dapat memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

Ada Investor Asing yang Jual 4,05 Juta Saham CPIN di Harga Rp3.132

September 28, 2026
Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Ekonomi AS

September 28, 2026
Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

Begini Tanggapan GoTo Usai Gembok Saham Resmi Dibuka

September 28, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .