• Latest
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

October 26, 2026
Kebut Restrukturisasi PTPN I, Danantara: Semua Entitas Harus Sehat

Kebut Restrukturisasi PTPN I, Danantara: Semua Entitas Harus Sehat

October 27, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

IHSG Ambles 3% Sore Ini, Analis Ungkap Penyebabnya

October 27, 2026
Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Masih Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

Soal Dana Asing Terus Lari dari Bursa RI, Ini Kata BEI

October 27, 2026
Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

Kita Harus Punya Posisi yang Jelas!

October 27, 2026
Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

Rupiah Akhiri Perdagangan di Zona Merah, Dolar AS Parkir di Rp18.145

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 3%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

Breaking! IHSG Turun 2%, Ini Penyebabnya

October 27, 2026
Breaking! IHSG Anjlok 2%

Breaking! IHSG Anjlok 2%

October 27, 2026
BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

BI Perkirakan Nilai Transaksi Mata Uang Lokal Capai USD 55 M di 2026

October 27, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Tuesday, October 27, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110

1 day ago
in Lifestyle
Rupiah Ditutup Melemah 0,39%, Dolar AS Naik Jadi Rp18.110
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah belum mampu keluar dari tekanan pada perdagangan awal pekan. Mata uang Garuda mengakhiri perdagangan Senin (26/10/2026) dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,39% ke level Rp18.110/US$, dibandingkan penutupan Jumat (23/10/2026) di Rp18.040/US$.

Posisi tersebut menjadi penutupan terlemah rupiah sejak awal Juni 2026 atau dalam 4 bulan terakhir.

Tekanan sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan, ketika rupiah melemah 0,06% ke posisi Rp18.050/US$. Pelemahan kemudian berlanjut hingga rupiah sempat menyentuh Rp18.130/US$.

Menjelang penutupan, tekanan sedikit mereda. Rupiah memangkas pelemahannya sebesar 20 poin dari posisi terlemah hari ini, meski tetap berakhir 60 poin lebih lemah dibandingkan pembukaan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,802.


Pergerakan rupiah hari ini diwarnai sejumlah sentimen dari dalam negeri maupun global.

Dari domestik, pasar masih mencermati perkembangan setelah pengumuman MSCI mengenai konsultasi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Perhatian juga tertuju pada respons Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan tersebut.

Sementara dari eksternal, harga minyak dunia mulai terkoreksi setelah melonjak tajam pada pekan lalu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting AS sepanjang pekan ini, mulai dari keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) hingga rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Rangkaian agenda tersebut akan menjadi petunjuk bagi arah kebijakan moneter AS dan pergerakan dolar selanjutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan bank sentral tetap hadir di pasar untuk memantau pergerakan rupiah.

Destry menjelaskan, nilai tukar dipengaruhi dinamika permintaan dan penawaran valuta asing. BI terus mencermati perkembangan tersebut sekaligus menelusuri faktor yang mendasarinya.

“Kita tetap ada di pasar. Ini tergantung supply and demand. Hari ini mungkin lagi… Ya pokoknya tetap kita monitor, kita memantau pergerakannya,” ujar Destry dalam acara Danantara TIIF 2026, Senin (26/10/2026).

Ketika ditanya mengenai kemungkinan perubahan strategi intervensi, Destry menyebut gejolak yang terjadi masih merupakan bagian dari dinamika pasar yang terus dipantau BI.

“Enggak, enggak, enggak. Ini volatilitas biasa, tapi kita akan terus monitor. Kita lihat root cause-nya juga,” katanya.

Namun, Destry belum merinci penyebab utama tekanan terhadap rupiah pada perdagangan hari ini. Ia mengatakan masih akan mengecek perkembangan lebih lanjut sebelum memberikan penjelasan mengenai faktor pemicunya.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

BEI Kaget Proposal Downgrade MSCI, di Bangkok Tak Ada Pembahasan

October 16, 2026
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Kebut Restrukturisasi PTPN I, Danantara: Semua Entitas Harus Sehat

Kebut Restrukturisasi PTPN I, Danantara: Semua Entitas Harus Sehat

October 27, 2026
Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

Akhiri Perdagangan, IHSG Ditutup Turun 1,99% ke Level 5.266

October 27, 2026
Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

Lunasi Pinjaman, KAI Mau Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,1 Triliun

October 27, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .