• Latest
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

September 25, 2026
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 25, 2026
Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

Ram Jethmal Punjabi Borong Saham RAAM 918.300 Lembar

September 25, 2026
Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

Breaking, IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% lebih Jelang Pasar Tutup

September 25, 2026
Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

Jelang Akhir Sesi II, IHSG Anjlok 1% ke Level 6.232

September 25, 2026
Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

Usai Transaksi Bayan, BEI Kaji Batasan Harga di Pasar Negosiasi

September 25, 2026
Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

Sebab Asing Tinggalkan RI dan Bikin IHSG & Rupiah Tertekan

September 25, 2026
80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

80% Pinjaman KB Bank (BBKP) Cair Kala Kredit Nganggur Industri Naik

September 25, 2026
Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

Dolar AS Dekati Rp18.000/US$, Airlangga Buka Suara

September 25, 2026
Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

Dapen BUMN Masih Mampu Bayar Kewajiban Jangka Pendek

September 25, 2026
Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

Dibayangi Timur Tengah, Harga Minyak-Batu Bara Bertahan Tinggi

September 25, 2026
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
Friday, September 25, 2026
Asian Property News
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy
No Result
View All Result
Asian Property News
No Result
View All Result
Home Market

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880

2 hours ago
in Market
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Balik Turun Tipis ke Rp17.880
Share on FacebookShare on Twitter




Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berhasil membalikkan keadaan dan mengakhiri perdagangan terakhir pekan ini dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.880/US$ pada perdagangan Jumat (25/9/2026).

Perjalanan rupiah sepanjang hari berlangsung cukup berwarna. Mata uang Garuda dibuka melemah 0,08% di level Rp17.900/US$, kemudian terperosok hingga Rp17.935/US$.

Tekanan tersebut berangsur mereda menjelang penutupan. Rupiah mampu menguat 55 poin dari posisi terlemah hariannya hingga berakhir di zona hijau.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau melemah 0,12% ke posisi 101,169.


Koreksi DXY memberikan ruang bagi rupiah untuk bangkit dari tekanan dan membalikkan pelemahan pada awal perdagangan. Kendati demikian, indeks dolar AS masih bertahan di level yang relatif tinggi setelah sebelumnya menyentuh posisi terkuat dalam dua bulan.

Penguatan dolar dalam beberapa hari terakhir ditopang kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatnya ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) masih akan menaikkan suku bunga.

Imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi sejak Juni 2004. Sementara itu, imbal hasil tenor 10 tahun menyentuh posisi tertinggi dalam hampir dua dekade.

Data ekonomi AS turut memperkuat ekspektasi pengetatan moneter. Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 197.000 pada pekan lalu, lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebanyak 201.000. Data tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat.

Kekhawatiran terhadap inflasi juga kembali meningkat setelah harga minyak melonjak hampir 4%. Kenaikan terjadi menyusul serangan rudal kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang kembali memunculkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi.

Sejumlah pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila inflasi tidak mereda. Presiden The Fed New York John Williams dan Presiden The Fed Philadelphia Anna Paulson menilai pengetatan tambahan kemungkinan masih diperlukan.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sedikitnya 25 basis poin pada pertemuan The Fed Oktober mencapai 68,6%, meningkat dari 55,4% pada pekan sebelumnya.

Di tengah tekanan global tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah agar bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi.

“Bank Indonesia terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (25/9/2026).

BI juga memperkuat strategi operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar atau pro-market. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengelola struktur suku bunga di pasar uang sekaligus meningkatkan efektivitas stabilisasi nilai tukar.

Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi serta pelaku pasar juga terus diperkuat. Langkah tersebut diarahkan untuk mendorong aliran masuk modal asing sekaligus mengelola kebutuhan valuta asing di dalam negeri.

(evw/evw)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share196Tweet123
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

Diawasi Bappepti-BI, Bursa Berjangka Makin Dipercaya Investor

January 5, 2026
BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

BRICS Rise, Western Financial System Collapse Looms, Warns Jamie McIntyre

August 12, 2025
Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

Deretan Saham yang Diramal Right Issue 2026!

December 18, 2025
Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

Danantara Bakal Dapat Pendanaan dari Bank Asing Rp 161 Triliun

0
Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

Belum Submit Laporan Keuangan 2024, BEI Gembok & Denda 68 Emiten Ini

0
Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

Dibuka Menguat, IHSG Galau Tiba-tiba Merosot ke Zona Merah

0
Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

Rupiah Dekati Rp 18.000/USD,Langkah Stabilisasi BI Sudah Cukup?

September 25, 2026
Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

Jelang Akhir Pekan IHSG Melemah 0,82% ke 6.247, Saham Bank Jadi Beban

September 25, 2026
Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

Suku Bunga The Fed Diramal Naik 2x Lagi, Ini Efeknya ke Rupiah

September 25, 2026
Asian Property News

Copyright © 2025 .

Navigate Site

  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • People & Culture
  • Lifestyle
  • Market
  • Economy

Copyright © 2025 .